Curah Hujan Harian Maksimum Tahunan Grid TRMM-0910
Desa Simalidu, Kabupaten Dharmasraya

No. Tahun Curah Hujan (mm) Tanggal
1199889.221998-03-21
21999118.551999-02-25
3200099.682000-11-04
42001149.892001-01-21
5200288.732002-09-09
62003142.712003-02-20
7200492.622004-08-20
8200594.342005-08-05
92006139.082006-02-19
10200779.942007-10-26
11200879.552008-03-07
122009114.282009-02-19
132010113.242010-08-17
14201193.562011-11-18
152012235.432012-03-30
16201397.452013-12-05
17201492.932014-01-11
18201578.742015-12-25
19201699.772016-03-21
20201784.142017-01-15
21201878.432018-10-13
22201956.402019-08-29
Sumber Data : Pengolahan Data oleh hidrologi.net

Histogram Curah Hujan

1998
89.22 mm
1999
118.55 mm
2000
99.68 mm
2001
149.89 mm
2002
88.73 mm
2003
142.71 mm
2004
92.62 mm
2005
94.34 mm
2006
139.08 mm
2007
79.94 mm
2008
79.55 mm
2009
114.28 mm
2010
113.24 mm
2011
93.56 mm
2012
235.43 mm
2013
97.45 mm
2014
92.93 mm
2015
78.74 mm
2016
99.77 mm
2017
84.14 mm
2018
78.43 mm
2019
56.40 mm

Statistik Deskriptif Curah Hujan

  • Rata-rata: 105.39 mm
  • Median: 93.95 mm
  • Standar Deviasi: 36.89 mm
  • Skewness (Kemencengan): 2.26
  • Kurtosis: 6.83
Skewness (Kemencengan)

Skewness positif (positive skewness) dalam data statistik menunjukkan bahwa distribusi data memiliki ekor yang lebih panjang atau "berat" di sisi kanan (lebih tinggi dari nilai tengah atau rata-rata). Ini berarti sebagian besar nilai data cenderung lebih rendah dari rata-rata, tetapi ada beberapa nilai yang jauh lebih tinggi yang menyebabkan ekor di sebelah kanan distribusi.

Karakteristik dari distribusi dengan skewness positif:

  • Mean > Median > Modus: Karena adanya nilai-nilai yang sangat tinggi, mean (rata-rata) akan lebih besar daripada median, dan median akan lebih besar dari modus.
  • Ekor Kanan Panjang: Skewness positif menghasilkan ekor di sebelah kanan distribusi lebih panjang dibandingkan dengan sisi kiri.
  • Data Terkumpul di Kiri: Sebagian besar data akan terpusat di bagian kiri dari distribusi.

Secara visual, distribusi dengan skewness positif akan tampak miring ke arah kanan. Skewness positif bisa menunjukkan adanya outliers atau nilai ekstrem yang lebih tinggi dari kebanyakan data, yang dapat mempengaruhi analisis statistik lebih lanjut, seperti perhitungan mean atau standard deviation.

Data menunjukkan skewness positif yang signifikan (> 1). Oleh karena itu, metode Log Pearson Tipe III lebih sesuai digunakan untuk analisa frekuensi distribusi perhitungan curah hujan rancangan. Kurtosis menunjukkan distribusi yang lebih tajam dari normal (leptokurtik), yang menunjukkan adanya nilai ekstrem. Metode Distribusi Gumbel atau Log Pearson Tipe III lebih sesuai.

Metode Distribusi Gumbel

Parameter Gumbel :

  • Jumlah Data : 22 tahun
  • Yn : 0.526800
  • Sn : 1.075400

Curah Hujan Rancangan Metode Gumbel :

Kala Ulang (Tahun)YTCH Rancangan (mm)
20.366599.896
51.4999138.78
102.2504164.524
202.9702189.219
253.1985197.053
503.9019221.184
1004.6001245.137
2005.2958269.003
10006.9073324.286
Sumber : Pengolahan Data oleh hidrologi.net