hidrologi.net
Innovating Water Management
Modul: Sungai / Sabo
Tanggal cetak: 26-08-2026 17:16
ID Analisa: 10
Status Tahapan: Stabilitas Detail
Status Stabilitas: Tidak Aman

Laporan Analisa Sabodam

Sabo 1 Cibalagung — Sabo 1 Cibalagung

1. Identitas Pekerjaan

Kode AnalisaSABO-20260620-0001
Nama AnalisaSabo 1 Cibalagung
Nama PekerjaanSabo 1 Cibalagung
Nama SungaiSungai Cibalagung
DAS / Sub-DASDAS Cibalagung
Lokasi-
Tahun Desain2026
Jenis KegiatanDesain Baru
Tanggal Dibuat20-06-2026 09:53
Tanggal Update20-06-2026 10:29

2. Rekomendasi dan Tipe Desain

Rekomendasi TipeSabodam Tipe Tertutup
Tipe DesainSabodam Tipe Tertutup
Status TahapanStabilitas Detail
Status StabilitasTidak Aman

Dasar Rekomendasi

Skor Tipe Tertutup35
Skor Tipe Terbuka22
Tingkat KeyakinanTinggi
Alasan Teknis- Apa fungsi utama sabodam pada lokasi ini?: Menampung sedimen secara tetap atau sementara
- Bagaimana karakter aliran sedimen/debris di lokasi?: Didominasi pasir, kerikil, atau kerakal kecil
- Bagaimana ukuran material besar/boulder yang dijumpai?: Sekitar 0,5 m sampai 1,0 m
- Apakah tersedia ruang tampungan sedimen di hulu rencana sabodam?: Tersedia luas dan tidak mengganggu aset penting
- Bagaimana posisi lokasi rencana terhadap alur sungai?: Ruas sungai relatif lurus
- Apakah sebagian sedimen perlu tetap diloloskan ke hilir?: Tidak perlu, sedimen sebaiknya ditahan sebanyak mungkin
- Bagaimana potensi penyumbatan oleh kayu hanyut atau material campuran?: Rendah
- Bagaimana kondisi geologi atau fondasi awal lokasi rencana?: Relatif baik / batuan atau tanah dasar kuat
- Apakah terdapat kondisi khusus yang memerlukan kajian hidrolik lebih rinci?: Tidak ada kondisi khusus yang dominan
- Seberapa lengkap data awal yang tersedia?: Cukup lengkap untuk pradesain
Data Perlu Dilengkapi- Saboplan untuk menentukan kebutuhan jumlah sabodam dan kapasitas tampungan.
- Investigasi geoteknik dan parameter fondasi.
- Kajian sedimen, gradasi material, D50, D95, dan diameter boulder maksimum.

3. Data Teknis Minimal

Kemiringan Dasar Sungai, I0.042700
Sudut Dasar Sungai, θ2.445°
Lebar Sungai, B8.000 m
Tinggi Dam Rencana, h8.000 m
Tinggi Sedimen, hs3.000 m
Tinggi Total Dam, H11.000 m
Debit Banjir Rencana, Qp62.570 m³/s
D500.250 mm
D951.000 m
Sudut Geser Sedimen, φ35.000°
Daya Dukung Tanah Izin647.200 kPa

Parameter Material dan Hidrolik

ρ Campuran1.2000
σ Sedimen2.3400
C*0.6000
Cs0.5000
γc Beton22.540 kN/m³
γs Sedimen14.700 kN/m³
γw Air9.800 kN/m³
Koefisien Pelimpahan, C0.6000
n Manning Debris0.1000
Koefisien Geser Fondasi, f0.6000
Kohesi, c0.000 kPa

4. Parameter Geometri Desain Tubuh Dam

Lebar mercu manual, b2 manualTidak diisi
Kemiringan hulu manual, m manualTidak diisi
Kemiringan hilir manual, n manualTidak diisi
m hitung0.364
m dipakai0.500
n dipakai0.200
b2 dipakai3.000 m
Lebar dasar dam, b2′8.600 m
Rumus geometri:
b2′ = mH + nH + b2. Jika input manual b2/m/n diisi, maka nilai manual digunakan pada pradesain.

5. Hasil Pradesain Hidrolik

Cd Hitung0.731
Cd Desain0.540
Debit Banjir, Qp62.570 m³/s
Debit Desain, Qd96.358 m³/s
Debit Puncak Debris, Qsp625.700 m³/s
Lebar Aliran Debris16.000 m
Tinggi Aliran Debris, hd4.000 m
Kecepatan Debris, Vdf10.100 m/s

Dimensi Utama

Lebar Sungai, B20.000 m
Lebar Dasar Pelimpah, B116.000 m
Lebar Muka Air, B218.200 m
Tinggi Muka Air, h32.200 m
Tinggi Jagaan, F0.600 m
Lebar Mercu, b23.000 m
Kemiringan Hulu, m0.500
Kemiringan Hilir, n0.200
Lebar Dasar Dam, b2′8.600 m

Apron dan Subdam

Tebal Apron Desain1.000 m
Tebal Apron Dengan Kolam Olak0.981 m
Tebal Apron Tanpa Kolam Olak1.857 m
Panjang Apron Hidrolik22.575 m
Panjang Apron Empiris16.100 m
Panjang Apron Desain23.000 m
Tinggi Subdam Minimum2.000 m
Tinggi Subdam Maksimum2.667 m
Tinggi Subdam Desain2.400 m
Tinggi Ambang Subdam1.400 m
Kedalaman Scouring, Dh22.210 m
Tinggi Total Subdam, H25.000 m

6. Sketsa Hasil Pradesain

6.1 Sketsa Dimensi Pelimpah

B1 = 16.00 m B2 = 18.20 m h3 = 2.20 m 1 0.5 Pelimpah

6.2 Sketsa Memanjang Apron dan Subdam

Sketsa Memanjang Dam Utama - Apron / Kolam Olak - Subdam Garis dasar sungai / fondasi Muka air hulu Apron / Kolam Olak Subdam fondasi / gerusan Dam Utama mercu b2 = 3.00 m H = 11.00 m h3 = 2.20 m F = 0.60 m L apron = 23.00 m t = 1.00 m h2 = 2.40 m h1' = 1.40 m H2 = 5.00 m Dh2 = 2.21 m lw = 2.81 m x = 16.76 m Referensi pelimpah: B1 = 16.00 m ; B2 = 18.20 m Kemiringan tubuh: m = 0.50 ; n = 0.20 arah aliran

Gambar D.2 — Sketsa memanjang hasil pradesain: dam utama, apron/kolam olak, dan subdam.

7. Uraian Perhitungan Pradesain Hidrolik

Data Dasar Perhitungan

Data
Kemiringan dasar sungai, I = 0.287 Sudut dasar sungai, θ = 16.013° Lebar sungai, B = 20.000 m Tinggi dam rencana dari dasar sungai, h = 5.000 m Tinggi sedimen, hs = 3.000 m Tinggi total dam, H = 8.000 m Debit banjir, Qp = 62.570 m³/s D50 = 75.000 mm D95 = 1.200 m Sudut geser dalam sedimen, φ = 35.000° ρ = 1.200 σ = 2.340 C* = 0.600 Cs = 0.500 γc = 22.540 kN/m³ γs = 14.700 kN/m³ γw = 9.800 kN/m³
Rumus
Data dasar digunakan sebagai input untuk seluruh tahapan pradesain.
Substitusi
-
Hasil
Data dasar telah dibaca dari input data teknis minimal.
Kesimpulan Perhitungan pradesain dilanjutkan dengan analisis debit desain dan debit puncak aliran debris.

1.1 Perhitungan Konsentrasi Sedimen Aliran Debris

Data
ρ = 1.200 σ = 2.340 θ = 16.013° φ = 35.000° C* = 0.600
Rumus
Cd = ρ tan θ / ((σ − ρ) × (tan φ − tan θ)) Jika Cd ≥ 0.9 × C*, maka Cd = 0.9 × C*
Substitusi
Cd hitung = 0.731 0.9 × C* = 0.9 × 0.600 = 0.540
Hasil
Cd desain = 0.540
Kesimpulan Konsentrasi sedimen desain yang digunakan adalah Cd = 0.540.

1.2 Perhitungan Debit Desain

Data
Qp = 62.570 m³/s Cd = 0.540
Rumus
Qd = (1 + Cd) × Qp
Substitusi
Qd = (1 + 0.540) × 62.570
Hasil
Qd = 96.358 m³/s
Kesimpulan Debit desain untuk perhitungan pelimpah adalah Qd = 96.358 m³/s.

1.3 Perhitungan Debit Puncak Aliran Debris

Data
C* = 0.600 Cd = 0.540 Qp = 62.570 m³/s
Rumus
Qsp = C* / (C* − Cd) × Qp
Substitusi
Qsp = 0.600 / (0.600 − 0.540) × 62.570
Hasil
Qsp = 625.700 m³/s
Kesimpulan Debit puncak aliran debris adalah Qsp = 625.700 m³/s.

1.4 Penentuan Lebar Aliran Debris

Data
Lebar sungai, B = 20.000 m Faktor lebar aliran debris = 0.800
Rumus
Bdebris = 80% × B
Substitusi
Bdebris = 0.800 × 20.000
Hasil
Bdebris = 16.000 m
Kesimpulan Lebar aliran debris yang digunakan adalah 16.000 m.

1.5 Perhitungan Tinggi dan Kecepatan Rata-rata Aliran Debris

Data
Qsp = 625.700 m³/s Bdebris = 16.000 m n Manning = 0.100 θ = 16.013°
Rumus
Qsp = hd × Bdebris × Vdf Vdf = (1/n) × R^(2/3) × (sin θ)^(1/2) R = (hd × Bdebris) / (Bdebris + 2hd)
Substitusi
Perhitungan dilakukan dengan trial and error/iterasi terhadap hd sampai Q hitung mendekati Qsp. R hasil = 2.667 m Q check = 646.407 m³/s
Hasil
hd = 4.000 m Vdf = 10.100 m/s
Kesimpulan Tinggi dan kecepatan aliran debris digunakan untuk perhitungan gaya akibat aliran debris.

2. Perhitungan Dimensi Pelimpah

Data
B = 20.000 m Faktor B1 = 0.800 C = 0.600 Qd = 96.358 m³/s
Rumus
B1 = 80% × B Qd = 2/15 × C × √(2g) × (3B1 + 2B2) × h3^(3/2) B2 = B1 + 2 × m2 × h3
Substitusi
B1 = 0.800 × 20.000 = 16.000 m h3 dihitung dengan iterasi terhadap Qd.
Hasil
B1 = 16.000 m h3 = 2.200 m B2 = 18.200 m F = 0.600 m
Kesimpulan Dimensi pelimpah awal telah dihitung berdasarkan debit desain.

3. Perhitungan Lebar Mercu Pelimpah

Data
Tipe sedimen dan sifat hidraulik aliran dipertimbangkan dalam pemilihan lebar mercu.
Rumus
Lebar mercu ditentukan berdasarkan ketentuan tabel desain dan karakter sedimen.
Substitusi
Untuk kondisi sedimen berupa batu-batu besar dan aliran kolektif, digunakan lebar mercu awal.
Hasil
b2 = 3.000 m
Kesimpulan Lebar mercu pelimpah yang digunakan adalah b2 = 3.000 m.

4. Perhitungan Kemiringan Tubuh Dam Utama

Data
H = 8.000 m h3 = 2.200 m F = 0.600 m b2 rekomendasi = 3.000 m b2 manual = tidak diisi b2 dipakai = 3.000 m γc = 22.540 kN/m³ γw = 9.800 kN/m³
Rumus
α = (h3 + F) / H β = b2 / H γ = γc / γw (1 + α)m² + [2(n + β) + n(4α + γ) + 2αβ]m − ... = 0 b2' = mH + nH + b2
Substitusi
α = 0.350 β = 0.375 γ = 2.300 m rekomendasi = 0.500 m manual = tidak diisi n rekomendasi = 0.200 n manual = tidak diisi
Hasil
m hitung = 0.364 m dipakai = 0.500 n dipakai = 0.200 b2 dipakai = 3.000 m b2' = 8.600 m
Kesimpulan Kemiringan tubuh dam utama dan lebar dasar dam dihitung dengan mempertimbangkan rekomendasi otomatis dan input manual jika tersedia.

5.1 Perhitungan Tebal Lantai Apron

Data
H = 8.000 m h3 = 2.200 m
Rumus
Dengan kolam olak: t = 0.1 × (0.6H1 + 3h3 − 1.0), H1 = H − t Tanpa kolam olak: t = 0.2 × (0.6H1 + 3h3 − 1.0), H1 = H − t
Substitusi
Perhitungan dilakukan untuk dua kondisi, yaitu dengan kolam olak dan tanpa kolam olak.
Hasil
t dengan kolam olak = 0.981 m H1 dengan kolam olak = 7.019 m t tanpa kolam olak = 1.857 m H1 tanpa kolam olak = 6.143 m t desain = 1.000 m
Kesimpulan Tebal apron desain diambil berdasarkan kondisi dengan kolam olak dan pembulatan konstruktif.

5.2 Perhitungan Panjang Lantai Apron

Data
Qd = 96.358 m³/s B1 = 16.000 m B2 = 18.200 m h3 = 2.200 m β loncatan = 4.500
Rumus
L = b1 + x + lw v1 = √(2g(H1 + h3)) q1 = Qd / (0.5 × (B1 + B2)) h1'' = q1 / v1 F1 = v1 / √(g × h1'') hj = h1''/2 × (√(1 + 8F1²) − 1) x = β × hj q0 = Qd / B v0 = q0 / h3 lw = v0 × √(2(H1 + 0.5h3) / g)
Substitusi
Perhitungan dilakukan berurutan dari kecepatan jatuh, debit per meter, Froude, tinggi loncatan, panjang olakan, dan panjang terjunan.
Hasil
b1 subdam = 3.000 m v1 = 13.435 m/s q1 = 5.635 m³/s/m h1'' = 0.419 m F1 = 6.623 hj = 3.725 m x = 16.761 m q0 = 4.818 m³/s/m v0 = 2.190 m/s lw = 2.814 m L hidrolik = 22.575 m L empiris = 16.100 m L desain = 23.000 m
Kesimpulan Panjang apron desain diambil dari nilai yang lebih konservatif antara perhitungan hidrolik dan empiris.

6. Perhitungan Dimensi Tubuh Subdam

Data
H = 8.000 m t apron = 1.000 m D50 = 75.000 mm
Rumus
h2 = 1/4H sampai 1/3H h1' = h2 − t H2 = h2 + Dh2
Substitusi
h2 minimum = 1/4 × H h2 maksimum = 1/3 × H Dh2 diambil sebagai pendekatan awal terhadap potensi scouring.
Hasil
h2 minimum = 2.000 m h2 maksimum = 2.667 m h2 desain = 2.400 m h1' = 1.400 m Dh2 = 2.210 m H2 = 5.000 m
Kesimpulan Dimensi awal subdam telah dihitung. Nilai Dh2 perlu diverifikasi dengan analisis gerusan lokal.

8. Gaya dan Momen

Kondisi Banjir Air

Beban Notasi V
kN
H
kN
Lengan
m
Momen Penahan
kNm
Momen Pengguling
kNm
Berat Sendiri
Berat tubuh hilir
W1 272.734 - 9.233 2,518.244 -
Berat Sendiri
Berat tubuh tengah
W2 743.820 - 7.000 5,206.740 -
Berat Sendiri
Berat tubuh hulu
W3 681.835 - 3.667 2,500.062 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air 1
Pv1 296.450 - 1.833 543.492 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air 2
Pv2 183.260 - 4.250 778.855 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 1
Ph1 - 592.900 3.667 - 2,173.967
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 2
Ph2 - 237.160 5.500 - 1,304.380
Σ 2,178.099 830.060 11,547.392 3,478.347

Kondisi Banjir Debris

Beban Notasi V
kN
H
kN
Lengan
m
Momen Penahan
kNm
Momen Pengguling
kNm
Berat Sendiri
Berat tubuh hilir
W1 272.734 - 9.233 2,518.244 -
Berat Sendiri
Berat tubuh tengah
W2 743.820 - 7.000 5,206.740 -
Berat Sendiri
Berat tubuh hulu
W3 681.835 - 3.667 2,500.062 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air
Pv1 296.450 - 1.833 543.492 -
Tekanan Sedimen
Komponen vertikal tekanan sedimen
Psv 33.075 - 0.500 16.538 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 1
Ph1 - 44.100 3.667 - 161.700
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 2
Ph2 - 64.680 5.500 - 355.740
Tekanan Tanah / Sedimen
Tekanan sedimen 1
Psh1 - 33.075 1.000 - 33.075
Tekanan Tanah / Sedimen
Tekanan sedimen 2
Psh2 - 96.132 1.500 - 144.199
Tekanan Aliran Debris
Gaya akibat aliran debris
F - 2,963.408 7.000 - 20,743.859
Σ 2,027.914 3,201.396 10,785.075 21,438.572

9. Pemeriksaan Stabilitas Detail

Kondisi FK Guling FK Geser Eksentrisitas q max q min Status
Kondisi Banjir Air 3.320
min 2.000
1.574
min 1.200
0.595 m
batas 1.433 m
358.469 kPa 148.066 kPa Aman
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.200.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 1.433 m.
Kondisi Banjir Debris 0.503
min 2.000
0.380
min 1.200
9.553 m
batas 1.433 m
1,807.480 kPa -1,335.872 kPa Tidak Aman
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.200.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 1.433 m.
q min bernilai negatif, menunjukkan resultan berada di luar inti tengah. Dimensi dasar perlu diperiksa kembali.
q max melebihi daya dukung izin fondasi.
Status akhir stabilitas: Tidak aman. Dimensi dan/atau parameter desain perlu diperiksa kembali.

10. Uraian Perhitungan Stabilitas

Pemeriksaan Stabilitas Dam Utama - Kondisi Banjir Air

Data
ΣV = 2,178.099 kN ΣH = 830.060 kN ΣM penahan = 11,547.392 kNm ΣM pengguling = 3,478.347 kNm q izin = 647.200 kPa
Rumus
FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')
Substitusi
FK guling = 11,547.392 / 3,478.347 FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal. e = 0.595 m
Hasil
FK guling = 3.320 → AMAN FK geser = 1.574 → AMAN e = 0.595 m; batas = 1.433 m q max = 358.469 kPa q min = 148.066 kPa Status daya dukung = AMAN
Kesimpulan Status stabilitas pada kondisi banjir air adalah AMAN.

Pemeriksaan Stabilitas Dam Utama - Kondisi Banjir Debris

Data
ΣV = 2,027.914 kN ΣH = 3,201.396 kN ΣM penahan = 10,785.075 kNm ΣM pengguling = 21,438.572 kNm q izin = 647.200 kPa
Rumus
FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')
Substitusi
FK guling = 10,785.075 / 21,438.572 FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal. e = 9.553 m
Hasil
FK guling = 0.503 → TIDAK AMAN FK geser = 0.380 → TIDAK AMAN e = 9.553 m; batas = 1.433 m q max = 1,807.480 kPa q min = -1,335.872 kPa Status daya dukung = TIDAK AMAN
Kesimpulan Status stabilitas pada kondisi banjir debris adalah TIDAK AMAN.

11. Panjang Lintasan Kritis dan Stabilitas Tembok Tepi

11.1 Panjang Lintasan Kritis

Perhitungan panjang lintasan kritis belum tersedia.

11.2 Stabilitas Tembok Tepi

Perhitungan stabilitas tembok tepi belum tersedia.

12. Quantity Pekerjaan

Quantity belum tersedia.

13. Rencana Anggaran Biaya

RAB belum tersedia.

14. Kesimpulan Ringkas

Berdasarkan data yang tersedia, analisa sabodam telah disusun dengan tipe desain Sabodam Tipe Tertutup. Proses perhitungan meliputi input data teknis minimal, parameter geometri tubuh dam, pradesain hidrolik, gaya dan momen, serta pemeriksaan stabilitas detail.

Hasil pemeriksaan stabilitas menunjukkan status tidak aman. Dimensi, parameter material, kondisi fondasi, atau gaya-gaya yang bekerja perlu diperiksa kembali.

Peringatan teknis: Hasil cetak ini merupakan keluaran otomatis modul hidrologi.net. Hasil perhitungan, dimensi, stabilitas, quantity, dan RAB tetap harus diverifikasi oleh tenaga ahli sebelum digunakan sebagai dokumen desain final.