Curah Hujan Harian Maksimum Tahunan Grid TRMM-0978
Desa Pasir Talang Timur, Kabupaten Solok Selatan

No. Tahun Curah Hujan (mm) Tanggal
11998105.511998-02-23
2199995.431999-01-16
32000112.952000-04-28
42001155.242001-01-24
52002100.842002-11-18
62003226.462003-08-15
7200492.022004-12-11
82005100.762005-01-28
92006145.852006-04-15
102007100.572007-10-26
112008101.422008-09-25
12200986.422009-03-23
13201070.872010-07-29
14201173.402011-02-14
152012102.572012-09-09
16201390.072013-02-07
17201487.602014-02-07
18201580.452015-11-24
19201694.822016-03-06
20201770.242017-12-29
21201865.012018-09-07
22201988.212019-01-17
Sumber Data : Pengolahan Data oleh hidrologi.net

Histogram Curah Hujan

1998
105.51 mm
1999
95.43 mm
2000
112.95 mm
2001
155.24 mm
2002
100.84 mm
2003
226.46 mm
2004
92.02 mm
2005
100.76 mm
2006
145.85 mm
2007
100.57 mm
2008
101.42 mm
2009
86.42 mm
2010
70.87 mm
2011
73.40 mm
2012
102.57 mm
2013
90.07 mm
2014
87.60 mm
2015
80.45 mm
2016
94.82 mm
2017
70.24 mm
2018
65.01 mm
2019
88.21 mm

Statistik Deskriptif Curah Hujan

  • Rata-rata: 102.12 mm
  • Median: 95.12 mm
  • Standar Deviasi: 35.18 mm
  • Skewness (Kemencengan): 2.40
  • Kurtosis: 7.10
Skewness (Kemencengan)

Skewness positif (positive skewness) dalam data statistik menunjukkan bahwa distribusi data memiliki ekor yang lebih panjang atau "berat" di sisi kanan (lebih tinggi dari nilai tengah atau rata-rata). Ini berarti sebagian besar nilai data cenderung lebih rendah dari rata-rata, tetapi ada beberapa nilai yang jauh lebih tinggi yang menyebabkan ekor di sebelah kanan distribusi.

Karakteristik dari distribusi dengan skewness positif:

  • Mean > Median > Modus: Karena adanya nilai-nilai yang sangat tinggi, mean (rata-rata) akan lebih besar daripada median, dan median akan lebih besar dari modus.
  • Ekor Kanan Panjang: Skewness positif menghasilkan ekor di sebelah kanan distribusi lebih panjang dibandingkan dengan sisi kiri.
  • Data Terkumpul di Kiri: Sebagian besar data akan terpusat di bagian kiri dari distribusi.

Secara visual, distribusi dengan skewness positif akan tampak miring ke arah kanan. Skewness positif bisa menunjukkan adanya outliers atau nilai ekstrem yang lebih tinggi dari kebanyakan data, yang dapat mempengaruhi analisis statistik lebih lanjut, seperti perhitungan mean atau standard deviation.

Data menunjukkan skewness positif yang signifikan (> 1). Oleh karena itu, metode Log Pearson Tipe III lebih sesuai digunakan untuk analisa frekuensi distribusi perhitungan curah hujan rancangan. Kurtosis menunjukkan distribusi yang lebih tajam dari normal (leptokurtik), yang menunjukkan adanya nilai ekstrem. Metode Distribusi Gumbel atau Log Pearson Tipe III lebih sesuai.

Metode Distribusi Gumbel

Parameter Gumbel :

  • Jumlah Data : 22 tahun
  • Yn : 0.526800
  • Sn : 1.075400

Curah Hujan Rancangan Metode Gumbel :

Kala Ulang (Tahun)YTCH Rancangan (mm)
20.366596.88
51.4999133.957
102.2504158.505
202.9702182.053
253.1985189.522
503.9019212.532
1004.6001235.372
2005.2958258.129
10006.9073310.843
Sumber : Pengolahan Data oleh hidrologi.net