Gratis · Screening Awal · Berdasarkan Koordinat

Cek Potensi Air Tanah Online dari Koordinat

Masukkan koordinat lokasi untuk memperoleh gambaran awal kondisi air tanah melalui peta CAT, produktivitas dan litologi akuifer, serta data sumur terdekat. Hasilnya membantu menyaring kelayakan awal lokasi sebelum survei lapangan, geolistrik, atau pengeboran.

Masukkan koordinat lokasi Gunakan format derajat desimal, misalnya -6.595 dan 106.8166.

Rentang Indonesia: -11,5 sampai 6,5.
Rentang Indonesia: 94,5 sampai 141,5.
Pilih dari peta

Validasi menggunakan batas geografis umum Indonesia. Hasil tetap merupakan screening awal berbasis data yang tersedia.

Ilustrasi peta dan analisis potensi air tanah berdasarkan koordinat di hidrologi.net
Analisis berbasis beberapa sumber data CAT, produktivitas akuifer, litologi akuifer, dan sumur di sekitar lokasi.

Statistik Data Modul Air Tanah

Statistik berikut dibaca dari layer GeoJSON aktif dan database yang telah tersimpan di hidrologi.net.

Data terakhir diperbarui Jenis data: Data Sumur Air Tanah

Provinsi dengan Data CAT

35
Provinsi yang memiliki layer Cekungan Air Tanah aktif.

Kabupaten/Kota Terlayani

498
Memiliki layer litologi atau produktivitas akuifer aktif.

Titik Sumur Tersimpan

10.709
Data sumur berkoordinat yang tersimpan dalam database.

Wilayah dengan Data Lengkap

484
Kabupaten/kota dengan CAT, litologi, dan produktivitas aktif.
Ketersediaan Layer

Cakupan Data Wilayah

Pilih provinsi lalu cari kabupaten/kota untuk memeriksa ketersediaan CAT, litologi akuifer, produktivitas akuifer, dan jumlah titik sumur yang telah tersimpan. Daftar wilayah dimuat bertahap melalui AJAX agar landing page tetap ringan.

Lengkap CAT, litologi, dan produktivitas tersedia.
Sebagian Dua dari tiga layer utama tersedia.
Dasar Satu dari tiga layer utama tersedia.
Belum Tersedia Belum ada layer utama aktif untuk wilayah tersebut.
Pilih provinsi untuk menampilkan cakupan data kabupaten/kota.
Belum ada wilayah yang dipilih Daftar kabupaten/kota baru dimuat setelah provinsi dipilih.

Status dihitung otomatis dari layer aktif pada database. Data sumur merupakan informasi tambahan dan tidak menentukan kelas Lengkap, Sebagian, Dasar, atau Belum Tersedia.

Data yang Dianalisis

Sistem menggabungkan informasi spasial regional dan bukti sumur eksisting untuk membantu menilai kelayakan awal lokasi JIAT, sumur bor pertanian, air baku, dan kajian sumber air.

Lokasi Administrasi

Koordinat dicocokkan dengan batas desa untuk membaca provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan.

Cekungan Air Tanah

Menampilkan status lokasi terhadap CAT, nama cekungan, luas, kategori, serta informasi potensi regional.

Produktivitas Akuifer

Membaca sistem akuifer, produktivitas, keterusan, dan indikasi debit sebagai indikator utama potensi air tanah.

Litologi & Sumur Sekitar

Menilai material penyusun akuifer, kelulusan, serta membandingkan lokasi dengan debit dan kedalaman sumur terdekat.

Metodologi Analisis

Analisis dilakukan secara berurutan dari pembacaan data spasial hingga penyusunan rekomendasi. Setiap hasil dibedakan agar pengguna dapat mengetahui mana yang berasal dari database, mana yang merupakan interpretasi sistem, dan mana yang berupa arahan teknis lanjutan.

Data Faktual

Informasi yang dibaca langsung dari layer dan database pada koordinat terpilih, seperti wilayah administrasi, CAT, kelas produktivitas, litologi, dan catatan sumur di sekitarnya.

Interpretasi Sistem

Pembacaan otomatis berdasarkan aturan klasifikasi, skoring, kelengkapan data, dan konsistensi antarindikator. Bagian ini bukan hasil pengukuran langsung di lapangan.

Rekomendasi Teknis

Arahan tindak lanjut berdasarkan hasil screening, misalnya verifikasi lapangan, survei geolistrik, pengeboran eksplorasi, pumping test, dan pengujian kualitas air.

Urutan proses analisis Delapan tahap berikut dijalankan setelah latitude dan longitude dinyatakan valid.
Data Faktual

1. Identifikasi Administrasi

Titik koordinat dicocokkan dengan polygon administrasi untuk menentukan provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa atau kelurahan.

Data Faktual

2. Overlay Cekungan Air Tanah

Sistem memeriksa apakah titik berada di dalam polygon Cekungan Air Tanah dan membaca nama, kategori, luas, serta atribut CAT yang tersedia.

Data Faktual

3. Overlay Produktivitas Akuifer

Koordinat dioverlay dengan layer produktivitas untuk membaca kelas akuifer, indikasi keterusan, karakter aliran, dan informasi debit yang tercantum pada data sumber.

Data Faktual

4. Overlay Litologi Akuifer

Sistem membaca satuan litologi, umur geologi, kelulusan material, dan deskripsi batuan pada polygon yang menutup titik koordinat.

Data Faktual

5. Pencarian Sumur Terdekat

Jarak dari koordinat ke titik sumur dihitung, kemudian data kedalaman, debit, muka air, dan atribut lain dirangkum pada radius pencarian yang tersedia.

Interpretasi Sistem

6. Skoring Multi-Parameter

Indikator CAT, produktivitas, litologi, dan sumur dikonversi menjadi nilai sesuai aturan klasifikasi modul, lalu digabungkan menjadi skor potensi.

Interpretasi Sistem

7. Penilaian Tingkat Keyakinan

Tingkat keyakinan dinilai terpisah dari skor potensi dengan mempertimbangkan kelengkapan layer, konsistensi indikator, serta jumlah dan kedekatan data sumur.

Rekomendasi Teknis

8. Penyusunan Rekomendasi

Sistem merangkum faktor pendukung, faktor pembatas, skor potensi, dan tingkat keyakinan untuk menentukan tindakan verifikasi yang paling relevan.

Batas penggunaan: metodologi ini ditujukan untuk screening awal berbasis data spasial dan data sekunder. Hasilnya tidak menggantikan penyelidikan hidrogeologi lapangan, survei geofisika, pengeboran eksplorasi, pumping test, uji kualitas air, desain sumur, maupun persetujuan penggunaan air tanah.

Output Analisis yang Mudah Dipahami

Setelah koordinat diproses, pengguna memperoleh interpretasi CAT, produktivitas akuifer, litologi akuifer, sumur terdekat, faktor pendukung, faktor pembatas, dan rekomendasi tindak lanjut.

  • Status potensi dan tingkat keyakinan analisis.
  • Interpretasi teknis setiap layer utama.
  • Statistik sumur radius 1 km, 3 km, dan 5 km.
  • Kesimpulan akhir dan rekomendasi survei geolistrik.
  • Laporan PDF dengan header, footer, dan QR Code hasil digital.

Cara Menggunakan Modul Air Tanah

Alurnya sederhana dan dapat digunakan dari komputer maupun telepon seluler.

1

Input koordinat

Masukkan latitude-longitude, klik peta, atau gunakan GPS perangkat.

2

Baca administrasi

Sistem mencari lokasi desa, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi.

3

Overlay CAT

Koordinat diperiksa terhadap batas Cekungan Air Tanah.

4

Analisis akuifer

Produktivitas dan litologi akuifer dibaca dari polygon yang menutup titik.

5

Cari sumur terdekat

Sistem menghitung jarak dan statistik sumur pada radius 1–5 km.

6

Unduh laporan

Kesimpulan akhir dapat diekspor menjadi laporan PDF lengkap.

Kapan Survei Geolistrik Diperlukan?

Analisis berbasis peta membantu screening awal, tetapi belum dapat menetapkan titik sumur final. Survei geolistrik digunakan untuk menelusuri indikasi kedalaman, ketebalan, dan kontinuitas zona akuifer.

  • Lokasi direncanakan untuk JIAT atau sumur produksi.
  • Data sumur sekitar terbatas atau menunjukkan variasi besar.
  • Akuifer diperkirakan dikontrol rekahan, pelapukan, atau litologi setempat.
  • Pengeboran perlu mengurangi risiko kegagalan titik.

Ajukan Survei Geolistrik

Gunakan hasil screening sebagai informasi awal untuk menyusun kebutuhan survei, jumlah titik/lintasan, target kedalaman, dan rencana pengeboran.

Ajukan Permintaan Penawaran
Catatan teknis: hasil modul merupakan screening awal berbasis data spasial dan data sekunder. Penentuan titik sumur akhir tetap memerlukan survei hidrogeologi lapangan, geolistrik, pengeboran eksplorasi, pumping test, uji kualitas air, serta pemenuhan ketentuan perizinan/persetujuan penggunaan air tanah.

Pertanyaan Umum

Informasi penting sebelum menggunakan hasil screening awal potensi air tanah.

Cek potensi air tanah online adalah screening awal berdasarkan koordinat. Sistem membaca lokasi administrasi, Cekungan Air Tanah, produktivitas akuifer, litologi akuifer, serta data sumur terdekat untuk memberikan gambaran awal kondisi hidrogeologi lokasi.

Akurasi bergantung pada kelengkapan, skala, ketelitian posisi, dan kebaruan data yang tersedia. Hasilnya sesuai untuk penyaringan awal dan perencanaan survei, tetapi bukan jaminan keberhasilan pengeboran atau besarnya debit sumur.

Cekungan Air Tanah adalah wilayah yang dibatasi oleh kondisi hidrogeologis tempat proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung. Keberadaan lokasi di dalam CAT memberikan konteks regional, tetapi belum cukup untuk menetapkan titik sumur.

Akuifer adalah lapisan batuan atau endapan yang mampu menyimpan dan mengalirkan air tanah dalam jumlah tertentu. Kemampuan akuifer dipengaruhi antara lain oleh porositas, permeabilitas, ketebalan, kontinuitas lapisan, rekahan, dan kondisi pengisian kembali.

Data produktivitas akuifer digunakan untuk memperkirakan kemampuan relatif suatu sistem akuifer dalam menghasilkan air. Kelas produktivitas merupakan informasi regional dan perlu dikonfirmasi dengan data sumur, survei lapangan, serta pengujian pemompaan.

Litologi menjelaskan jenis batuan atau endapan penyusun bawah permukaan. Pasir, kerikil, batuan lapuk, atau batuan berrekahan dapat memiliki perilaku penyimpanan dan kelulusan air yang berbeda sehingga memengaruhi potensi serta kedalaman target akuifer.

Sistem mencari sumur dalam radius tertentu lalu membandingkan jarak, kedalaman, debit, dan informasi lain yang tersedia. Data sumur sekitar dapat meningkatkan tingkat keyakinan, tetapi tidak menjamin kondisi yang sama tepat pada lokasi rencana.

Survei geolistrik diperlukan ketika akan menentukan indikasi zona jenuh air, memperkirakan kedalaman dan ketebalan lapisan, membandingkan beberapa alternatif titik, atau mengurangi risiko pengeboran pada lokasi yang data sumurnya terbatas.

Geolistrik mengukur variasi tahanan jenis bawah permukaan dan membantu menafsirkan kemungkinan lapisan pembawa air. Hasilnya tetap bersifat interpretatif dan harus dikaitkan dengan geologi, hidrogeologi, data sumur, serta dikonfirmasi melalui pengeboran.

Kedalaman sumur tidak dapat ditentukan hanya dari peta regional. Kedalaman target dipengaruhi susunan lapisan, posisi muka air tanah, jenis akuifer, topografi, dan kondisi lokal. Penentuannya memerlukan data sumur sekitar, survei geolistrik, dan pengeboran eksplorasi.

Biaya bergantung pada lokasi, akses lapangan, jumlah titik atau lintasan, panjang bentangan, target kedalaman, metode konfigurasi, kebutuhan mobilisasi, dan bentuk laporan. Permintaan penawaran perlu dilengkapi koordinat dan tujuan penggunaan air.

Sebagian wilayah mungkin belum memiliki seluruh layer, data dapat berasal dari skala pemetaan regional, atribut tertentu dapat kosong, dan kondisi akuifer dapat berubah pada jarak pendek. Status cakupan data ditampilkan agar pengguna mengetahui tingkat kelengkapan lokasi.

Dapat. Aktifkan izin lokasi dan tunggu hingga posisi terbaca. Akurasi GPS telepon dipengaruhi kondisi perangkat, bangunan, vegetasi, dan kualitas sinyal, sehingga koordinat penting sebaiknya diperiksa kembali di peta atau dengan alat survei yang sesuai.

Hasil modul sebaiknya digunakan sebagai dasar screening dan penyusunan rencana investigasi. Keputusan pengeboran tetap memerlukan verifikasi hidrogeologi lapangan, survei geolistrik, pengeboran eksplorasi, pumping test, uji kualitas air, serta pemenuhan ketentuan yang berlaku.

Punya lokasi rencana JIAT, sumur bor, atau sumber air?

Masukkan koordinat, baca kondisi akuifer, bandingkan sumur sekitar, lalu tentukan kebutuhan survei lapangan berikutnya.