Curah Hujan Harian Maksimum Tahunan Grid TRMM-2377
Desa Bama, Kabupaten Flores Timur

No. Tahun Curah Hujan (mm) Tanggal
1199836.701998-12-06
2199954.471999-02-05
3200055.562000-03-13
4200132.462001-02-10
5200251.722002-04-10
62003101.442003-04-01
7200482.312004-02-03
8200574.112005-02-02
9200662.242006-01-15
10200768.752007-11-13
11200876.042008-02-21
12200976.402009-03-01
13201072.362010-01-31
14201157.532011-10-20
15201254.992012-03-13
16201399.152013-01-20
172014168.962014-01-16
18201595.392015-12-20
19201657.782016-02-04
20201763.402017-03-26
21201861.252018-02-25
22201994.612019-02-10
Sumber Data : Pengolahan Data oleh hidrologi.net

Histogram Curah Hujan

1998
36.70 mm
1999
54.47 mm
2000
55.56 mm
2001
32.46 mm
2002
51.72 mm
2003
101.44 mm
2004
82.31 mm
2005
74.11 mm
2006
62.24 mm
2007
68.75 mm
2008
76.04 mm
2009
76.40 mm
2010
72.36 mm
2011
57.53 mm
2012
54.99 mm
2013
99.15 mm
2014
168.96 mm
2015
95.39 mm
2016
57.78 mm
2017
63.40 mm
2018
61.25 mm
2019
94.61 mm

Statistik Deskriptif Curah Hujan

  • Rata-rata: 72.62 mm
  • Median: 66.08 mm
  • Standar Deviasi: 28.45 mm
  • Skewness (Kemencengan): 1.85
  • Kurtosis: 5.49
Skewness (Kemencengan)

Skewness positif (positive skewness) dalam data statistik menunjukkan bahwa distribusi data memiliki ekor yang lebih panjang atau "berat" di sisi kanan (lebih tinggi dari nilai tengah atau rata-rata). Ini berarti sebagian besar nilai data cenderung lebih rendah dari rata-rata, tetapi ada beberapa nilai yang jauh lebih tinggi yang menyebabkan ekor di sebelah kanan distribusi.

Karakteristik dari distribusi dengan skewness positif:

  • Mean > Median > Modus: Karena adanya nilai-nilai yang sangat tinggi, mean (rata-rata) akan lebih besar daripada median, dan median akan lebih besar dari modus.
  • Ekor Kanan Panjang: Skewness positif menghasilkan ekor di sebelah kanan distribusi lebih panjang dibandingkan dengan sisi kiri.
  • Data Terkumpul di Kiri: Sebagian besar data akan terpusat di bagian kiri dari distribusi.

Secara visual, distribusi dengan skewness positif akan tampak miring ke arah kanan. Skewness positif bisa menunjukkan adanya outliers atau nilai ekstrem yang lebih tinggi dari kebanyakan data, yang dapat mempengaruhi analisis statistik lebih lanjut, seperti perhitungan mean atau standard deviation.

Data menunjukkan skewness positif yang signifikan (> 1). Oleh karena itu, metode Log Pearson Tipe III lebih sesuai digunakan untuk analisa frekuensi distribusi perhitungan curah hujan rancangan. Kurtosis menunjukkan distribusi yang lebih tajam dari normal (leptokurtik), yang menunjukkan adanya nilai ekstrem. Metode Distribusi Gumbel atau Log Pearson Tipe III lebih sesuai.

Metode Distribusi Gumbel

Parameter Gumbel :

  • Jumlah Data : 22 tahun
  • Yn : 0.526800
  • Sn : 1.075400

Curah Hujan Rancangan Metode Gumbel :

Kala Ulang (Tahun)YTCH Rancangan (mm)
20.366568.38
51.499998.365
102.2504118.217
202.9702137.26
253.1985143.301
503.9019161.909
1004.6001180.38
2005.2958198.784
10006.9073241.414
Sumber : Pengolahan Data oleh hidrologi.net