Curah Hujan Harian Maksimum Tahunan Grid TRMM-2381
Desa Probur, Kabupaten Alor

No. Tahun Curah Hujan (mm) Tanggal
1199889.461998-01-22
2199978.741999-04-04
3200074.472000-05-11
4200147.562001-01-05
5200250.832002-11-30
6200361.432003-12-19
7200448.372004-02-16
8200551.292005-02-02
9200668.282006-03-02
10200784.582007-11-12
11200874.192008-02-21
12200966.172009-02-17
13201044.452010-02-15
14201170.912011-01-11
15201240.902012-12-31
16201348.222013-12-02
17201477.402014-01-16
18201593.532015-02-22
192016105.032016-01-23
20201756.492017-11-14
212018120.712018-01-17
222019172.182019-02-10
Sumber Data : Pengolahan Data oleh hidrologi.net

Histogram Curah Hujan

1998
89.46 mm
1999
78.74 mm
2000
74.47 mm
2001
47.56 mm
2002
50.83 mm
2003
61.43 mm
2004
48.37 mm
2005
51.29 mm
2006
68.28 mm
2007
84.58 mm
2008
74.19 mm
2009
66.17 mm
2010
44.45 mm
2011
70.91 mm
2012
40.90 mm
2013
48.22 mm
2014
77.40 mm
2015
93.53 mm
2016
105.03 mm
2017
56.49 mm
2018
120.71 mm
2019
172.18 mm

Statistik Deskriptif Curah Hujan

  • Rata-rata: 73.87 mm
  • Median: 69.60 mm
  • Standar Deviasi: 30.21 mm
  • Skewness (Kemencengan): 1.81
  • Kurtosis: 4.39
Skewness (Kemencengan)

Skewness positif (positive skewness) dalam data statistik menunjukkan bahwa distribusi data memiliki ekor yang lebih panjang atau "berat" di sisi kanan (lebih tinggi dari nilai tengah atau rata-rata). Ini berarti sebagian besar nilai data cenderung lebih rendah dari rata-rata, tetapi ada beberapa nilai yang jauh lebih tinggi yang menyebabkan ekor di sebelah kanan distribusi.

Karakteristik dari distribusi dengan skewness positif:

  • Mean > Median > Modus: Karena adanya nilai-nilai yang sangat tinggi, mean (rata-rata) akan lebih besar daripada median, dan median akan lebih besar dari modus.
  • Ekor Kanan Panjang: Skewness positif menghasilkan ekor di sebelah kanan distribusi lebih panjang dibandingkan dengan sisi kiri.
  • Data Terkumpul di Kiri: Sebagian besar data akan terpusat di bagian kiri dari distribusi.

Secara visual, distribusi dengan skewness positif akan tampak miring ke arah kanan. Skewness positif bisa menunjukkan adanya outliers atau nilai ekstrem yang lebih tinggi dari kebanyakan data, yang dapat mempengaruhi analisis statistik lebih lanjut, seperti perhitungan mean atau standard deviation.

Data menunjukkan skewness positif yang signifikan (> 1). Oleh karena itu, metode Log Pearson Tipe III lebih sesuai digunakan untuk analisa frekuensi distribusi perhitungan curah hujan rancangan. Kurtosis menunjukkan distribusi yang lebih tajam dari normal (leptokurtik), yang menunjukkan adanya nilai ekstrem. Metode Distribusi Gumbel atau Log Pearson Tipe III lebih sesuai.

Metode Distribusi Gumbel

Parameter Gumbel :

  • Jumlah Data : 22 tahun
  • Yn : 0.526800
  • Sn : 1.075400

Curah Hujan Rancangan Metode Gumbel :

Kala Ulang (Tahun)YTCH Rancangan (mm)
20.366569.369
51.4999101.206
102.2504122.284
202.9702142.503
253.1985148.917
503.9019168.675
1004.6001188.286
2005.2958207.827
10006.9073253.09
Sumber : Pengolahan Data oleh hidrologi.net