hidrologi.net
Innovating Water Management
Modul: Sungai / Sabo
Tanggal cetak: 27-04-2026 17:44
ID Analisa: 1
Status Tahapan: Pradesain Hidrolik
Status Stabilitas: Tidak Aman

Ringkasan Analisa Sabodam

Perhitungan Sabodam 1 — Basic Design Sabodam 1

1. Identitas Pekerjaan

Kode Analisa SABO-20260427-0001
Nama Analisa Perhitungan Sabodam 1
Nama Pekerjaan Basic Design Sabodam 1
Nama Sungai Sungai Contoh 1
DAS / Sub-DAS DAS Contoh 1
Lokasi Kelurahan 1, Kecamatan 1, Kota Padang, Sumatera Barat
Tahun Desain 2026
Jenis Kegiatan Desain Baru
Tanggal Dibuat 27-04-2026 14:55
Tanggal Update 27-04-2026 16:08

2. Rekomendasi dan Tipe Desain

Rekomendasi Tipe Sabodam Tipe Tertutup
Tipe Desain Sabodam Tipe Tertutup
Status Tahapan Pradesain Hidrolik
Status Stabilitas Tidak Aman

Dasar Rekomendasi

Skor tipe tertutup: 36
Skor tipe terbuka: 19
Tingkat keyakinan: Tinggi
Alasan Teknis - Apa fungsi utama sabodam pada lokasi ini?: Menampung sedimen secara tetap atau sementara
- Bagaimana karakter aliran sedimen/debris di lokasi?: Didominasi pasir, kerikil, atau kerakal kecil
- Bagaimana ukuran material besar/boulder yang dijumpai?: Umumnya kurang dari 0,5 m
- Apakah tersedia ruang tampungan sedimen di hulu rencana sabodam?: Tersedia luas dan tidak mengganggu aset penting
- Bagaimana posisi lokasi rencana terhadap alur sungai?: Ruas sungai relatif lurus
- Apakah sebagian sedimen perlu tetap diloloskan ke hilir?: Tidak perlu, sedimen sebaiknya ditahan sebanyak mungkin
- Bagaimana potensi penyumbatan oleh kayu hanyut atau material campuran?: Rendah
- Bagaimana kondisi geologi atau fondasi awal lokasi rencana?: Relatif baik / batuan atau tanah dasar kuat
- Apakah terdapat kondisi khusus yang memerlukan kajian hidrolik lebih rinci?: Tidak ada kondisi khusus yang dominan
- Seberapa lengkap data awal yang tersedia?: Sebagian data tersedia
Catatan Risiko - Rekomendasi tipe merupakan rekomendasi awal dan harus diverifikasi dengan data teknis.
- Jika data sedimen, geoteknik, atau topografi belum lengkap, tipe final dapat berubah.
Data Perlu Dilengkapi - Saboplan untuk menentukan kebutuhan jumlah sabodam dan kapasitas tampungan.
- Investigasi geoteknik dan parameter fondasi.
- Kajian sedimen, gradasi material, D50, D95, dan diameter boulder maksimum.

3. Data Teknis Minimal

Kemiringan Dasar Sungai, I 0.287000
Sudut Dasar Sungai, θ 16.013°
Lebar Sungai, B 20.000 m
Tinggi Dam Rencana, h 5.000 m
Tinggi Sedimen, hs 3.000 m
Tinggi Total Dam, H 8.000 m
Debit Banjir Rencana, Qp 20.000 m³/s
D50 75.000 mm
D95 1.200 m
Sudut Geser Sedimen, φ 35.000°
Daya Dukung Izin 647.200 kPa

Parameter Default / Lanjutan

ρ Campuran 1.2000
σ Sedimen 2.3400
C* 0.6000
Cs 0.5000
Koefisien Geser Fondasi, f 0.6000
γc Beton 22.540 kN/m³
γs Sedimen 14.700 kN/m³
γw Air 9.800 kN/m³
Koefisien Pelimpahan, C 0.6000
n Manning Debris 0.1000

4. Hasil Pradesain Hidrolik

Cd Hitung0.731
Cd Desain0.540
Debit Banjir, Qp20.000 m³/s
Debit Desain, Qd30.800 m³/s
Debit Puncak Debris, Qsp200.000 m³/s
Lebar Aliran Debris16.000 m
Tinggi Aliran Debris, hd1.900 m
Kecepatan Debris, Vdf6.990 m/s

Dimensi Utama

Lebar Sungai, B20.000 m
Lebar Dasar Pelimpah, B116.000 m
Lebar Muka Air, B217.100 m
Tinggi Muka Air, h31.100 m
Tinggi Jagaan, F0.600 m
Lebar Mercu, b23.000 m
Kemiringan Hulu, m0.500
Kemiringan Hilir, n0.200
Lebar Dasar Dam, b2'8.600 m

Apron dan Subdam

Tebal Apron1.000 m
Panjang Apron Hidrolik14.252 m
Panjang Apron Empiris14.175 m
Panjang Apron Desain15.000 m
Tinggi Subdam Minimum2.000 m
Tinggi Subdam Maksimum2.667 m
Tinggi Subdam Desain2.400 m
Tinggi Ambang Subdam1.400 m

5. Uraian Perhitungan Pradesain Hidrolik

Data Dasar Perhitungan

Data
Kemiringan dasar sungai, I = 0.287 Sudut dasar sungai, θ = 16.013° Lebar sungai, B = 20.000 m Tinggi dam rencana dari dasar sungai, h = 5.000 m Tinggi sedimen, hs = 3.000 m Tinggi total dam, H = 8.000 m Debit banjir, Qp = 20.000 m³/s D50 = 75.000 mm D95 = 1.200 m Sudut geser dalam sedimen, φ = 35.000° ρ = 1.200 σ = 2.340 C* = 0.600 Cs = 0.500 γc = 22.540 kN/m³ γs = 14.700 kN/m³ γw = 9.800 kN/m³
Rumus
Data dasar digunakan sebagai input untuk seluruh tahapan pradesain.
Substitusi
-
Hasil
Data dasar telah dibaca dari input data teknis minimal.
Kesimpulan Perhitungan pradesain dilanjutkan dengan analisis debit desain dan debit puncak aliran debris.

1.1 Perhitungan Konsentrasi Sedimen Aliran Debris

Data
ρ = 1.200 σ = 2.340 θ = 16.013° φ = 35.000° C* = 0.600
Rumus
Cd = ρ tan θ / ((σ − ρ) × (tan φ − tan θ)) Jika Cd ≥ 0.9 × C*, maka Cd = 0.9 × C*
Substitusi
Cd hitung = 0.731 0.9 × C* = 0.9 × 0.600 = 0.540
Hasil
Cd desain = 0.540
Kesimpulan Konsentrasi sedimen desain yang digunakan adalah Cd = 0.540.

1.2 Perhitungan Debit Desain

Data
Qp = 20.000 m³/s Cd = 0.540
Rumus
Qd = (1 + Cd) × Qp
Substitusi
Qd = (1 + 0.540) × 20.000
Hasil
Qd = 30.800 m³/s
Kesimpulan Debit desain untuk perhitungan pelimpah adalah Qd = 30.800 m³/s.

1.3 Perhitungan Debit Puncak Aliran Debris

Data
C* = 0.600 Cd = 0.540 Qp = 20.000 m³/s
Rumus
Qsp = C* / (C* − Cd) × Qp
Substitusi
Qsp = 0.600 / (0.600 − 0.540) × 20.000
Hasil
Qsp = 200.000 m³/s
Kesimpulan Debit puncak aliran debris adalah Qsp = 200.000 m³/s.

1.4 Penentuan Lebar Aliran Debris

Data
Lebar sungai, B = 20.000 m Faktor lebar aliran debris = 0.800
Rumus
Bdebris = 80% × B
Substitusi
Bdebris = 0.800 × 20.000
Hasil
Bdebris = 16.000 m
Kesimpulan Lebar aliran debris yang digunakan adalah 16.000 m.

1.5 Perhitungan Tinggi dan Kecepatan Rata-rata Aliran Debris

Data
Qsp = 200.000 m³/s Bdebris = 16.000 m n Manning = 0.100 θ = 16.013°
Rumus
Qsp = hd × Bdebris × Vdf Vdf = (1/n) × R^(2/3) × (sin θ)^(1/2) R = (hd × Bdebris) / (Bdebris + 2hd)
Substitusi
Perhitungan dilakukan dengan trial and error/iterasi terhadap hd sampai Q hitung mendekati Qsp. R hasil = 1.535 m Q check = 212.500 m³/s
Hasil
hd = 1.900 m Vdf = 6.990 m/s
Kesimpulan Tinggi dan kecepatan aliran debris digunakan untuk perhitungan gaya akibat aliran debris.

2. Perhitungan Dimensi Pelimpah

Data
B = 20.000 m Faktor B1 = 0.800 C = 0.600 Qd = 30.800 m³/s
Rumus
B1 = 80% × B Qd = 2/15 × C × √(2g) × (3B1 + 2B2) × h3^(3/2) B2 = B1 + 2 × m2 × h3
Substitusi
B1 = 0.800 × 20.000 = 16.000 m h3 dihitung dengan iterasi terhadap Qd.
Hasil
B1 = 16.000 m h3 = 1.100 m B2 = 17.100 m F = 0.600 m
Kesimpulan Dimensi pelimpah awal telah dihitung berdasarkan debit desain.

3. Perhitungan Lebar Mercu Pelimpah

Data
Tipe sedimen dan sifat hidraulik aliran dipertimbangkan dalam pemilihan lebar mercu.
Rumus
Lebar mercu ditentukan berdasarkan ketentuan tabel desain dan karakter sedimen.
Substitusi
Untuk kondisi sedimen berupa batu-batu besar dan aliran kolektif, digunakan lebar mercu awal.
Hasil
b2 = 3.000 m
Kesimpulan Lebar mercu pelimpah yang digunakan adalah b2 = 3.000 m.

4. Perhitungan Kemiringan Tubuh Dam Utama

Data
H = 8.000 m h3 = 1.100 m F = 0.600 m b2 = 3.000 m γc = 22.540 kN/m³ γw = 9.800 kN/m³
Rumus
α = (h3 + F) / H β = b2 / H γ = γc / γw (1 + α)m² + [2(n + β) + n(4α + γ) + 2αβ]m − ... = 0 b2' = mH + nH + b2
Substitusi
α = 0.213 β = 0.375 γ = 2.300
Hasil
m hitung = 0.270 m desain = 0.500 n desain = 0.200 b2' = 8.600 m
Kesimpulan Kemiringan tubuh dam utama dan lebar dasar dam digunakan sebagai input perhitungan stabilitas.

5.1 Perhitungan Tebal Lantai Apron

Data
H = 8.000 m h3 = 1.100 m
Rumus
Dengan kolam olak: t = 0.1 × (0.6H1 + 3h3 − 1.0), H1 = H − t Tanpa kolam olak: t = 0.2 × (0.6H1 + 3h3 − 1.0), H1 = H − t
Substitusi
Perhitungan dilakukan untuk dua kondisi, yaitu dengan kolam olak dan tanpa kolam olak.
Hasil
t dengan kolam olak = 0.670 m H1 dengan kolam olak = 7.330 m t tanpa kolam olak = 1.268 m H1 tanpa kolam olak = 6.732 m t desain = 1.000 m
Kesimpulan Tebal apron desain diambil berdasarkan kondisi dengan kolam olak dan pembulatan konstruktif.

5.2 Perhitungan Panjang Lantai Apron

Data
Qd = 30.800 m³/s B1 = 16.000 m B2 = 17.100 m h3 = 1.100 m β loncatan = 4.500
Rumus
L = b1 + x + lw v1 = √(2g(H1 + h3)) q1 = Qd / (0.5 × (B1 + B2)) h1'' = q1 / v1 F1 = v1 / √(g × h1'') hj = h1''/2 × (√(1 + 8F1²) − 1) x = β × hj q0 = Qd / B v0 = q0 / h3 lw = v0 × √(2(H1 + 0.5h3) / g)
Substitusi
Perhitungan dilakukan berurutan dari kecepatan jatuh, debit per meter, Froude, tinggi loncatan, panjang olakan, dan panjang terjunan.
Hasil
b1 subdam = 3.000 m v1 = 12.606 m/s q1 = 1.861 m³/s/m h1'' = 0.148 m F1 = 10.476 hj = 2.114 m x = 9.515 m q0 = 1.540 m³/s/m v0 = 1.400 m/s lw = 1.737 m L hidrolik = 14.252 m L empiris = 14.175 m L desain = 15.000 m
Kesimpulan Panjang apron desain diambil dari nilai yang lebih konservatif antara perhitungan hidrolik dan empiris.

6. Perhitungan Dimensi Tubuh Subdam

Data
H = 8.000 m t apron = 1.000 m D50 = 75.000 mm
Rumus
h2 = 1/4H sampai 1/3H h1' = h2 − t H2 = h2 + Dh2
Substitusi
h2 minimum = 1/4 × H h2 maksimum = 1/3 × H Dh2 diambil sebagai pendekatan awal terhadap potensi scouring.
Hasil
h2 minimum = 2.000 m h2 maksimum = 2.667 m h2 desain = 2.400 m h1' = 1.400 m Dh2 = 2.210 m H2 = 5.000 m
Kesimpulan Dimensi awal subdam telah dihitung. Nilai Dh2 perlu diverifikasi dengan analisis gerusan lokal.

6. Gaya dan Momen

Kondisi Banjir Air

Beban Notasi V
kN
H
kN
Lengan
m
Momen Penahan
kNm
Momen Pengguling
kNm
Berat Sendiri
Berat tubuh hilir
W1 144.256 - 7.533 1,086.729 -
Berat Sendiri
Berat tubuh tengah
W2 540.960 - 5.500 2,975.280 -
Berat Sendiri
Berat tubuh hulu
W3 360.640 - 2.667 961.707 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air 1
Pv1 156.800 - 1.333 209.067 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air 2
Pv2 75.460 - 3.500 264.110 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 1
Ph1 - 313.600 2.667 - 836.267
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 2
Ph2 - 86.240 4.000 - 344.960
Σ 1,278.116 399.840 5,496.892 1,181.227

Kondisi Banjir Debris

Beban Notasi V
kN
H
kN
Lengan
m
Momen Penahan
kNm
Momen Pengguling
kNm
Berat Sendiri
Berat tubuh hilir
W1 144.256 - 7.533 1,086.729 -
Berat Sendiri
Berat tubuh tengah
W2 540.960 - 5.500 2,975.280 -
Berat Sendiri
Berat tubuh hulu
W3 360.640 - 2.667 961.707 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air
Pv1 156.800 - 1.333 209.067 -
Tekanan Sedimen
Komponen vertikal tekanan sedimen
Psv 33.075 - 0.500 16.538 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 1
Ph1 - 44.100 2.667 - 117.600
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 2
Ph2 - 32.340 4.000 - 129.360
Tekanan Tanah / Sedimen
Tekanan sedimen 1
Psh1 - 33.075 1.000 - 33.075
Tekanan Tanah / Sedimen
Tekanan sedimen 2
Psh2 - 60.083 1.500 - 90.124
Tekanan Aliran Debris
Gaya akibat aliran debris
F - 320.254 5.500 - 1,761.395
Σ 1,235.731 489.852 5,249.319 2,131.555

7. Pemeriksaan Stabilitas Detail

Kondisi FK Guling FK Geser Eksentrisitas q max q min Status
Kondisi Banjir Air 4.654
min 2.000
1.918
min 1.200
0.923 m
batas 1.433 m
244.365 kPa 52.872 kPa Aman
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.200.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 1.433 m.
Kondisi Banjir Debris 2.463
min 2.000
1.514
min 1.200
1.777 m
batas 1.433 m
321.830 kPa -34.451 kPa Tidak Aman
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.200.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 1.433 m.
q min bernilai negatif, menunjukkan resultan berada di luar inti tengah. Dimensi dasar perlu diperiksa kembali.
Status akhir stabilitas: Tidak aman. Dimensi dan/atau parameter desain perlu diperiksa kembali.

8. Uraian Perhitungan Stabilitas

Pemeriksaan Stabilitas Dam Utama - Kondisi Banjir Air

Data
ΣV = 1,278.116 kN ΣH = 399.840 kN ΣM penahan = 5,496.892 kNm ΣM pengguling = 1,181.227 kNm q izin = 647.200 kPa
Rumus
FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')
Substitusi
FK guling = 5,496.892 / 1,181.227 FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal. e = 0.923 m
Hasil
FK guling = 4.654 → AMAN FK geser = 1.918 → AMAN e = 0.923 m; batas = 1.433 m q max = 244.365 kPa q min = 52.872 kPa Status daya dukung = AMAN
Kesimpulan Status stabilitas pada kondisi banjir air adalah AMAN.

Pemeriksaan Stabilitas Dam Utama - Kondisi Banjir Debris

Data
ΣV = 1,235.731 kN ΣH = 489.852 kN ΣM penahan = 5,249.319 kNm ΣM pengguling = 2,131.555 kNm q izin = 647.200 kPa
Rumus
FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')
Substitusi
FK guling = 5,249.319 / 2,131.555 FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal. e = 1.777 m
Hasil
FK guling = 2.463 → AMAN FK geser = 1.514 → AMAN e = 1.777 m; batas = 1.433 m q max = 321.830 kPa q min = -34.451 kPa Status daya dukung = TIDAK AMAN
Kesimpulan Status stabilitas pada kondisi banjir debris adalah TIDAK AMAN.

9. Quantity Pekerjaan

No Kode Item Uraian Item Satuan Volume Status
1 SABO_BETON_DAM_UTAMA Beton / pasangan tubuh dam utama
Rumus: ((lebar dasar dam + lebar mercu) / 2) x tinggi dam x lebar sungai - volume lubang/slit
Volume awal berbasis pendekatan geometri penampang tubuh dam.
m3 3,200.000 Otomatis
2 SABO_VOID_SLIT Pengurangan volume akibat slit / celah
Rumus: jumlah slit x lebar slit x tinggi slit x lebar mercu
Volume dicatat sebagai volume pengurang pada sabodam tipe terbuka.
m3 160.000 Otomatis
3 SABO_BETON_APRON Beton / pasangan apron
Rumus: panjang apron x lebar apron x tebal apron
Volume awal apron berdasarkan dimensi input.
m3 1,500.000 Otomatis
4 SABO_BETON_SUBDAM Beton / pasangan subdam
Rumus: tinggi subdam x lebar mercu subdam x lebar sungai
Volume awal subdam, perlu disempurnakan dengan bentuk penampang subdam.
m3 360.000 Otomatis
5 SABO_BETON_SAYAP_LINDUNG Beton / pasangan sayap lindung
Rumus: (panjang sayap kiri + panjang sayap kanan) x lebar mercu x tinggi dam
Volume awal sayap lindung.
m3 768.000 Otomatis
6 SABO_BETON_TEMBOK_TEPI Beton / pasangan tembok tepi kiri dan kanan
Rumus: ((lebar atas + lebar bawah) / 2 x tinggi tembok tepi) x panjang apron x 2
Volume awal tembok tepi kiri dan kanan.
m3 412.500 Otomatis
7 SABO_GALIAN_FONDASI Galian fondasi sabodam
Rumus: diisi manual berdasarkan gambar galian/fondasi
Item disiapkan untuk diisi manual setelah geometri fondasi tersedia.
m3 0.000 Manual
8 SABO_RIPRAP_HILIR Riprap / perlindungan gerusan hilir
Rumus: diisi manual berdasarkan desain perlindungan gerusan lokal
Item disiapkan untuk perlindungan gerusan lokal hilir subdam/apron.
m3 0.000 Manual
Total volume item otomatis: 6,400.500 m³
Total volume item manual: 0.000 m³

10. Rencana Anggaran Biaya

No Kode Item Uraian Item Satuan Volume Harga Satuan Jumlah Harga Sumber
1 SABO_BETON_DAM_UTAMA Beton / pasangan tubuh dam utama m3 3,200.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
2 SABO_VOID_SLIT Pengurangan volume akibat slit / celah m3 160.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
3 SABO_BETON_APRON Beton / pasangan apron m3 1,500.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
4 SABO_BETON_SUBDAM Beton / pasangan subdam m3 360.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
5 SABO_BETON_SAYAP_LINDUNG Beton / pasangan sayap lindung m3 768.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
6 SABO_BETON_TEMBOK_TEPI Beton / pasangan tembok tepi kiri dan kanan m3 412.500 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
7 SABO_GALIAN_FONDASI Galian fondasi sabodam m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
8 SABO_RIPRAP_HILIR Riprap / perlindungan gerusan hilir m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
Subtotal Rp 0
PPN 11.00% Rp 0
Total Rp 0
Subtotal RAB masih bernilai nol. Harga satuan kemungkinan belum diisi.

11. Kesimpulan Ringkas

Berdasarkan data yang tersedia, analisa sabodam telah disusun dengan tipe desain Sabodam Tipe Tertutup. Proses perhitungan meliputi input data teknis minimal, pradesain hidrolik, gaya dan momen, serta pemeriksaan stabilitas detail.

Hasil pemeriksaan stabilitas menunjukkan status tidak aman. Dimensi, parameter material, kondisi fondasi, atau gaya-gaya yang bekerja perlu diperiksa kembali.

Peringatan teknis: Hasil cetak ini merupakan keluaran otomatis modul hidrologi.net. Hasil perhitungan, dimensi, stabilitas, quantity, dan RAB tetap harus diverifikasi oleh tenaga ahli sebelum digunakan sebagai dokumen desain final.