Modul Irigasi dikembangkan sebagai alat bantu perencanaan teknis irigasi di hidrologi.net, mulai dari perencanaan bendung, bangunan pengambilan, pembilas, kantong lumpur, saluran irigasi, bangunan pelengkap, quantity, RAB, sampai laporan teknis.
Modul ini dirancang untuk membantu proses perencanaan irigasi secara bertahap dan semi otomatis. Fokus awal pengembangan adalah menyediakan alat bantu hitung, penyimpanan data analisa, validasi awal terhadap standar, serta penyusunan ringkasan teknis yang dapat dikembangkan menjadi laporan perencanaan.
Modul ini tidak dimaksudkan menggantikan tanggung jawab perencana. Setiap hasil perhitungan harus tetap diverifikasi berdasarkan data lapangan, kondisi topografi, hidrologi, geoteknik, morfologi sungai, sedimen, serta pertimbangan teknis tenaga ahli.
Rumus, notasi, istilah, dan struktur perencanaan disusun mengacu pada Kriteria Perencanaan Irigasi.
Digunakan sebagai acuan untuk perencanaan bendung, bangunan pengambilan, pembilas, kantong lumpur, peredam energi, stabilitas, perkuatan sungai, dan bangunan pelengkap pada bangunan utama.
BendungDigunakan sebagai acuan untuk debit rencana, efisiensi irigasi, saluran tanah, saluran pasangan, saluran tertutup, saluran pembuang, dan hidrolika saluran menggunakan rumus Strickler/Manning.
SaluranDigunakan sebagai acuan untuk bangunan ukur debit, bangunan pengatur muka air, bangunan bagi dan sadap, gorong-gorong, sipon, talang, flum, bangunan terjun, kolam olak, jalan inspeksi, dan bangunan pelengkap.
Bangunan| Submodul | Ruang Lingkup | Status |
|---|---|---|
| Perencanaan Bendung | Data dasar, validasi KP-02, desain mercu, dan ringkasan teknis. | Aktif awal |
| Pengambilan & Pembilas | Konsep pintu pengambilan, pintu bilas, kapasitas, dan pengendalian sedimen. | Placeholder |
| Kantong Lumpur | Konsep pengendapan sedimen, volume tampungan, dan pembilasan berkala. | Placeholder |
| Kolam Olak | Konsep peredam energi, loncat hidrolis, dan perlindungan hilir. | Placeholder |
| Stabilitas | Konsep cek geser, guling, daya dukung, uplift, dan piping. | Placeholder |
| Quantity & RAB | Volume pekerjaan dan integrasi dengan AHSP. | Placeholder |
| Laporan Teknis | Ringkasan data, hasil analisa, catatan teknis, dan output cetak. | Placeholder |
Modul ini dibuat sebagai alat bantu desain awal dan pengelolaan data analisa. Hasil yang ditampilkan tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya dasar keputusan desain tanpa verifikasi teknis.
| Parameter | Batas Umum |
|---|---|
| Beda tinggi energi | ≤ 6 m |
| Luas daerah pembuang / DAS | < 500 km² |
| Debit maksimum pengambilan | ≤ 25 m³/det |
/includes/fungsi_irigasi.php.
Pengembangan modul Irigasi dilakukan bertahap agar setiap fungsi dapat diuji, dipakai, dan diperbaiki berdasarkan kebutuhan pekerjaan nyata.
| Tahap | Fokus Pengembangan |
|---|---|
| Tahap 1 | Data dasar, validasi KP-02, desain mercu, detail, daftar, edit, cetak, dan export. |
| Tahap 2 | Pengambilan, pembilas, dan kantong lumpur. |
| Tahap 3 | Kolam olak, peredam energi, perkuatan sungai, dan stabilitas. |
| Tahap 4 | Quantity pekerjaan bendung dan integrasi AHSP. |
| Tahap 5 | RAB, laporan teknis, export PDF/Word, dan otomatisasi narasi. |
| Tahap 6 | Saluran irigasi, bangunan bagi/sadap, talang, sipon, dan bangunan pelengkap. |
Untuk tahap awal, pengguna dapat mulai dari submodul Perencanaan Bendung. Buat analisa baru, masukkan data dasar, lakukan validasi awal, lalu lanjutkan ke desain mercu bendung.