Curah Hujan Harian Maksimum Tahunan Grid TRMM-2409
Desa Ndikosapu, Kabupaten Ende

No. Tahun Curah Hujan (mm) Tanggal
11998119.531998-12-01
21999107.871999-03-03
3200070.332000-03-13
4200146.502001-03-18
5200276.972002-04-10
62003210.842003-03-31
7200473.132004-02-02
8200584.822005-10-20
9200680.152006-12-31
102007101.832007-03-16
11200873.252008-02-19
12200984.472009-03-03
13201056.192010-03-06
14201172.322011-02-23
152012123.572012-03-14
16201399.152013-04-08
17201470.852014-03-09
18201584.072015-03-06
192016134.532016-01-30
202017112.582017-04-01
21201847.392018-03-09
22201971.602019-02-01
Sumber Data : Pengolahan Data oleh hidrologi.net

Histogram Curah Hujan

1998
119.53 mm
1999
107.87 mm
2000
70.33 mm
2001
46.50 mm
2002
76.97 mm
2003
210.84 mm
2004
73.13 mm
2005
84.82 mm
2006
80.15 mm
2007
101.83 mm
2008
73.25 mm
2009
84.47 mm
2010
56.19 mm
2011
72.32 mm
2012
123.57 mm
2013
99.15 mm
2014
70.85 mm
2015
84.07 mm
2016
134.53 mm
2017
112.58 mm
2018
47.39 mm
2019
71.60 mm

Statistik Deskriptif Curah Hujan

  • Rata-rata: 91.00 mm
  • Median: 82.11 mm
  • Standar Deviasi: 35.72 mm
  • Skewness (Kemencengan): 1.86
  • Kurtosis: 5.16
Skewness (Kemencengan)

Skewness positif (positive skewness) dalam data statistik menunjukkan bahwa distribusi data memiliki ekor yang lebih panjang atau "berat" di sisi kanan (lebih tinggi dari nilai tengah atau rata-rata). Ini berarti sebagian besar nilai data cenderung lebih rendah dari rata-rata, tetapi ada beberapa nilai yang jauh lebih tinggi yang menyebabkan ekor di sebelah kanan distribusi.

Karakteristik dari distribusi dengan skewness positif:

  • Mean > Median > Modus: Karena adanya nilai-nilai yang sangat tinggi, mean (rata-rata) akan lebih besar daripada median, dan median akan lebih besar dari modus.
  • Ekor Kanan Panjang: Skewness positif menghasilkan ekor di sebelah kanan distribusi lebih panjang dibandingkan dengan sisi kiri.
  • Data Terkumpul di Kiri: Sebagian besar data akan terpusat di bagian kiri dari distribusi.

Secara visual, distribusi dengan skewness positif akan tampak miring ke arah kanan. Skewness positif bisa menunjukkan adanya outliers atau nilai ekstrem yang lebih tinggi dari kebanyakan data, yang dapat mempengaruhi analisis statistik lebih lanjut, seperti perhitungan mean atau standard deviation.

Data menunjukkan skewness positif yang signifikan (> 1). Oleh karena itu, metode Log Pearson Tipe III lebih sesuai digunakan untuk analisa frekuensi distribusi perhitungan curah hujan rancangan. Kurtosis menunjukkan distribusi yang lebih tajam dari normal (leptokurtik), yang menunjukkan adanya nilai ekstrem. Metode Distribusi Gumbel atau Log Pearson Tipe III lebih sesuai.

Metode Distribusi Gumbel

Parameter Gumbel :

  • Jumlah Data : 22 tahun
  • Yn : 0.526800
  • Sn : 1.075400

Curah Hujan Rancangan Metode Gumbel :

Kala Ulang (Tahun)YTCH Rancangan (mm)
20.366585.672
51.4999123.32
102.2504148.247
202.9702172.157
253.1985179.742
503.9019203.107
1004.6001226.299
2005.2958249.406
10006.9073302.933
Sumber : Pengolahan Data oleh hidrologi.net