hidrologi.net
Innovating Water Management
Modul: Sungai / Sabo
Tanggal cetak: 26-08-2026 16:30
ID Analisa: 15
Status Tahapan: Stabilitas Detail
Status Stabilitas: Tidak Aman

Laporan Analisa Sabodam

Sabo Dam DAS Petung — Pembangunan Sabo Dam sebagai Pengendali Sedimen

1. Identitas Pekerjaan

Kode AnalisaSABO-20260707-0001
Nama AnalisaSabo Dam DAS Petung
Nama PekerjaanPembangunan Sabo Dam sebagai Pengendali Sedimen
Nama SungaiSungai Petung
DAS / Sub-DASDAS Petung
LokasiTebas, Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
Tahun Desain2026
Jenis KegiatanDesain Baru
Tanggal Dibuat07-07-2026 14:54
Tanggal Update09-07-2026 05:23

2. Rekomendasi dan Tipe Desain

Rekomendasi TipeSabodam Tipe Tertutup
Tipe DesainSabodam Tipe Tertutup
Status TahapanStabilitas Detail
Status StabilitasTidak Aman

Dasar Rekomendasi

Skor Tipe Tertutup28
Skor Tipe Terbuka19
Tingkat KeyakinanTinggi
Alasan Teknis- Apa fungsi utama sabodam pada lokasi ini?: Menampung sedimen secara tetap atau sementara
- Bagaimana karakter aliran sedimen/debris di lokasi?: Didominasi pasir, kerikil, atau kerakal kecil
- Bagaimana ukuran material besar/boulder yang dijumpai?: Umumnya kurang dari 0,5 m
- Apakah tersedia ruang tampungan sedimen di hulu rencana sabodam?: Terbatas
- Bagaimana posisi lokasi rencana terhadap alur sungai?: Berada pada tikungan sungai
- Apakah sebagian sedimen perlu tetap diloloskan ke hilir?: Perlu sebagian tetap lewat
- Bagaimana potensi penyumbatan oleh kayu hanyut atau material campuran?: Sedang
- Bagaimana kondisi geologi atau fondasi awal lokasi rencana?: Relatif baik / batuan atau tanah dasar kuat
- Apakah terdapat kondisi khusus yang memerlukan kajian hidrolik lebih rinci?: Tidak ada kondisi khusus yang dominan
- Seberapa lengkap data awal yang tersedia?: Baru berdasarkan survei visual / informasi awal
Data Perlu Dilengkapi- Saboplan untuk menentukan kebutuhan jumlah sabodam dan kapasitas tampungan.
- Uji model hidrolik atau kajian hidrolik rinci.
- Investigasi geoteknik dan parameter fondasi.
- Kajian sedimen, gradasi material, D50, D95, dan diameter boulder maksimum.

3. Data Teknis Minimal

Kemiringan Dasar Sungai, I0.047000
Sudut Dasar Sungai, θ2.691°
Lebar Sungai, B9.500 m
Tinggi Dam Rencana, h4.000 m
Tinggi Sedimen, hs0.000 m
Tinggi Total Dam, H4.000 m
Debit Banjir Rencana, Qp304.000 m³/s
D5010.000 mm
D950.100 m
Sudut Geser Sedimen, φ34.000°
Daya Dukung Tanah Izin350.000 kPa

Parameter Material dan Hidrolik

ρ Campuran1.8500
σ Sedimen0.3700
C*0.6000
Cs0.5000
γc Beton22.540 kN/m³
γs Sedimen26.000 kN/m³
γw Air9.800 kN/m³
Koefisien Pelimpahan, C1.5000
n Manning Debris0.1000
Koefisien Geser Fondasi, f0.3500
Kohesi, c0.500 kPa

4. Parameter Geometri Desain Tubuh Dam

Lebar mercu manual, b2 manual6.500 m
Kemiringan hulu manual, m manual1.200
Kemiringan hilir manual, n manual0.200
m hitung-
m dipakai1.200
n dipakai0.200
b2 dipakai6.500 m
Lebar dasar dam, b2′12.100 m
Rumus geometri:
b2′ = mH + nH + b2. Jika input manual b2/m/n diisi, maka nilai manual digunakan pada pradesain.

5. Hasil Pradesain Hidrolik

Cd Hitung-0.094
Cd Desain0.540
Debit Banjir, Qp304.000 m³/s
Debit Desain, Qd468.160 m³/s
Debit Puncak Debris, Qsp3,040.000 m³/s
Lebar Aliran Debris19.000 m
Tinggi Aliran Debris, hd21.100 m
Kecepatan Debris, Vdf7.586 m/s

Dimensi Utama

Lebar Sungai, B9.500 m
Lebar Dasar Pelimpah, B114.250 m
Lebar Muka Air, B217.850 m
Tinggi Muka Air, h33.600 m
Tinggi Jagaan, F0.800 m
Lebar Mercu, b26.500 m
Kemiringan Hulu, m1.200
Kemiringan Hilir, n0.200
Lebar Dasar Dam, b2′12.100 m

Apron dan Subdam

Tebal Apron Desain1.500 m
Tebal Apron Dengan Kolam Olak1.151 m
Tebal Apron Tanpa Kolam Olak2.179 m
Panjang Apron Hidrolik26.775 m
Panjang Apron Empiris10.675 m
Panjang Apron Desain27.000 m
Tinggi Subdam Minimum1.000 m
Tinggi Subdam Maksimum1.333 m
Tinggi Subdam Desain1.200 m
Tinggi Ambang Subdam0.000 m
Kedalaman Scouring, Dh21.105 m
Tinggi Total Subdam, H22.500 m

6. Sketsa Hasil Pradesain

6.1 Sketsa Dimensi Pelimpah

B1 = 14.25 m B2 = 17.85 m h3 = 3.60 m 1 0.5 Pelimpah

6.2 Sketsa Memanjang Apron dan Subdam

Sketsa Memanjang Dam Utama - Apron / Kolam Olak - Subdam Garis dasar sungai / fondasi Muka air hulu Apron / Kolam Olak Subdam fondasi / gerusan Dam Utama mercu b2 = 6.50 m H = 4.00 m h3 = 3.60 m F = 0.80 m L apron = 27.00 m t = 1.50 m h2 = 1.20 m h1' = 0.00 m H2 = 2.50 m Dh2 = 1.11 m lw = 12.82 m x = 7.46 m Referensi pelimpah: B1 = 14.25 m ; B2 = 17.85 m Kemiringan tubuh: m = 1.20 ; n = 0.20 arah aliran

Gambar D.2 — Sketsa memanjang hasil pradesain: dam utama, apron/kolam olak, dan subdam.

7. Uraian Perhitungan Pradesain Hidrolik

Data Dasar Perhitungan

Data
Kemiringan dasar sungai, I = 0.047 Sudut dasar sungai, θ = 2.691° Lebar sungai, B = 9.500 m Tinggi dam rencana dari dasar sungai, h = 4.000 m Tinggi sedimen, hs = 0.000 m Tinggi total dam, H = 4.000 m Debit banjir, Qp = 304.000 m³/s D50 = 10.000 mm D95 = 0.100 m Sudut geser dalam sedimen, φ = 34.000° ρ = 1.850 σ = 0.370 C* = 0.600 Cs = 0.500 γc = 22.540 kN/m³ γs = 26.000 kN/m³ γw = 9.800 kN/m³
Rumus
Data dasar digunakan sebagai input untuk seluruh tahapan pradesain.
Substitusi
-
Hasil
Data dasar telah dibaca dari input data teknis minimal.
Kesimpulan Perhitungan pradesain dilanjutkan dengan analisis debit desain dan debit puncak aliran debris.

1.1 Perhitungan Konsentrasi Sedimen Aliran Debris

Data
ρ = 1.850 σ = 0.370 θ = 2.691° φ = 34.000° C* = 0.600
Rumus
Cd = ρ tan θ / ((σ − ρ) × (tan φ − tan θ)) Jika Cd ≥ 0.9 × C*, maka Cd = 0.9 × C*
Substitusi
Cd hitung = -0.094 0.9 × C* = 0.9 × 0.600 = 0.540
Hasil
Cd desain = 0.540
Kesimpulan Konsentrasi sedimen desain yang digunakan adalah Cd = 0.540.

1.2 Perhitungan Debit Desain

Data
Qp = 304.000 m³/s Cd = 0.540
Rumus
Qd = (1 + Cd) × Qp
Substitusi
Qd = (1 + 0.540) × 304.000
Hasil
Qd = 468.160 m³/s
Kesimpulan Debit desain untuk perhitungan pelimpah adalah Qd = 468.160 m³/s.

1.3 Perhitungan Debit Puncak Aliran Debris

Data
C* = 0.600 Cd = 0.540 Qp = 304.000 m³/s
Rumus
Qsp = C* / (C* − Cd) × Qp
Substitusi
Qsp = 0.600 / (0.600 − 0.540) × 304.000
Hasil
Qsp = 3,040.000 m³/s
Kesimpulan Debit puncak aliran debris adalah Qsp = 3,040.000 m³/s.

1.4 Penentuan Lebar Aliran Debris

Data
Lebar sungai, B = 9.500 m Faktor lebar aliran debris = 2.000
Rumus
Bdebris = 80% × B
Substitusi
Bdebris = 2.000 × 9.500
Hasil
Bdebris = 19.000 m
Kesimpulan Lebar aliran debris yang digunakan adalah 19.000 m.

1.5 Perhitungan Tinggi dan Kecepatan Rata-rata Aliran Debris

Data
Qsp = 3,040.000 m³/s Bdebris = 19.000 m n Manning = 0.100 θ = 2.691°
Rumus
Qsp = hd × Bdebris × Vdf Vdf = (1/n) × R^(2/3) × (sin θ)^(1/2) R = (hd × Bdebris) / (Bdebris + 2hd)
Substitusi
Perhitungan dilakukan dengan trial and error/iterasi terhadap hd sampai Q hitung mendekati Qsp. R hasil = 6.551 m Q check = 3,041.131 m³/s
Hasil
hd = 21.100 m Vdf = 7.586 m/s
Kesimpulan Tinggi dan kecepatan aliran debris digunakan untuk perhitungan gaya akibat aliran debris.

2. Perhitungan Dimensi Pelimpah

Data
B = 9.500 m Faktor B1 = 1.500 C = 1.500 Qd = 468.160 m³/s
Rumus
B1 = 80% × B Qd = 2/15 × C × √(2g) × (3B1 + 2B2) × h3^(3/2) B2 = B1 + 2 × m2 × h3
Substitusi
B1 = 1.500 × 9.500 = 14.250 m h3 dihitung dengan iterasi terhadap Qd.
Hasil
B1 = 14.250 m h3 = 3.600 m B2 = 17.850 m F = 0.800 m
Kesimpulan Dimensi pelimpah awal telah dihitung berdasarkan debit desain.

3. Perhitungan Lebar Mercu Pelimpah

Data
Tipe sedimen dan sifat hidraulik aliran dipertimbangkan dalam pemilihan lebar mercu.
Rumus
Lebar mercu ditentukan berdasarkan ketentuan tabel desain dan karakter sedimen.
Substitusi
Untuk kondisi sedimen berupa batu-batu besar dan aliran kolektif, digunakan lebar mercu awal.
Hasil
b2 = 6.500 m
Kesimpulan Lebar mercu pelimpah yang digunakan adalah b2 = 6.500 m.

4. Perhitungan Kemiringan Tubuh Dam Utama

Data
H = 4.000 m h3 = 3.600 m F = 0.800 m b2 rekomendasi = 3.000 m b2 manual = 6.500 m b2 dipakai = 6.500 m γc = 22.540 kN/m³ γw = 9.800 kN/m³
Rumus
α = (h3 + F) / H β = b2 / H γ = γc / γw (1 + α)m² + [2(n + β) + n(4α + γ) + 2αβ]m − ... = 0 b2' = mH + nH + b2
Substitusi
α = 1.100 β = 1.625 γ = 2.300 m rekomendasi = 0.500 m manual = 1.200 n rekomendasi = 0.025 n manual = 0.200
Hasil
m hitung = - m dipakai = 1.200 n dipakai = 0.200 b2 dipakai = 6.500 m b2' = 12.100 m
Kesimpulan Kemiringan tubuh dam utama dan lebar dasar dam dihitung dengan mempertimbangkan rekomendasi otomatis dan input manual jika tersedia.

5.1 Perhitungan Tebal Lantai Apron

Data
H = 4.000 m h3 = 3.600 m
Rumus
Dengan kolam olak: t = 0.1 × (0.6H1 + 3h3 − 1.0), H1 = H − t Tanpa kolam olak: t = 0.2 × (0.6H1 + 3h3 − 1.0), H1 = H − t
Substitusi
Perhitungan dilakukan untuk dua kondisi, yaitu dengan kolam olak dan tanpa kolam olak.
Hasil
t dengan kolam olak = 1.151 m H1 dengan kolam olak = 2.849 m t tanpa kolam olak = 2.179 m H1 tanpa kolam olak = 1.821 m t desain = 1.500 m
Kesimpulan Tebal apron desain diambil berdasarkan kondisi dengan kolam olak dan pembulatan konstruktif.

5.2 Perhitungan Panjang Lantai Apron

Data
Qd = 468.160 m³/s B1 = 14.250 m B2 = 17.850 m h3 = 3.600 m β loncatan = 1.090
Rumus
L = b1 + x + lw v1 = √(2g(H1 + h3)) q1 = Qd / (0.5 × (B1 + B2)) h1'' = q1 / v1 F1 = v1 / √(g × h1'') hj = h1''/2 × (√(1 + 8F1²) − 1) x = β × hj q0 = Qd / B v0 = q0 / h3 lw = v0 × √(2(H1 + 0.5h3) / g)
Substitusi
Perhitungan dilakukan berurutan dari kecepatan jatuh, debit per meter, Froude, tinggi loncatan, panjang olakan, dan panjang terjunan.
Hasil
b1 subdam = 6.500 m v1 = 10.940 m/s q1 = 29.169 m³/s/m h1'' = 2.666 m F1 = 2.139 hj = 6.842 m x = 7.458 m q0 = 49.280 m³/s/m v0 = 13.689 m/s lw = 12.817 m L hidrolik = 26.775 m L empiris = 10.675 m L desain = 27.000 m
Kesimpulan Panjang apron desain diambil dari nilai yang lebih konservatif antara perhitungan hidrolik dan empiris.

6. Perhitungan Dimensi Tubuh Subdam

Data
H = 4.000 m t apron = 1.500 m D50 = 10.000 mm
Rumus
h2 = 1/4H sampai 1/3H h1' = h2 − t H2 = h2 + Dh2
Substitusi
h2 minimum = 1/4 × H h2 maksimum = 1/3 × H Dh2 diambil sebagai pendekatan awal terhadap potensi scouring.
Hasil
h2 minimum = 1.000 m h2 maksimum = 1.333 m h2 desain = 1.200 m h1' = 0.000 m Dh2 = 1.105 m H2 = 2.500 m
Kesimpulan Dimensi awal subdam telah dihitung. Nilai Dh2 perlu diverifikasi dengan analisis gerusan lokal.

8. Gaya dan Momen

Kondisi Banjir Air

Beban Notasi V
kN
H
kN
Lengan
m
Momen Penahan
kNm
Momen Pengguling
kNm
Berat Sendiri
Berat tubuh hilir
W1 36.064 - 11.567 417.140 -
Berat Sendiri
Berat tubuh tengah
W2 586.040 - 8.050 4,717.622 -
Berat Sendiri
Berat tubuh hulu
W3 216.384 - 3.200 692.429 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air 1
Pv1 94.080 - 1.600 150.528 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air 2
Pv2 398.664 - 5.650 2,252.452 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 1
Ph1 - 78.400 1.333 - 104.533
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 2
Ph2 - 141.120 2.000 - 282.240
Σ 1,331.232 219.520 8,230.171 386.773

Kondisi Banjir Debris

Beban Notasi V
kN
H
kN
Lengan
m
Momen Penahan
kNm
Momen Pengguling
kNm
Berat Sendiri
Berat tubuh hilir
W1 36.064 - 11.567 417.140 -
Berat Sendiri
Berat tubuh tengah
W2 586.040 - 8.050 4,717.622 -
Berat Sendiri
Berat tubuh hulu
W3 216.384 - 3.200 692.429 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air
Pv1 94.080 - 1.600 150.528 -
Tekanan Sedimen
Komponen vertikal tekanan sedimen
Psv 0.000 - 0.000 0.000 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 1
Ph1 - 0.000 1.333 - 0.000
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 2
Ph2 - 0.000 2.000 - 0.000
Tekanan Tanah / Sedimen
Tekanan sedimen 1
Psh1 - 0.000 0.000 - 0.000
Tekanan Tanah / Sedimen
Tekanan sedimen 2
Psh2 - 0.000 0.000 - 0.000
Tekanan Aliran Debris
Gaya akibat aliran debris
F - 26,920.787 2.000 - 53,841.574
Σ 932.568 26,920.787 5,977.719 53,841.574

9. Pemeriksaan Stabilitas Detail

Kondisi FK Guling FK Geser Eksentrisitas q max q min Status
Kondisi Banjir Air 21.279
min 2.000
2.150
min 1.200
0.158 m
batas 2.017 m
118.648 kPa 101.390 kPa Aman
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.200.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 2.017 m.
Kondisi Banjir Debris 0.111
min 2.000
0.012
min 1.200
57.375 m
batas 2.017 m
2,269.786 kPa -2,115.643 kPa Tidak Aman
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.200.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 2.017 m.
q min bernilai negatif, menunjukkan resultan berada di luar inti tengah. Dimensi dasar perlu diperiksa kembali.
q max melebihi daya dukung izin fondasi.
Status akhir stabilitas: Tidak aman. Dimensi dan/atau parameter desain perlu diperiksa kembali.

10. Uraian Perhitungan Stabilitas

Pemeriksaan Stabilitas Dam Utama - Kondisi Banjir Air

Data
ΣV = 1,331.232 kN ΣH = 219.520 kN ΣM penahan = 8,230.171 kNm ΣM pengguling = 386.773 kNm q izin = 350.000 kPa
Rumus
FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')
Substitusi
FK guling = 8,230.171 / 386.773 FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal. e = 0.158 m
Hasil
FK guling = 21.279 → AMAN FK geser = 2.150 → AMAN e = 0.158 m; batas = 2.017 m q max = 118.648 kPa q min = 101.390 kPa Status daya dukung = AMAN
Kesimpulan Status stabilitas pada kondisi banjir air adalah AMAN.

Pemeriksaan Stabilitas Dam Utama - Kondisi Banjir Debris

Data
ΣV = 932.568 kN ΣH = 26,920.787 kN ΣM penahan = 5,977.719 kNm ΣM pengguling = 53,841.574 kNm q izin = 350.000 kPa
Rumus
FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')
Substitusi
FK guling = 5,977.719 / 53,841.574 FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal. e = 57.375 m
Hasil
FK guling = 0.111 → TIDAK AMAN FK geser = 0.012 → TIDAK AMAN e = 57.375 m; batas = 2.017 m q max = 2,269.786 kPa q min = -2,115.643 kPa Status daya dukung = TIDAK AMAN
Kesimpulan Status stabilitas pada kondisi banjir debris adalah TIDAK AMAN.

11. Panjang Lintasan Kritis dan Stabilitas Tembok Tepi

11.1 Panjang Lintasan Kritis

Perhitungan panjang lintasan kritis belum tersedia.

11.2 Stabilitas Tembok Tepi

Perhitungan stabilitas tembok tepi belum tersedia.

12. Quantity Pekerjaan

Quantity belum tersedia.

13. Rencana Anggaran Biaya

RAB belum tersedia.

14. Kesimpulan Ringkas

Berdasarkan data yang tersedia, analisa sabodam telah disusun dengan tipe desain Sabodam Tipe Tertutup. Proses perhitungan meliputi input data teknis minimal, parameter geometri tubuh dam, pradesain hidrolik, gaya dan momen, serta pemeriksaan stabilitas detail.

Hasil pemeriksaan stabilitas menunjukkan status tidak aman. Dimensi, parameter material, kondisi fondasi, atau gaya-gaya yang bekerja perlu diperiksa kembali.

Peringatan teknis: Hasil cetak ini merupakan keluaran otomatis modul hidrologi.net. Hasil perhitungan, dimensi, stabilitas, quantity, dan RAB tetap harus diverifikasi oleh tenaga ahli sebelum digunakan sebagai dokumen desain final.