Debit andalan adalah debit yang secara statistik diperkirakan masih tersedia atau terlampaui pada tingkat keandalan tertentu dalam suatu periode analisis. Dalam perencanaan sumber daya air, debit andalan sangat penting karena digunakan untuk menilai ketersediaan air yang dapat dimanfaatkan secara relatif aman untuk irigasi, air baku, industri, atau kebutuhan lainnya. Berbeda dengan debit rata-rata yang hanya menunjukkan nilai tengah, debit andalan mempertimbangkan kemungkinan ketersediaan aktual di lapangan.
Tingkat keandalan debit andalan biasanya dinyatakan dalam persentase, misalnya 80%, 90%, atau 95%. Debit andalan 80% berarti debit tersebut diperkirakan dapat dipenuhi atau dilampaui dalam 80% waktu pengamatan. Semakin tinggi tingkat keandalan yang dipilih, umumnya semakin kecil nilai debit andalannya. Pemilihan tingkat keandalan harus disesuaikan dengan tujuan pemanfaatan air. Untuk kebutuhan yang kritis, diperlukan keandalan yang lebih tinggi.
Debit andalan umumnya dihitung dari data debit sungai jangka panjang dengan analisis probabilitas atau kurva durasi aliran. Jika data debit sungai tidak tersedia, debit andalan dapat diduga melalui model hujan-aliran, meskipun tingkat ketidakpastiannya lebih besar. Dalam konteks perencanaan, debit andalan sangat penting untuk menghindari kesalahan dalam menentukan kapasitas pengambilan air dan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan air dan kebutuhan.
Karena sangat bergantung pada kualitas data, panjang deret waktu, dan perubahan kondisi DAS, analisis debit andalan harus dilakukan secara hati-hati. Perubahan tata guna lahan, iklim, dan pengambilan air di hulu dapat menyebabkan debit andalan berubah dari waktu ke waktu.
Rumus probabilitas Weibull yang sering digunakan:
Keterangan: