Dalam konteks DAS dan kebencanaan hidrologi, debris merujuk pada campuran material padat seperti sedimen kasar, bongkah, kerikil, batang kayu, cabang pohon, dan material longsoran yang ikut terbawa aliran. Kehadiran debris dapat meningkatkan daya rusak banjir karena menambah massa, energi tumbukan, dan potensi penyumbatan pada jembatan, gorong-gorong, atau bangunan pengendali sungai. Pada daerah hulu yang curam, hujan ekstrem dapat memicu longsoran dan aliran debris yang kemudian bertransformasi atau bergabung dengan banjir bandang.