Dalam kajian hidrologi, tata guna lahan menggambarkan bagaimana suatu permukaan wilayah digunakan atau ditutupi, baik secara alami maupun karena aktivitas manusia. Perubahan tata guna lahan, terutama konversi lahan vegetatif menjadi kawasan terbangun, umumnya meningkatkan koefisien limpasan, menurunkan kapasitas infiltrasi, mempercepat respon banjir, dan memperbesar potensi erosi serta beban sedimen. Oleh karena itu, tata guna lahan merupakan parameter penting dalam analisis DAS, pengendalian banjir, perencanaan drainase, serta pemodelan hidrologi berbasis GIS.