Data Faktual
Informasi yang dibaca langsung dari layer dan database pada koordinat terpilih, seperti wilayah administrasi, CAT, kelas produktivitas, litologi, dan catatan sumur di sekitarnya.
Masukkan koordinat lokasi untuk memperoleh gambaran awal kondisi air tanah melalui peta CAT, produktivitas dan litologi akuifer, serta data sumur terdekat. Hasilnya membantu menyaring kelayakan awal lokasi sebelum survei lapangan, geolistrik, atau pengeboran.
Statistik berikut dibaca dari layer GeoJSON aktif dan database yang telah tersimpan di hidrologi.net.
Pilih provinsi lalu cari kabupaten/kota untuk memeriksa ketersediaan CAT, litologi akuifer, produktivitas akuifer, dan jumlah titik sumur yang telah tersimpan. Daftar wilayah dimuat bertahap melalui AJAX agar landing page tetap ringan.
Status dihitung otomatis dari layer aktif pada database. Data sumur merupakan informasi tambahan dan tidak menentukan kelas Lengkap, Sebagian, Dasar, atau Belum Tersedia.
Sistem menggabungkan informasi spasial regional dan bukti sumur eksisting untuk membantu menilai kelayakan awal lokasi JIAT, sumur bor pertanian, air baku, dan kajian sumber air.
Koordinat dicocokkan dengan batas desa untuk membaca provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan.
Menampilkan status lokasi terhadap CAT, nama cekungan, luas, kategori, serta informasi potensi regional.
Membaca sistem akuifer, produktivitas, keterusan, dan indikasi debit sebagai indikator utama potensi air tanah.
Menilai material penyusun akuifer, kelulusan, serta membandingkan lokasi dengan debit dan kedalaman sumur terdekat.
Analisis dilakukan secara berurutan dari pembacaan data spasial hingga penyusunan rekomendasi. Setiap hasil dibedakan agar pengguna dapat mengetahui mana yang berasal dari database, mana yang merupakan interpretasi sistem, dan mana yang berupa arahan teknis lanjutan.
Informasi yang dibaca langsung dari layer dan database pada koordinat terpilih, seperti wilayah administrasi, CAT, kelas produktivitas, litologi, dan catatan sumur di sekitarnya.
Pembacaan otomatis berdasarkan aturan klasifikasi, skoring, kelengkapan data, dan konsistensi antarindikator. Bagian ini bukan hasil pengukuran langsung di lapangan.
Arahan tindak lanjut berdasarkan hasil screening, misalnya verifikasi lapangan, survei geolistrik, pengeboran eksplorasi, pumping test, dan pengujian kualitas air.
Titik koordinat dicocokkan dengan polygon administrasi untuk menentukan provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa atau kelurahan.
Sistem memeriksa apakah titik berada di dalam polygon Cekungan Air Tanah dan membaca nama, kategori, luas, serta atribut CAT yang tersedia.
Koordinat dioverlay dengan layer produktivitas untuk membaca kelas akuifer, indikasi keterusan, karakter aliran, dan informasi debit yang tercantum pada data sumber.
Sistem membaca satuan litologi, umur geologi, kelulusan material, dan deskripsi batuan pada polygon yang menutup titik koordinat.
Jarak dari koordinat ke titik sumur dihitung, kemudian data kedalaman, debit, muka air, dan atribut lain dirangkum pada radius pencarian yang tersedia.
Indikator CAT, produktivitas, litologi, dan sumur dikonversi menjadi nilai sesuai aturan klasifikasi modul, lalu digabungkan menjadi skor potensi.
Tingkat keyakinan dinilai terpisah dari skor potensi dengan mempertimbangkan kelengkapan layer, konsistensi indikator, serta jumlah dan kedekatan data sumur.
Sistem merangkum faktor pendukung, faktor pembatas, skor potensi, dan tingkat keyakinan untuk menentukan tindakan verifikasi yang paling relevan.
Setelah koordinat diproses, pengguna memperoleh interpretasi CAT, produktivitas akuifer, litologi akuifer, sumur terdekat, faktor pendukung, faktor pembatas, dan rekomendasi tindak lanjut.
Alurnya sederhana dan dapat digunakan dari komputer maupun telepon seluler.
Masukkan latitude-longitude, klik peta, atau gunakan GPS perangkat.
Sistem mencari lokasi desa, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi.
Koordinat diperiksa terhadap batas Cekungan Air Tanah.
Produktivitas dan litologi akuifer dibaca dari polygon yang menutup titik.
Sistem menghitung jarak dan statistik sumur pada radius 1–5 km.
Kesimpulan akhir dapat diekspor menjadi laporan PDF lengkap.
Analisis berbasis peta membantu screening awal, tetapi belum dapat menetapkan titik sumur final. Survei geolistrik digunakan untuk menelusuri indikasi kedalaman, ketebalan, dan kontinuitas zona akuifer.
Gunakan hasil screening sebagai informasi awal untuk menyusun kebutuhan survei, jumlah titik/lintasan, target kedalaman, dan rencana pengeboran.
Ajukan Permintaan PenawaranInformasi penting sebelum menggunakan hasil screening awal potensi air tanah.
Masukkan koordinat, baca kondisi akuifer, bandingkan sumur sekitar, lalu tentukan kebutuhan survei lapangan berikutnya.