Curah Hujan Harian Maksimum Tahunan Grid TRMM-2411
Desa Hoder, Kabupaten Sikka

No. Tahun Curah Hujan (mm) Tanggal
1199849.671998-12-25
2199984.921999-03-01
3200071.642000-02-12
4200173.272001-12-18
5200266.032002-04-10
62003156.072003-03-31
7200454.042004-02-28
82005105.582005-10-20
9200695.042006-03-03
10200755.602007-12-27
11200853.472008-02-21
12200970.832009-01-30
13201057.452010-01-24
14201165.702011-01-11
15201262.562012-05-11
16201378.422013-04-08
17201489.322014-03-18
18201562.882015-12-18
19201653.062016-01-30
202017125.542017-04-01
21201863.972018-12-26
22201945.822019-02-10
Sumber Data : Pengolahan Data oleh hidrologi.net

Histogram Curah Hujan

1998
49.67 mm
1999
84.92 mm
2000
71.64 mm
2001
73.27 mm
2002
66.03 mm
2003
156.07 mm
2004
54.04 mm
2005
105.58 mm
2006
95.04 mm
2007
55.60 mm
2008
53.47 mm
2009
70.83 mm
2010
57.45 mm
2011
65.70 mm
2012
62.56 mm
2013
78.42 mm
2014
89.32 mm
2015
62.88 mm
2016
53.06 mm
2017
125.54 mm
2018
63.97 mm
2019
45.82 mm

Statistik Deskriptif Curah Hujan

  • Rata-rata: 74.59 mm
  • Median: 65.87 mm
  • Standar Deviasi: 26.69 mm
  • Skewness (Kemencengan): 1.74
  • Kurtosis: 3.26
Skewness (Kemencengan)

Skewness positif (positive skewness) dalam data statistik menunjukkan bahwa distribusi data memiliki ekor yang lebih panjang atau "berat" di sisi kanan (lebih tinggi dari nilai tengah atau rata-rata). Ini berarti sebagian besar nilai data cenderung lebih rendah dari rata-rata, tetapi ada beberapa nilai yang jauh lebih tinggi yang menyebabkan ekor di sebelah kanan distribusi.

Karakteristik dari distribusi dengan skewness positif:

  • Mean > Median > Modus: Karena adanya nilai-nilai yang sangat tinggi, mean (rata-rata) akan lebih besar daripada median, dan median akan lebih besar dari modus.
  • Ekor Kanan Panjang: Skewness positif menghasilkan ekor di sebelah kanan distribusi lebih panjang dibandingkan dengan sisi kiri.
  • Data Terkumpul di Kiri: Sebagian besar data akan terpusat di bagian kiri dari distribusi.

Secara visual, distribusi dengan skewness positif akan tampak miring ke arah kanan. Skewness positif bisa menunjukkan adanya outliers atau nilai ekstrem yang lebih tinggi dari kebanyakan data, yang dapat mempengaruhi analisis statistik lebih lanjut, seperti perhitungan mean atau standard deviation.

Data menunjukkan skewness positif yang signifikan (> 1). Oleh karena itu, metode Log Pearson Tipe III lebih sesuai digunakan untuk analisa frekuensi distribusi perhitungan curah hujan rancangan. Kurtosis menunjukkan distribusi yang lebih tajam dari normal (leptokurtik), yang menunjukkan adanya nilai ekstrem. Metode Distribusi Gumbel atau Log Pearson Tipe III lebih sesuai.

Metode Distribusi Gumbel

Parameter Gumbel :

  • Jumlah Data : 22 tahun
  • Yn : 0.526800
  • Sn : 1.075400

Curah Hujan Rancangan Metode Gumbel :

Kala Ulang (Tahun)YTCH Rancangan (mm)
20.366570.608
51.499998.736
102.2504117.36
202.9702135.224
253.1985140.891
503.9019158.347
1004.6001175.675
2005.2958192.94
10006.9073232.931
Sumber : Pengolahan Data oleh hidrologi.net