Curah Hujan Harian Maksimum Tahunan Grid TRMM-1201
Desa Limau Purut Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan

No. Tahun Curah Hujan (mm) Tanggal
1199887.501998-08-14
2199992.271999-11-12
3200078.192000-01-26
4200167.142001-01-24
52002160.102002-02-19
6200376.052003-04-22
72004100.082004-05-03
8200576.602005-01-01
9200679.852006-01-08
102007156.572007-10-06
11200884.802008-11-12
12200992.242009-12-09
13201069.052010-03-18
14201175.972011-11-02
15201267.072012-03-30
162013109.812013-04-30
17201462.612014-11-24
18201561.892015-12-07
19201675.642016-03-21
20201761.122017-02-14
212018105.762018-10-03
22201965.472019-04-15
Sumber Data : Pengolahan Data oleh hidrologi.net

Histogram Curah Hujan

1998
87.50 mm
1999
92.27 mm
2000
78.19 mm
2001
67.14 mm
2002
160.10 mm
2003
76.05 mm
2004
100.08 mm
2005
76.60 mm
2006
79.85 mm
2007
156.57 mm
2008
84.80 mm
2009
92.24 mm
2010
69.05 mm
2011
75.97 mm
2012
67.07 mm
2013
109.81 mm
2014
62.61 mm
2015
61.89 mm
2016
75.64 mm
2017
61.12 mm
2018
105.76 mm
2019
65.47 mm

Statistik Deskriptif Curah Hujan

  • Rata-rata: 86.63 mm
  • Median: 77.39 mm
  • Standar Deviasi: 27.05 mm
  • Skewness (Kemencengan): 1.80
  • Kurtosis: 3.07
Skewness (Kemencengan)

Skewness positif (positive skewness) dalam data statistik menunjukkan bahwa distribusi data memiliki ekor yang lebih panjang atau "berat" di sisi kanan (lebih tinggi dari nilai tengah atau rata-rata). Ini berarti sebagian besar nilai data cenderung lebih rendah dari rata-rata, tetapi ada beberapa nilai yang jauh lebih tinggi yang menyebabkan ekor di sebelah kanan distribusi.

Karakteristik dari distribusi dengan skewness positif:

  • Mean > Median > Modus: Karena adanya nilai-nilai yang sangat tinggi, mean (rata-rata) akan lebih besar daripada median, dan median akan lebih besar dari modus.
  • Ekor Kanan Panjang: Skewness positif menghasilkan ekor di sebelah kanan distribusi lebih panjang dibandingkan dengan sisi kiri.
  • Data Terkumpul di Kiri: Sebagian besar data akan terpusat di bagian kiri dari distribusi.

Secara visual, distribusi dengan skewness positif akan tampak miring ke arah kanan. Skewness positif bisa menunjukkan adanya outliers atau nilai ekstrem yang lebih tinggi dari kebanyakan data, yang dapat mempengaruhi analisis statistik lebih lanjut, seperti perhitungan mean atau standard deviation.

Data menunjukkan skewness positif yang signifikan (> 1). Oleh karena itu, metode Log Pearson Tipe III lebih sesuai digunakan untuk analisa frekuensi distribusi perhitungan curah hujan rancangan. Kurtosis menunjukkan distribusi yang lebih tajam dari normal (leptokurtik), yang menunjukkan adanya nilai ekstrem. Metode Distribusi Gumbel atau Log Pearson Tipe III lebih sesuai.

Metode Distribusi Gumbel

Parameter Gumbel :

  • Jumlah Data : 22 tahun
  • Yn : 0.526800
  • Sn : 1.075400

Curah Hujan Rancangan Metode Gumbel :

Kala Ulang (Tahun)YTCH Rancangan (mm)
20.366582.595
51.4999111.104
102.2504129.979
202.9702148.085
253.1985153.829
503.9019171.521
1004.6001189.083
2005.2958206.582
10006.9073247.114
Sumber : Pengolahan Data oleh hidrologi.net