Dalam analisis hidrologi, data hujan biasanya diperoleh pada titik-titik pengamatan berupa stasiun hujan. Karena proses perencanaan sering membutuhkan nilai hujan yang mewakili satu area, maka curah hujan titik tersebut diubah menjadi hujan wilayah atau hujan areal. Nilai ini digunakan untuk menggambarkan besarnya masukan hujan yang secara rata-rata diterima oleh suatu DAS, sub DAS, daerah irigasi, atau kawasan drainase. Ketelitian hujan wilayah dipengaruhi oleh kerapatan stasiun, sebaran spasial hujan, kondisi topografi, dan metode perataannya.