hidrologi.net
Innovating Water Management
Modul: Sungai / Sabo
Tanggal cetak: 26-08-2026 16:30
ID Analisa: 12
Status Tahapan: Stabilitas Detail
Status Stabilitas: Tidak Aman

Laporan Analisa Sabodam

Perencanaan Sabo Dam Opa — Sabo Dam Opak

1. Identitas Pekerjaan

Kode AnalisaSABO-20260623-0002
Nama AnalisaPerencanaan Sabo Dam Opa
Nama PekerjaanSabo Dam Opak
Nama SungaiKali Kuning
DAS / Sub-DASDAS Kali Kuning
LokasiSleman, Yogyakarta
Tahun Desain2026
Jenis KegiatanDesain Baru
Tanggal Dibuat23-06-2026 10:20
Tanggal Update22-07-2026 09:25

2. Rekomendasi dan Tipe Desain

Rekomendasi TipeSabodam Tipe Terbuka
Tipe DesainSabodam Tipe Tertutup
Status TahapanStabilitas Detail
Status StabilitasTidak Aman

Dasar Rekomendasi

Skor Tipe Tertutup21
Skor Tipe Terbuka24
Tingkat KeyakinanSedang
Alasan Teknis- Apa fungsi utama sabodam pada lokasi ini?: Menampung sedimen secara tetap atau sementara
- Bagaimana karakter aliran sedimen/debris di lokasi?: Didominasi pasir, kerikil, atau kerakal kecil
- Bagaimana ukuran material besar/boulder yang dijumpai?: Sekitar 0,5 m sampai 1,0 m
- Apakah tersedia ruang tampungan sedimen di hulu rencana sabodam?: Ada permukiman, lahan produktif, atau infrastruktur di hulu
- Bagaimana posisi lokasi rencana terhadap alur sungai?: Ruas sungai relatif lurus
- Apakah sebagian sedimen perlu tetap diloloskan ke hilir?: Sangat perlu untuk menjaga morfologi hilir
- Bagaimana potensi penyumbatan oleh kayu hanyut atau material campuran?: Sedang
- Bagaimana kondisi geologi atau fondasi awal lokasi rencana?: Relatif baik / batuan atau tanah dasar kuat
- Apakah terdapat kondisi khusus yang memerlukan kajian hidrolik lebih rinci?: Perkiraan tinggi bangunan lebih dari 15 m
- Seberapa lengkap data awal yang tersedia?: Cukup lengkap untuk pradesain
Data Perlu Dilengkapi- Saboplan untuk menentukan kebutuhan jumlah sabodam dan kapasitas tampungan.
- Uji model hidrolik atau kajian hidrolik rinci.
- Investigasi geoteknik dan parameter fondasi.
- Kajian sedimen, gradasi material, D50, D95, dan diameter boulder maksimum.

3. Data Teknis Minimal

Kemiringan Dasar Sungai, I0.040000
Sudut Dasar Sungai, θ2.291°
Lebar Sungai, B47.000 m
Tinggi Dam Rencana, h15.000 m
Tinggi Sedimen, hs5.000 m
Tinggi Total Dam, H20.000 m
Debit Banjir Rencana, Qp105.600 m³/s
D50157.000 mm
D950.650 m
Sudut Geser Sedimen, φ41.000°
Daya Dukung Tanah Izin30.000 kPa

Parameter Material dan Hidrolik

ρ Campuran1.2000
σ Sedimen2.6500
C*0.6500
Cs0.0600
γc Beton22.540 kN/m³
γs Sedimen14.700 kN/m³
γw Air9.800 kN/m³
Koefisien Pelimpahan, C0.6000
n Manning Debris0.1000
Koefisien Geser Fondasi, f0.6000
Kohesi, c0.100 kPa

4. Parameter Geometri Desain Tubuh Dam

Lebar mercu manual, b2 manual5.000 m
Kemiringan hulu manual, m manual0.600
Kemiringan hilir manual, n manualTidak diisi
m hitung0.366
m dipakai0.600
n dipakai0.200
b2 dipakai5.000 m
Lebar dasar dam, b2′21.000 m
Rumus geometri:
b2′ = mH + nH + b2. Jika input manual b2/m/n diisi, maka nilai manual digunakan pada pradesain.

5. Hasil Pradesain Hidrolik

Cd Hitung0.040
Cd Desain0.040
Debit Banjir, Qp105.600 m³/s
Debit Desain, Qd109.815 m³/s
Debit Puncak Debris, Qsp112.510 m³/s
Lebar Aliran Debris37.600 m
Tinggi Aliran Debris, hd1.400 m
Kecepatan Debris, Vdf2.385 m/s

Dimensi Utama

Lebar Sungai, B47.000 m
Lebar Dasar Pelimpah, B137.600 m
Lebar Muka Air, B239.000 m
Tinggi Muka Air, h31.400 m
Tinggi Jagaan, F0.600 m
Lebar Mercu, b25.000 m
Kemiringan Hulu, m0.600
Kemiringan Hilir, n0.200
Lebar Dasar Dam, b2′21.000 m

Apron dan Subdam

Tebal Apron Desain1.500 m
Tebal Apron Dengan Kolam Olak1.434 m
Tebal Apron Tanpa Kolam Olak2.714 m
Panjang Apron Hidrolik23.273 m
Panjang Apron Empiris34.825 m
Panjang Apron Desain35.000 m
Tinggi Subdam Minimum5.000 m
Tinggi Subdam Maksimum6.667 m
Tinggi Subdam Desain6.000 m
Tinggi Ambang Subdam4.500 m
Kedalaman Scouring, Dh25.525 m
Tinggi Total Subdam, H212.000 m

6. Sketsa Hasil Pradesain

6.1 Sketsa Dimensi Pelimpah

B1 = 37.60 m B2 = 39.00 m h3 = 1.40 m 1 0.5 Pelimpah

6.2 Sketsa Memanjang Apron dan Subdam

Sketsa Memanjang Dam Utama - Apron / Kolam Olak - Subdam Garis dasar sungai / fondasi Muka air hulu Apron / Kolam Olak Subdam fondasi / gerusan Dam Utama mercu b2 = 5.00 m H = 20.00 m h3 = 1.40 m F = 0.60 m L apron = 35.00 m t = 1.50 m h2 = 6.00 m h1' = 4.50 m H2 = 12.00 m Dh2 = 5.53 m lw = 3.30 m x = 14.97 m Referensi pelimpah: B1 = 37.60 m ; B2 = 39.00 m Kemiringan tubuh: m = 0.60 ; n = 0.20 arah aliran

Gambar D.2 — Sketsa memanjang hasil pradesain: dam utama, apron/kolam olak, dan subdam.

7. Uraian Perhitungan Pradesain Hidrolik

Data Dasar Perhitungan

Data
Kemiringan dasar sungai, I = 0.040 Sudut dasar sungai, θ = 2.291° Lebar sungai, B = 47.000 m Tinggi dam rencana dari dasar sungai, h = 15.000 m Tinggi sedimen, hs = 5.000 m Tinggi total dam, H = 20.000 m Debit banjir, Qp = 105.600 m³/s D50 = 157.000 mm D95 = 0.650 m Sudut geser dalam sedimen, φ = 41.000° ρ = 1.200 σ = 2.650 C* = 0.650 Cs = 0.060 γc = 22.540 kN/m³ γs = 14.700 kN/m³ γw = 9.800 kN/m³
Rumus
Data dasar digunakan sebagai input untuk seluruh tahapan pradesain.
Substitusi
-
Hasil
Data dasar telah dibaca dari input data teknis minimal.
Kesimpulan Perhitungan pradesain dilanjutkan dengan analisis debit desain dan debit puncak aliran debris.

1.1 Perhitungan Konsentrasi Sedimen Aliran Debris

Data
ρ = 1.200 σ = 2.650 θ = 2.291° φ = 41.000° C* = 0.650
Rumus
Cd = ρ tan θ / ((σ − ρ) × (tan φ − tan θ)) Jika Cd ≥ 0.9 × C*, maka Cd = 0.9 × C*
Substitusi
Cd hitung = 0.040 0.9 × C* = 0.9 × 0.650 = 0.585
Hasil
Cd desain = 0.040
Kesimpulan Konsentrasi sedimen desain yang digunakan adalah Cd = 0.040.

1.2 Perhitungan Debit Desain

Data
Qp = 105.600 m³/s Cd = 0.040
Rumus
Qd = (1 + Cd) × Qp
Substitusi
Qd = (1 + 0.040) × 105.600
Hasil
Qd = 109.815 m³/s
Kesimpulan Debit desain untuk perhitungan pelimpah adalah Qd = 109.815 m³/s.

1.3 Perhitungan Debit Puncak Aliran Debris

Data
C* = 0.650 Cd = 0.040 Qp = 105.600 m³/s
Rumus
Qsp = C* / (C* − Cd) × Qp
Substitusi
Qsp = 0.650 / (0.650 − 0.040) × 105.600
Hasil
Qsp = 112.509 m³/s
Kesimpulan Debit puncak aliran debris adalah Qsp = 112.509 m³/s.

1.4 Penentuan Lebar Aliran Debris

Data
Lebar sungai, B = 47.000 m Faktor lebar aliran debris = 0.800
Rumus
Bdebris = 80% × B
Substitusi
Bdebris = 0.800 × 47.000
Hasil
Bdebris = 37.600 m
Kesimpulan Lebar aliran debris yang digunakan adalah 37.600 m.

1.5 Perhitungan Tinggi dan Kecepatan Rata-rata Aliran Debris

Data
Qsp = 112.509 m³/s Bdebris = 37.600 m n Manning = 0.100 θ = 2.291°
Rumus
Qsp = hd × Bdebris × Vdf Vdf = (1/n) × R^(2/3) × (sin θ)^(1/2) R = (hd × Bdebris) / (Bdebris + 2hd)
Substitusi
Perhitungan dilakukan dengan trial and error/iterasi terhadap hd sampai Q hitung mendekati Qsp. R hasil = 1.303 m Q check = 125.544 m³/s
Hasil
hd = 1.400 m Vdf = 2.385 m/s
Kesimpulan Tinggi dan kecepatan aliran debris digunakan untuk perhitungan gaya akibat aliran debris.

2. Perhitungan Dimensi Pelimpah

Data
B = 47.000 m Faktor B1 = 0.800 C = 0.600 Qd = 109.815 m³/s
Rumus
B1 = 80% × B Qd = 2/15 × C × √(2g) × (3B1 + 2B2) × h3^(3/2) B2 = B1 + 2 × m2 × h3
Substitusi
B1 = 0.800 × 47.000 = 37.600 m h3 dihitung dengan iterasi terhadap Qd.
Hasil
B1 = 37.600 m h3 = 1.400 m B2 = 39.000 m F = 0.600 m
Kesimpulan Dimensi pelimpah awal telah dihitung berdasarkan debit desain.

3. Perhitungan Lebar Mercu Pelimpah

Data
Tipe sedimen dan sifat hidraulik aliran dipertimbangkan dalam pemilihan lebar mercu.
Rumus
Lebar mercu ditentukan berdasarkan ketentuan tabel desain dan karakter sedimen.
Substitusi
Untuk kondisi sedimen berupa batu-batu besar dan aliran kolektif, digunakan lebar mercu awal.
Hasil
b2 = 5.000 m
Kesimpulan Lebar mercu pelimpah yang digunakan adalah b2 = 5.000 m.

4. Perhitungan Kemiringan Tubuh Dam Utama

Data
H = 20.000 m h3 = 1.400 m F = 0.600 m b2 rekomendasi = 3.000 m b2 manual = 5.000 m b2 dipakai = 5.000 m γc = 22.540 kN/m³ γw = 9.800 kN/m³
Rumus
α = (h3 + F) / H β = b2 / H γ = γc / γw (1 + α)m² + [2(n + β) + n(4α + γ) + 2αβ]m − ... = 0 b2' = mH + nH + b2
Substitusi
α = 0.100 β = 0.250 γ = 2.300 m rekomendasi = 0.500 m manual = 0.600 n rekomendasi = 0.200 n manual = tidak diisi
Hasil
m hitung = 0.366 m dipakai = 0.600 n dipakai = 0.200 b2 dipakai = 5.000 m b2' = 21.000 m
Kesimpulan Kemiringan tubuh dam utama dan lebar dasar dam dihitung dengan mempertimbangkan rekomendasi otomatis dan input manual jika tersedia.

5.1 Perhitungan Tebal Lantai Apron

Data
H = 20.000 m h3 = 1.400 m
Rumus
Dengan kolam olak: t = 0.1 × (0.6H1 + 3h3 − 1.0), H1 = H − t Tanpa kolam olak: t = 0.2 × (0.6H1 + 3h3 − 1.0), H1 = H − t
Substitusi
Perhitungan dilakukan untuk dua kondisi, yaitu dengan kolam olak dan tanpa kolam olak.
Hasil
t dengan kolam olak = 1.434 m H1 dengan kolam olak = 18.566 m t tanpa kolam olak = 2.714 m H1 tanpa kolam olak = 17.286 m t desain = 1.500 m
Kesimpulan Tebal apron desain diambil berdasarkan kondisi dengan kolam olak dan pembulatan konstruktif.

5.2 Perhitungan Panjang Lantai Apron

Data
Qd = 109.815 m³/s B1 = 37.600 m B2 = 39.000 m h3 = 1.400 m β loncatan = 4.500
Rumus
L = b1 + x + lw v1 = √(2g(H1 + h3)) q1 = Qd / (0.5 × (B1 + B2)) h1'' = q1 / v1 F1 = v1 / √(g × h1'') hj = h1''/2 × (√(1 + 8F1²) − 1) x = β × hj q0 = Qd / B v0 = q0 / h3 lw = v0 × √(2(H1 + 0.5h3) / g)
Substitusi
Perhitungan dilakukan berurutan dari kecepatan jatuh, debit per meter, Froude, tinggi loncatan, panjang olakan, dan panjang terjunan.
Hasil
b1 subdam = 5.000 m v1 = 19.760 m/s q1 = 2.867 m³/s/m h1'' = 0.145 m F1 = 16.561 hj = 3.327 m x = 14.971 m q0 = 2.336 m³/s/m v0 = 1.669 m/s lw = 3.302 m L hidrolik = 23.273 m L empiris = 34.825 m L desain = 35.000 m
Kesimpulan Panjang apron desain diambil dari nilai yang lebih konservatif antara perhitungan hidrolik dan empiris.

6. Perhitungan Dimensi Tubuh Subdam

Data
H = 20.000 m t apron = 1.500 m D50 = 157.000 mm
Rumus
h2 = 1/4H sampai 1/3H h1' = h2 − t H2 = h2 + Dh2
Substitusi
h2 minimum = 1/4 × H h2 maksimum = 1/3 × H Dh2 diambil sebagai pendekatan awal terhadap potensi scouring.
Hasil
h2 minimum = 5.000 m h2 maksimum = 6.667 m h2 desain = 6.000 m h1' = 4.500 m Dh2 = 5.525 m H2 = 12.000 m
Kesimpulan Dimensi awal subdam telah dihitung. Nilai Dh2 perlu diverifikasi dengan analisis gerusan lokal.

8. Gaya dan Momen

Kondisi Banjir Air

Beban Notasi V
kN
H
kN
Lengan
m
Momen Penahan
kNm
Momen Pengguling
kNm
Berat Sendiri
Berat tubuh hilir
W1 901.600 - 18.333 16,529.333 -
Berat Sendiri
Berat tubuh tengah
W2 2,254.000 - 14.500 32,683.000 -
Berat Sendiri
Berat tubuh hulu
W3 2,704.800 - 8.000 21,638.400 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air 1
Pv1 1,176.000 - 4.000 4,704.000 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air 2
Pv2 233.240 - 8.500 1,982.540 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 1
Ph1 - 1,960.000 6.667 - 13,066.667
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 2
Ph2 - 274.400 10.000 - 2,744.000
Σ 7,269.640 2,234.400 77,537.273 15,810.667

Kondisi Banjir Debris

Beban Notasi V
kN
H
kN
Lengan
m
Momen Penahan
kNm
Momen Pengguling
kNm
Berat Sendiri
Berat tubuh hilir
W1 901.600 - 18.333 16,529.333 -
Berat Sendiri
Berat tubuh tengah
W2 2,254.000 - 14.500 32,683.000 -
Berat Sendiri
Berat tubuh hulu
W3 2,704.800 - 8.000 21,638.400 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air
Pv1 1,176.000 - 4.000 4,704.000 -
Tekanan Sedimen
Komponen vertikal tekanan sedimen
Psv 11.025 - 1.000 11.025 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 1
Ph1 - 122.500 6.667 - 816.667
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 2
Ph2 - 68.600 10.000 - 686.000
Tekanan Tanah / Sedimen
Tekanan sedimen 1
Psh1 - 11.025 1.667 - 18.375
Tekanan Tanah / Sedimen
Tekanan sedimen 2
Psh2 - 11.429 2.500 - 28.573
Tekanan Aliran Debris
Gaya akibat aliran debris
F - 14.024 12.500 - 175.300
Σ 7,047.425 227.578 75,565.758 1,724.915

9. Pemeriksaan Stabilitas Detail

Kondisi FK Guling FK Geser Eksentrisitas q max q min Status
Kondisi Banjir Air 4.904
min 2.000
1.953
min 1.500
2.009 m
batas 3.500 m
544.876 kPa 147.471 kPa Tidak Aman
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.500.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 3.500 m.
q max melebihi daya dukung izin fondasi.
Kondisi Banjir Debris 43.808
min 2.000
18.590
min 1.500
0.022 m
batas 3.500 m
337.729 kPa 333.454 kPa Tidak Aman
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.500.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 3.500 m.
q max melebihi daya dukung izin fondasi.
Status akhir stabilitas: Tidak aman. Dimensi dan/atau parameter desain perlu diperiksa kembali.

10. Uraian Perhitungan Stabilitas

Pemeriksaan Stabilitas Dam Utama - Kondisi Banjir Air

Data
ΣV = 7,269.640 kN ΣH = 2,234.400 kN ΣM penahan = 77,537.273 kNm ΣM pengguling = 15,810.667 kNm q izin = 30.000 kPa
Rumus
FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')
Substitusi
FK guling = 77,537.273 / 15,810.667 FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal. e = 2.009 m
Hasil
FK guling = 4.904 → AMAN FK geser = 1.953 → AMAN e = 2.009 m; batas = 3.500 m q max = 544.876 kPa q min = 147.471 kPa Status daya dukung = TIDAK AMAN
Kesimpulan Status stabilitas pada kondisi banjir air adalah TIDAK AMAN.

Pemeriksaan Stabilitas Dam Utama - Kondisi Banjir Debris

Data
ΣV = 7,047.425 kN ΣH = 227.578 kN ΣM penahan = 75,565.758 kNm ΣM pengguling = 1,724.915 kNm q izin = 30.000 kPa
Rumus
FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')
Substitusi
FK guling = 75,565.758 / 1,724.915 FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal. e = 0.022 m
Hasil
FK guling = 43.808 → AMAN FK geser = 18.589 → AMAN e = 0.022 m; batas = 3.500 m q max = 337.729 kPa q min = 333.454 kPa Status daya dukung = TIDAK AMAN
Kesimpulan Status stabilitas pada kondisi banjir debris adalah TIDAK AMAN.

11. Panjang Lintasan Kritis dan Stabilitas Tembok Tepi

11.1 Panjang Lintasan Kritis

Perhitungan panjang lintasan kritis belum tersedia.

11.2 Stabilitas Tembok Tepi

Perhitungan stabilitas tembok tepi belum tersedia.

12. Quantity Pekerjaan

Quantity belum tersedia.

13. Rencana Anggaran Biaya

RAB belum tersedia.

14. Kesimpulan Ringkas

Berdasarkan data yang tersedia, analisa sabodam telah disusun dengan tipe desain Sabodam Tipe Tertutup. Proses perhitungan meliputi input data teknis minimal, parameter geometri tubuh dam, pradesain hidrolik, gaya dan momen, serta pemeriksaan stabilitas detail.

Hasil pemeriksaan stabilitas menunjukkan status tidak aman. Dimensi, parameter material, kondisi fondasi, atau gaya-gaya yang bekerja perlu diperiksa kembali.

Peringatan teknis: Hasil cetak ini merupakan keluaran otomatis modul hidrologi.net. Hasil perhitungan, dimensi, stabilitas, quantity, dan RAB tetap harus diverifikasi oleh tenaga ahli sebelum digunakan sebagai dokumen desain final.