Arus Laminar merupakan kondisi aliran fluida di mana partikel-partikel air bergerak secara sejajar dalam lintasan yang teratur dan stabil, membentuk lapisan-lapisan aliran (flow layers) yang tidak saling bercampur. Pada aliran ini, kecepatan fluida berubah secara halus dari satu lapisan ke lapisan lainnya, dengan gaya geser (shear stress) yang relatif kecil dan tanpa pusaran atau fluktuasi kecepatan yang signifikan. Arus laminar umumnya terjadi pada kondisi kecepatan rendah, viskositas fluida tinggi, atau dimensi saluran yang kecil, seperti pada aliran air dalam pipa berdiameter kecil atau rembesan melalui media berpori.
Dalam analisis hidrolika, karakteristik arus laminar sering diidentifikasi menggunakan bilangan Reynolds (Re); aliran dikategorikan sebagai laminar apabila nilai Re kurang dari sekitar 2.000 pada aliran dalam pipa. Dalam konteks hidrologi, aliran laminar lebih sering dijumpai pada aliran bawah tanah (groundwater flow) atau pada lapisan tipis air yang mengalir secara perlahan di atas permukaan tanah sebelum terbentuk limpasan terkonsentrasi.
Pemahaman mengenai arus laminar penting dalam perhitungan kehilangan energi (head loss), analisis rembesan pada bendungan tanah, desain sistem drainase mikro, serta permodelan aliran dalam akuifer. Berbeda dengan arus turbulen yang bersifat tidak teratur dan penuh pusaran, arus laminar menunjukkan pola aliran yang lebih stabil dan dapat diprediksi secara matematis dengan persamaan yang lebih sederhana.