Curah Hujan Harian Maksimum Tahunan Grid TRMM-1199
Desa Saureinu, Kabupaten Kepulauan Mentawai

No. Tahun Curah Hujan (mm) Tanggal
11998165.971998-07-17
2199983.901999-01-16
32000152.572000-09-26
42001115.702001-09-14
52002121.062002-09-01
62003124.732003-07-11
7200476.722004-04-02
82005121.892005-06-04
92006224.662006-08-25
102007128.452007-12-09
112008113.032008-04-22
12200989.582009-10-24
13201090.392010-11-12
142011104.892011-01-29
15201283.712012-08-29
162013151.482013-02-07
17201494.282014-01-06
18201582.822015-02-17
19201674.872016-05-14
202017108.292017-10-09
21201898.072018-07-09
22201981.902019-04-21
Sumber Data : Pengolahan Data oleh hidrologi.net

Histogram Curah Hujan

1998
165.97 mm
1999
83.90 mm
2000
152.57 mm
2001
115.70 mm
2002
121.06 mm
2003
124.73 mm
2004
76.72 mm
2005
121.89 mm
2006
224.66 mm
2007
128.45 mm
2008
113.03 mm
2009
89.58 mm
2010
90.39 mm
2011
104.89 mm
2012
83.71 mm
2013
151.48 mm
2014
94.28 mm
2015
82.82 mm
2016
74.87 mm
2017
108.29 mm
2018
98.07 mm
2019
81.90 mm

Statistik Deskriptif Curah Hujan

  • Rata-rata: 113.13 mm
  • Median: 106.59 mm
  • Standar Deviasi: 35.80 mm
  • Skewness (Kemencengan): 1.61
  • Kurtosis: 3.27
Skewness (Kemencengan)

Skewness positif (positive skewness) dalam data statistik menunjukkan bahwa distribusi data memiliki ekor yang lebih panjang atau "berat" di sisi kanan (lebih tinggi dari nilai tengah atau rata-rata). Ini berarti sebagian besar nilai data cenderung lebih rendah dari rata-rata, tetapi ada beberapa nilai yang jauh lebih tinggi yang menyebabkan ekor di sebelah kanan distribusi.

Karakteristik dari distribusi dengan skewness positif:

  • Mean > Median > Modus: Karena adanya nilai-nilai yang sangat tinggi, mean (rata-rata) akan lebih besar daripada median, dan median akan lebih besar dari modus.
  • Ekor Kanan Panjang: Skewness positif menghasilkan ekor di sebelah kanan distribusi lebih panjang dibandingkan dengan sisi kiri.
  • Data Terkumpul di Kiri: Sebagian besar data akan terpusat di bagian kiri dari distribusi.

Secara visual, distribusi dengan skewness positif akan tampak miring ke arah kanan. Skewness positif bisa menunjukkan adanya outliers atau nilai ekstrem yang lebih tinggi dari kebanyakan data, yang dapat mempengaruhi analisis statistik lebih lanjut, seperti perhitungan mean atau standard deviation.

Data menunjukkan skewness positif yang signifikan (> 1). Oleh karena itu, metode Log Pearson Tipe III lebih sesuai digunakan untuk analisa frekuensi distribusi perhitungan curah hujan rancangan. Kurtosis menunjukkan distribusi yang lebih tajam dari normal (leptokurtik), yang menunjukkan adanya nilai ekstrem. Metode Distribusi Gumbel atau Log Pearson Tipe III lebih sesuai.

Metode Distribusi Gumbel

Parameter Gumbel :

  • Jumlah Data : 22 tahun
  • Yn : 0.526800
  • Sn : 1.075400

Curah Hujan Rancangan Metode Gumbel :

Kala Ulang (Tahun)YTCH Rancangan (mm)
20.3665107.797
51.4999145.533
102.2504170.517
202.9702194.483
253.1985202.085
503.9019225.504
1004.6001248.75
2005.2958271.912
10006.9073325.563
Sumber : Pengolahan Data oleh hidrologi.net