Curah Hujan Harian Maksimum Tahunan Grid TRMM-2432
Desa Dira Tana, Kabupaten Sumba Barat

No. Tahun Curah Hujan (mm) Tanggal
1199878.351998-01-21
2199994.601999-02-04
3200070.382000-12-03
4200171.122001-10-31
52002160.102002-04-11
62003107.782003-01-07
7200493.542004-01-30
8200575.502005-11-20
9200669.292006-01-06
10200785.632007-12-23
11200869.712008-04-06
12200988.922009-02-10
13201081.242010-01-31
14201165.822011-02-23
152012121.262012-03-19
16201383.202013-12-24
17201475.572014-03-08
18201593.722015-03-06
19201694.312016-01-25
202017112.932017-02-01
212018124.452018-02-21
22201960.992019-04-02
Sumber Data : Pengolahan Data oleh hidrologi.net

Histogram Curah Hujan

1998
78.35 mm
1999
94.60 mm
2000
70.38 mm
2001
71.12 mm
2002
160.10 mm
2003
107.78 mm
2004
93.54 mm
2005
75.50 mm
2006
69.29 mm
2007
85.63 mm
2008
69.71 mm
2009
88.92 mm
2010
81.24 mm
2011
65.82 mm
2012
121.26 mm
2013
83.20 mm
2014
75.57 mm
2015
93.72 mm
2016
94.31 mm
2017
112.93 mm
2018
124.45 mm
2019
60.99 mm

Statistik Deskriptif Curah Hujan

  • Rata-rata: 89.93 mm
  • Median: 84.41 mm
  • Standar Deviasi: 23.60 mm
  • Skewness (Kemencengan): 1.43
  • Kurtosis: 2.41
Skewness (Kemencengan)

Skewness positif (positive skewness) dalam data statistik menunjukkan bahwa distribusi data memiliki ekor yang lebih panjang atau "berat" di sisi kanan (lebih tinggi dari nilai tengah atau rata-rata). Ini berarti sebagian besar nilai data cenderung lebih rendah dari rata-rata, tetapi ada beberapa nilai yang jauh lebih tinggi yang menyebabkan ekor di sebelah kanan distribusi.

Karakteristik dari distribusi dengan skewness positif:

  • Mean > Median > Modus: Karena adanya nilai-nilai yang sangat tinggi, mean (rata-rata) akan lebih besar daripada median, dan median akan lebih besar dari modus.
  • Ekor Kanan Panjang: Skewness positif menghasilkan ekor di sebelah kanan distribusi lebih panjang dibandingkan dengan sisi kiri.
  • Data Terkumpul di Kiri: Sebagian besar data akan terpusat di bagian kiri dari distribusi.

Secara visual, distribusi dengan skewness positif akan tampak miring ke arah kanan. Skewness positif bisa menunjukkan adanya outliers atau nilai ekstrem yang lebih tinggi dari kebanyakan data, yang dapat mempengaruhi analisis statistik lebih lanjut, seperti perhitungan mean atau standard deviation.

Data menunjukkan skewness positif yang signifikan (> 1). Oleh karena itu, metode Log Pearson Tipe III lebih sesuai digunakan untuk analisa frekuensi distribusi perhitungan curah hujan rancangan. Kurtosis menunjukkan distribusi yang lebih datar dari normal (platykurtik). Metode Distribusi Normal atau Log-Normal mungkin sesuai.

Metode Distribusi Gumbel

Parameter Gumbel :

  • Jumlah Data : 22 tahun
  • Yn : 0.526800
  • Sn : 1.075400

Curah Hujan Rancangan Metode Gumbel :

Kala Ulang (Tahun)YTCH Rancangan (mm)
20.366586.41
51.4999111.279
102.2504127.744
202.9702143.538
253.1985148.548
503.9019163.982
1004.6001179.301
2005.2958194.565
10006.9073229.922
Sumber : Pengolahan Data oleh hidrologi.net