Modul Sabo

Laporan Analisa Sabodam

Ringkasan laporan teknis hasil analisa sabodam, mulai dari data dasar, pradesain hidrolik, gaya-momen, stabilitas, quantity, dan RAB.

Status Laporan

  • Tahapan Pradesain
  • Stabilitas Aman
  • Quantity Tersedia
  • RAB Tersedia
Catatan: Laporan ini merupakan hasil otomatis modul. Setiap hasil perhitungan tetap perlu diperiksa oleh tenaga ahli sebelum digunakan sebagai dokumen desain final.

1. Identitas Pekerjaan

Kode Analisa SABO-20260427-0001
Nama Analisa Perhitungan Sabodam 1
Nama Pekerjaan Basic Design Sabodam 1
Nama Sungai Sungai Contoh 1
DAS / Sub-DAS DAS Contoh 1
Lokasi Kelurahan 1, Kecamatan 1, Kota Padang, Sumatera Barat
Tahun Desain 2026
Jenis Kegiatan Desain Baru
Tanggal Dibuat 27-04-2026 14:55
Update Terakhir 17-06-2026 14:49

2. Rekomendasi dan Tipe Desain

Rekomendasi

Sabodam Tipe Tertutup

Tipe Desain

Sabodam Tipe Tertutup

Skor Tertutup
36
Skor Terbuka
19
Keyakinan
Tinggi

Alasan Teknis

- Apa fungsi utama sabodam pada lokasi ini?: Menampung sedimen secara tetap atau sementara
- Bagaimana karakter aliran sedimen/debris di lokasi?: Didominasi pasir, kerikil, atau kerakal kecil
- Bagaimana ukuran material besar/boulder yang dijumpai?: Umumnya kurang dari 0,5 m
- Apakah tersedia ruang tampungan sedimen di hulu rencana sabodam?: Tersedia luas dan tidak mengganggu aset penting
- Bagaimana posisi lokasi rencana terhadap alur sungai?: Ruas sungai relatif lurus
- Apakah sebagian sedimen perlu tetap diloloskan ke hilir?: Tidak perlu, sedimen sebaiknya ditahan sebanyak mungkin
- Bagaimana potensi penyumbatan oleh kayu hanyut atau material campuran?: Rendah
- Bagaimana kondisi geologi atau fondasi awal lokasi rencana?: Relatif baik / batuan atau tanah dasar kuat
- Apakah terdapat kondisi khusus yang memerlukan kajian hidrolik lebih rinci?: Tidak ada kondisi khusus yang dominan
- Seberapa lengkap data awal yang tersedia?: Sebagian data tersedia

Data yang Perlu Dilengkapi

- Saboplan untuk menentukan kebutuhan jumlah sabodam dan kapasitas tampungan.
- Investigasi geoteknik dan parameter fondasi.
- Kajian sedimen, gradasi material, D50, D95, dan diameter boulder maksimum.

3. Data Teknis Minimal

Kemiringan Dasar Sungai, I 0.287000
Sudut Dasar Sungai, θ 16.013°
Lebar Sungai, B 20.000 m
Tinggi Dam Rencana, h 5.500 m
Tinggi Sedimen, hs 3.000 m
Tinggi Total Dam, H 8.500 m
Debit Banjir Rencana, Qp 20.000 m³/s
D50 75.000 mm
D95 1.200 m
Sudut Geser Sedimen, φ 35.000°
Daya Dukung Tanah Izin 647.200 kPa

Parameter Material dan Hidrolik

ρ Campuran 1.2000
σ Sedimen 2.3400
C* 0.6000
Cs 0.5000
γc Beton 23.400 kN/m³
γs Sedimen 14.700 kN/m³
γw Air 9.800 kN/m³
Koefisien Pelimpahan, C 0.6000
n Manning Debris 0.1000

4. Hasil Pradesain Hidrolik

Debit dan Debris

Cd Hitung0.731
Cd Desain0.540
Qp20.000 m³/s
Qd30.800 m³/s
Qsp200.000 m³/s
B Debris16.000 m
hd1.900 m
Vdf6.990 m/s

Dimensi Utama

B116.000 m
B217.100 m
h31.100 m
F0.600 m
b23.000 m
m / n0.600 / 0.200
b2'9.800 m
L Apron16.000 m

Sketsa Dimensi Pelimpah

B1 = 16.00 m B2 = 17.10 m h3 = 1.10 m 1 0.5 Pelimpah

Sketsa Memanjang Apron dan Subdam

Sketsa Memanjang Dam Utama - Apron / Kolam Olak - Subdam Garis dasar sungai / fondasi Muka air hulu Apron / Kolam Olak Subdam fondasi / gerusan Dam Utama mercu b2 = 3.00 m H = 8.50 m h3 = 1.10 m F = 0.60 m L apron = 16.00 m t = 1.00 m h2 = 2.60 m h1' = 1.60 m H2 = 5.00 m Dh2 = 2.35 m lw = 1.79 m x = 9.67 m Referensi pelimpah: B1 = 16.00 m ; B2 = 17.10 m Kemiringan tubuh: m = 0.60 ; n = 0.20 arah aliran

Gambar D.2 — Sketsa memanjang hasil pradesain: dam utama, apron/kolam olak, dan subdam.

5. Uraian Perhitungan Pradesain Hidrolik

Data yang Digunakan

Kemiringan dasar sungai, I = 0.287
Sudut dasar sungai, θ = 16.013°
Lebar sungai, B = 20.000 m
Tinggi dam rencana dari dasar sungai, h = 5.500 m
Tinggi sedimen, hs = 3.000 m
Tinggi total dam, H = 8.500 m
Debit banjir, Qp = 20.000 m³/s
D50 = 75.000 mm
D95 = 1.200 m
Sudut geser dalam sedimen, φ = 35.000°
ρ = 1.200
σ = 2.340
C* = 0.600
Cs = 0.500
γc = 23.400 kN/m³
γs = 14.700 kN/m³
γw = 9.800 kN/m³

Rumus

Data dasar digunakan sebagai input untuk seluruh tahapan pradesain.

Substitusi

-

Hasil

Data dasar telah dibaca dari input data teknis minimal.

Kesimpulan

Perhitungan pradesain dilanjutkan dengan analisis debit desain dan debit puncak aliran debris.

Data yang Digunakan

ρ = 1.200
σ = 2.340
θ = 16.013°
φ = 35.000°
C* = 0.600

Rumus

Cd = ρ tan θ / ((σ − ρ) × (tan φ − tan θ))
Jika Cd ≥ 0.9 × C*, maka Cd = 0.9 × C*

Substitusi

Cd hitung = 0.731
0.9 × C* = 0.9 × 0.600 = 0.540

Hasil

Cd desain = 0.540

Kesimpulan

Konsentrasi sedimen desain yang digunakan adalah Cd = 0.540.

Data yang Digunakan

Qp = 20.000 m³/s
Cd = 0.540

Rumus

Qd = (1 + Cd) × Qp

Substitusi

Qd = (1 + 0.540) × 20.000

Hasil

Qd = 30.800 m³/s

Kesimpulan

Debit desain untuk perhitungan pelimpah adalah Qd = 30.800 m³/s.

Data yang Digunakan

C* = 0.600
Cd = 0.540
Qp = 20.000 m³/s

Rumus

Qsp = C* / (C* − Cd) × Qp

Substitusi

Qsp = 0.600 / (0.600 − 0.540) × 20.000

Hasil

Qsp = 200.000 m³/s

Kesimpulan

Debit puncak aliran debris adalah Qsp = 200.000 m³/s.

Data yang Digunakan

Lebar sungai, B = 20.000 m
Faktor lebar aliran debris = 0.800

Rumus

Bdebris = 80% × B

Substitusi

Bdebris = 0.800 × 20.000

Hasil

Bdebris = 16.000 m

Kesimpulan

Lebar aliran debris yang digunakan adalah 16.000 m.

Data yang Digunakan

Qsp = 200.000 m³/s
Bdebris = 16.000 m
n Manning = 0.100
θ = 16.013°

Rumus

Qsp = hd × Bdebris × Vdf
Vdf = (1/n) × R^(2/3) × (sin θ)^(1/2)
R = (hd × Bdebris) / (Bdebris + 2hd)

Substitusi

Perhitungan dilakukan dengan trial and error/iterasi terhadap hd sampai Q hitung mendekati Qsp.
R hasil = 1.535 m
Q check = 212.500 m³/s

Hasil

hd = 1.900 m
Vdf = 6.990 m/s

Kesimpulan

Tinggi dan kecepatan aliran debris digunakan untuk perhitungan gaya akibat aliran debris.

Data yang Digunakan

B = 20.000 m
Faktor B1 = 0.800
C = 0.600
Qd = 30.800 m³/s

Rumus

B1 = 80% × B
Qd = 2/15 × C × √(2g) × (3B1 + 2B2) × h3^(3/2)
B2 = B1 + 2 × m2 × h3

Substitusi

B1 = 0.800 × 20.000 = 16.000 m
h3 dihitung dengan iterasi terhadap Qd.

Hasil

B1 = 16.000 m
h3 = 1.100 m
B2 = 17.100 m
F = 0.600 m

Kesimpulan

Dimensi pelimpah awal telah dihitung berdasarkan debit desain.

Data yang Digunakan

Tipe sedimen dan sifat hidraulik aliran dipertimbangkan dalam pemilihan lebar mercu.

Rumus

Lebar mercu ditentukan berdasarkan ketentuan tabel desain dan karakter sedimen.

Substitusi

Untuk kondisi sedimen berupa batu-batu besar dan aliran kolektif, digunakan lebar mercu awal.

Hasil

b2 = 3.000 m

Kesimpulan

Lebar mercu pelimpah yang digunakan adalah b2 = 3.000 m.

Data yang Digunakan

H = 8.500 m
h3 = 1.100 m
F = 0.600 m
b2 rekomendasi = 3.000 m
b2 manual = tidak diisi
b2 dipakai = 3.000 m
γc = 23.400 kN/m³
γw = 9.800 kN/m³

Rumus

α = (h3 + F) / H
β = b2 / H
γ = γc / γw
(1 + α)m² + [2(n + β) + n(4α + γ) + 2αβ]m − ... = 0
b2' = mH + nH + b2

Substitusi

α = 0.200
β = 0.353
γ = 2.388
m rekomendasi = 0.500
m manual = 0.600
n rekomendasi = 0.200
n manual = tidak diisi

Hasil

m hitung = 0.279
m dipakai = 0.600
n dipakai = 0.200
b2 dipakai = 3.000 m
b2' = 9.800 m

Kesimpulan

Kemiringan tubuh dam utama dan lebar dasar dam dihitung dengan mempertimbangkan rekomendasi otomatis dan input manual jika tersedia.

Data yang Digunakan

H = 8.500 m
h3 = 1.100 m

Rumus

Dengan kolam olak:
t = 0.1 × (0.6H1 + 3h3 − 1.0), H1 = H − t

Tanpa kolam olak:
t = 0.2 × (0.6H1 + 3h3 − 1.0), H1 = H − t

Substitusi

Perhitungan dilakukan untuk dua kondisi, yaitu dengan kolam olak dan tanpa kolam olak.

Hasil

t dengan kolam olak = 0.698 m
H1 dengan kolam olak = 7.802 m
t tanpa kolam olak = 1.321 m
H1 tanpa kolam olak = 7.179 m
t desain = 1.000 m

Kesimpulan

Tebal apron desain diambil berdasarkan kondisi dengan kolam olak dan pembulatan konstruktif.

Data yang Digunakan

Qd = 30.800 m³/s
B1 = 16.000 m
B2 = 17.100 m
h3 = 1.100 m
β loncatan = 4.500

Rumus

L = b1 + x + lw
v1 = √(2g(H1 + h3))
q1 = Qd / (0.5 × (B1 + B2))
h1'' = q1 / v1
F1 = v1 / √(g × h1'')
hj = h1''/2 × (√(1 + 8F1²) − 1)
x = β × hj
q0 = Qd / B
v0 = q0 / h3
lw = v0 × √(2(H1 + 0.5h3) / g)

Substitusi

Perhitungan dilakukan berurutan dari kecepatan jatuh, debit per meter, Froude, tinggi loncatan, panjang olakan, dan panjang terjunan.

Hasil

b1 subdam = 3.000 m
v1 = 12.990 m/s
q1 = 1.861 m³/s/m
h1'' = 0.143 m
F1 = 10.957
hj = 2.150 m
x = 9.673 m
q0 = 1.540 m³/s/m
v0 = 1.400 m/s
lw = 1.794 m
L hidrolik = 14.466 m
L empiris = 15.050 m
L desain = 16.000 m

Kesimpulan

Panjang apron desain diambil dari nilai yang lebih konservatif antara perhitungan hidrolik dan empiris.

Data yang Digunakan

H = 8.500 m
t apron = 1.000 m
D50 = 75.000 mm

Rumus

h2 = 1/4H sampai 1/3H
h1' = h2 − t
H2 = h2 + Dh2

Substitusi

h2 minimum = 1/4 × H
h2 maksimum = 1/3 × H
Dh2 diambil sebagai pendekatan awal terhadap potensi scouring.

Hasil

h2 minimum = 2.125 m
h2 maksimum = 2.833 m
h2 desain = 2.600 m
h1' = 1.600 m
Dh2 = 2.348 m
H2 = 5.000 m

Kesimpulan

Dimensi awal subdam telah dihitung. Nilai Dh2 perlu diverifikasi dengan analisis gerusan lokal.

6. Gaya dan Momen

Kondisi Banjir Air

Beban Notasi V
kN
H
kN
Lengan
m
Mp
kNm
Mg
kNm
Berat Sendiri
Berat tubuh hilir
W1 169.065 - 8.667 1,465.230 -
Berat Sendiri
Berat tubuh tengah
W2 596.700 - 6.600 3,938.220 -
Berat Sendiri
Berat tubuh hulu
W3 507.195 - 3.400 1,724.463 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air 1
Pv1 212.415 - 1.700 361.106 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air 2
Pv2 87.318 - 4.050 353.638 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 1
Ph1 - 354.025 2.833 - 1,003.071
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 2
Ph2 - 91.630 4.250 - 389.428
Σ 1,572.693 445.655 7,842.656 1,392.498

Kondisi Banjir Debris

Beban Notasi V
kN
H
kN
Lengan
m
Mp
kNm
Mg
kNm
Berat Sendiri
Berat tubuh hilir
W1 169.065 - 8.667 1,465.230 -
Berat Sendiri
Berat tubuh tengah
W2 596.700 - 6.600 3,938.220 -
Berat Sendiri
Berat tubuh hulu
W3 507.195 - 3.400 1,724.463 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air
Pv1 212.415 - 1.700 361.106 -
Tekanan Sedimen
Komponen vertikal tekanan sedimen
Psv 33.075 - 0.600 19.845 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 1
Ph1 - 44.100 2.833 - 124.950
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 2
Ph2 - 32.340 4.250 - 137.445
Tekanan Tanah / Sedimen
Tekanan sedimen 1
Psh1 - 33.075 1.000 - 33.075
Tekanan Tanah / Sedimen
Tekanan sedimen 2
Psh2 - 66.091 1.500 - 99.137
Tekanan Aliran Debris
Gaya akibat aliran debris
F - 320.254 5.750 - 1,841.459
Σ 1,518.450 495.860 7,508.864 2,236.065

7. Pemeriksaan Stabilitas Detail

Status akhir stabilitas: Aman.
Kondisi FK Guling FK Geser e q max q min Status
Kondisi Banjir Air 5.632
min 2.000
2.117
min 1.200
0.799 m
batas 1.633 m
238.949 kPa 82.009 kPa Aman
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.200.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 1.633 m.
Kondisi Banjir Debris 3.358
min 2.000
1.837
min 1.200
1.428 m
batas 1.633 m
290.363 kPa 19.525 kPa Aman
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.200.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 1.633 m.

8. Uraian Perhitungan Stabilitas

Data yang Digunakan

ΣV = 1,572.693 kN
ΣH = 445.655 kN
ΣM penahan = 7,842.656 kNm
ΣM pengguling = 1,392.498 kNm
q izin = 647.200 kPa

Rumus

FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling
FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH
e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV
q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')

Substitusi

FK guling = 7,842.656 / 1,392.498
FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal.
e = 0.799 m

Hasil

FK guling = 5.632 → AMAN
FK geser = 2.117 → AMAN
e = 0.799 m; batas = 1.633 m
q max = 238.949 kPa
q min = 82.009 kPa
Status daya dukung = AMAN

Kesimpulan

Status stabilitas pada kondisi banjir air adalah AMAN.

Data yang Digunakan

ΣV = 1,518.450 kN
ΣH = 495.860 kN
ΣM penahan = 7,508.864 kNm
ΣM pengguling = 2,236.065 kNm
q izin = 647.200 kPa

Rumus

FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling
FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH
e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV
q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')

Substitusi

FK guling = 7,508.864 / 2,236.065
FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal.
e = 1.428 m

Hasil

FK guling = 3.358 → AMAN
FK geser = 1.837 → AMAN
e = 1.428 m; batas = 1.633 m
q max = 290.363 kPa
q min = 19.525 kPa
Status daya dukung = AMAN

Kesimpulan

Status stabilitas pada kondisi banjir debris adalah AMAN.

9. Panjang Lintasan Kritis dan Tembok Tepi

Lintasan Kritis

Cc hitung6.114
Cc min6.000
StatusAman

Stabilitas Tembok Tepi

FK Guling5.017
FK Geser3.215
q max128.985 kPa
StatusAman
Bagian lintasan kritis dan stabilitas tembok tepi merupakan tahapan lanjutan yang perlu dilengkapi agar laporan semakin mendekati contoh perhitungan Lampiran D.

10. Quantity Pekerjaan

No Kode Item Uraian Item Satuan Volume Status
1 SABO_MOBILISASI_DEMOBILISASI Mobilisasi dan demobilisasi peralatan
Rumus: Lump sum
Nilai dan volume mengikuti kebutuhan mobilisasi alat berat, lokasi quarry, akses proyek, dan metode pelaksanaan.
ls 1.000 Manual
2 SABO_DIREKSIKEET_LOS_GUDANG Pembuatan direksikeet, kantor, los kerja, gudang, dan meubelair
Rumus: Lump sum
Item persiapan mengikuti durasi kontrak, lokasi pekerjaan, dan kebutuhan fasilitas lapangan.
ls 1.000 Manual
3 SABO_SMKK_DOKUMEN Penyiapan dokumen penerapan SMKK
Rumus: Diisi berdasarkan rencana keselamatan konstruksi dan kebutuhan kontrak.
Item template SMKK. Volume dapat disesuaikan pada tahap RAB.
ls 1.000 Manual
4 SABO_SMKK_SOSIALISASI_PELATIHAN Sosialisasi, promosi, dan pelatihan keselamatan konstruksi
Rumus: Diisi berdasarkan rencana keselamatan konstruksi dan kebutuhan kontrak.
Item template SMKK. Volume dapat disesuaikan pada tahap RAB.
ls 1.000 Manual
5 SABO_SMKK_APD_APK Alat pelindung diri dan alat pelindung kerja
Rumus: Diisi berdasarkan rencana keselamatan konstruksi dan kebutuhan kontrak.
Item template SMKK. Volume dapat disesuaikan pada tahap RAB.
ls 1.000 Manual
6 SABO_SMKK_ASURANSI_PERIZINAN Asuransi dan perizinan terkait keselamatan kerja
Rumus: Diisi berdasarkan rencana keselamatan konstruksi dan kebutuhan kontrak.
Item template SMKK. Volume dapat disesuaikan pada tahap RAB.
ls 1.000 Manual
7 SABO_SMKK_PERSONIL_K3 Personil K3 konstruksi
Rumus: Diisi berdasarkan rencana keselamatan konstruksi dan kebutuhan kontrak.
Item template SMKK. Volume dapat disesuaikan pada tahap RAB.
OB 3.000 Manual
8 SABO_SMKK_FASILITAS_KESEHATAN Fasilitas sarana kesehatan kerja
Rumus: Diisi berdasarkan rencana keselamatan konstruksi dan kebutuhan kontrak.
Item template SMKK. Volume dapat disesuaikan pada tahap RAB.
ls 1.000 Manual
9 SABO_SMKK_RAMBU_RAMBU Rambu-rambu keselamatan konstruksi
Rumus: Diisi berdasarkan rencana keselamatan konstruksi dan kebutuhan kontrak.
Item template SMKK. Volume dapat disesuaikan pada tahap RAB.
ls 1.000 Manual
10 SABO_SMKK_LAIN_LAIN_K3 Lain-lain terkait risiko K3
Rumus: Diisi berdasarkan rencana keselamatan konstruksi dan kebutuhan kontrak.
Item template SMKK. Volume dapat disesuaikan pada tahap RAB.
ls 1.000 Manual
11 SABO_SMKK_KONSULTASI_AHLI Konsultasi ahli terkait keselamatan konstruksi
Rumus: Diisi berdasarkan rencana keselamatan konstruksi dan kebutuhan kontrak.
Item template SMKK. Volume dapat disesuaikan pada tahap RAB.
OJ/OK 20.000 Manual
12 SABO_BETON_DAM_UTAMA Beton / pasangan tubuh dam utama sabodam
Rumus: ((b2' + b2) / 2) × H × B1 dikurangi volume slit untuk tipe terbuka
Volume per unit = 870.400 m3; jumlah bangunan = 1 unit.
m3 870.400 Otomatis
13 SABO_BETON_APRON Beton / pasangan apron atau lantai olak
Rumus: Panjang apron × lebar sungai × tebal apron
Volume per unit = 320.000 m3; jumlah bangunan = 1 unit.
m3 320.000 Otomatis
14 SABO_BETON_SUBDAM Beton / pasangan subdam
Rumus: Tinggi total subdam × lebar mercu × lebar sungai
Volume per unit = 300.000 m3; jumlah bangunan = 1 unit.
m3 300.000 Otomatis
15 SABO_BETON_TEMBOK_TEPI Beton / pasangan tembok tepi kiri dan kanan
Rumus: Luas penampang tembok × total panjang tembok tepi × jumlah bangunan
Volume dari hasil stabilitas tembok tepi. A = 9.625 m2; L kiri = 20.000 m; L kanan = 20.000 m; L total = 40.000 m; jumlah bangunan = 1 unit.
m3 385.000 Otomatis
16 SABO_PEMADATAN_BETON_VIBRATOR Pemadatan beton pada saat pengecoran dengan vibrator
Rumus: Volume beton utama yang dipadatkan
Volume mengikuti total beton dam utama, apron, subdam, dan tembok tepi.
m3 1,875.400 Otomatis
17 SABO_DEWATERING_POMPA Pengoperasian pompa dewatering
Rumus: Jumlah pompa × jam operasi × durasi pekerjaan
Perlu input jumlah pompa, kapasitas pompa, tinggi hisap, tinggi tekan, dan durasi pengeringan.
Jam 3,500.000 Manual
18 SABO_KISTDAM_KARUNG_TANAH Kistdam pasir/tanah dibungkus karung plastik/bagor/goni atau terpal
Rumus: Panjang kistdam × tinggi kistdam × jumlah karung per m2
Perlu layout kistdam, tinggi muka air kerja, dan metode pengalihan aliran.
buah 2,800.000 Manual
19 SABO_GALIAN_TANAH_0_40_DM Galian cadas/tanah keras kedalaman 0–40% Dm
Rumus: Diisi berdasarkan gambar galian, elevasi fondasi, dan cross section pekerjaan.
Volume pekerjaan tanah memerlukan elevasi dasar sungai, elevasi galian, slope galian, dan area kerja.
m3 0.000 Manual
20 SABO_GALIAN_TANAH_40_75_DM Galian cadas/tanah keras kedalaman 40–75% Dm
Rumus: Diisi berdasarkan gambar galian, elevasi fondasi, dan cross section pekerjaan.
Volume pekerjaan tanah memerlukan elevasi dasar sungai, elevasi galian, slope galian, dan area kerja.
m3 0.000 Manual
21 SABO_GALIAN_TANAH_75_100_DM Galian cadas/tanah keras kedalaman 75–100% Dm
Rumus: Diisi berdasarkan gambar galian, elevasi fondasi, dan cross section pekerjaan.
Volume pekerjaan tanah memerlukan elevasi dasar sungai, elevasi galian, slope galian, dan area kerja.
m3 0.000 Manual
22 SABO_TIMBUNAN_BIASA_HASIL_GALIAN Timbunan biasa dari hasil galian dengan pemadatan seperlunya
Rumus: Diisi berdasarkan gambar galian, elevasi fondasi, dan cross section pekerjaan.
Volume pekerjaan tanah memerlukan elevasi dasar sungai, elevasi galian, slope galian, dan area kerja.
m3 0.000 Manual
23 SABO_MUAT_ANGKUT_HASIL_GALIAN Memuat dan mengangkut hasil galian
Rumus: Diisi berdasarkan gambar galian, elevasi fondasi, dan cross section pekerjaan.
Volume pekerjaan tanah memerlukan elevasi dasar sungai, elevasi galian, slope galian, dan area kerja.
m3 0.000 Manual
24 SABO_PEMADATAN_TANAH_RINGAN Penghamparan, perataan, dan pemadatan tanah ringan
Rumus: Diisi berdasarkan gambar galian, elevasi fondasi, dan cross section pekerjaan.
Volume pekerjaan tanah memerlukan elevasi dasar sungai, elevasi galian, slope galian, dan area kerja.
m3 0.000 Manual
25 SABO_BETON_READYMIX_FC20 Beton ready mixed fc 20 MPa
Rumus: Diisi berdasarkan gambar detail struktur, mutu beton, luas permukaan, dan detail pembesian.
Item beton tambahan mengikuti spesifikasi teknis dan gambar kerja.
m3 0.000 Manual
26 SABO_BETON_READYMIX_FC15 Beton ready mixed fc 15 MPa
Rumus: Diisi berdasarkan gambar detail struktur, mutu beton, luas permukaan, dan detail pembesian.
Item beton tambahan mengikuti spesifikasi teknis dan gambar kerja.
m3 0.000 Manual
27 SABO_BETON_SITE_MIX_FC20 Pembuatan dan pengecoran beton mutu sedang fc 20 MPa
Rumus: Diisi berdasarkan gambar detail struktur, mutu beton, luas permukaan, dan detail pembesian.
Item beton tambahan mengikuti spesifikasi teknis dan gambar kerja.
m3 0.000 Manual
28 SABO_BETON_SITE_MIX_FC15 Pembuatan dan pengecoran beton mutu rendah fc 15 MPa
Rumus: Diisi berdasarkan gambar detail struktur, mutu beton, luas permukaan, dan detail pembesian.
Item beton tambahan mengikuti spesifikasi teknis dan gambar kerja.
m3 0.000 Manual
29 SABO_PENULANGAN_BAJA_D12_UP Penulangan slab BjTP/BjTS diameter ≥ 12 mm
Rumus: Diisi berdasarkan gambar detail struktur, mutu beton, luas permukaan, dan detail pembesian.
Item beton tambahan mengikuti spesifikasi teknis dan gambar kerja.
kg 0.000 Manual
30 SABO_BEKISTING_DINDING_BETON Bekisting biasa dinding beton dengan multiflex 12 mm atau 18 mm
Rumus: Diisi berdasarkan gambar detail struktur, mutu beton, luas permukaan, dan detail pembesian.
Item beton tambahan mengikuti spesifikasi teknis dan gambar kerja.
m2 0.000 Manual
31 SABO_PERAWATAN_BETON_KARUNG_GONI Penyiraman permukaan beton menggunakan media karung goni selama 4 hari
Rumus: Diisi berdasarkan gambar detail struktur, mutu beton, luas permukaan, dan detail pembesian.
Item beton tambahan mengikuti spesifikasi teknis dan gambar kerja.
m2 0.000 Manual
32 SABO_PASANGAN_BATU_BELAH_MORTAR_S Pasangan batu belah dengan mortar tipe S
Rumus: Diisi berdasarkan gambar pasangan, perlindungan hilir, dan sistem drainase.
Item ini sangat bergantung pada kondisi tebing, gerusan, dan desain proteksi lokal.
m3 0.000 Manual
33 SABO_PLESTERAN_MORTAR_S Plesteran tebal 1,5 cm dengan mortar tipe S
Rumus: Diisi berdasarkan gambar pasangan, perlindungan hilir, dan sistem drainase.
Item ini sangat bergantung pada kondisi tebing, gerusan, dan desain proteksi lokal.
m2 0.000 Manual
34 SABO_SIARAN_MORTAR_PC_PP Siaran dengan mortar PC-PP tipe M pada dinding pasangan
Rumus: Diisi berdasarkan gambar pasangan, perlindungan hilir, dan sistem drainase.
Item ini sangat bergantung pada kondisi tebing, gerusan, dan desain proteksi lokal.
m2 0.000 Manual
35 SABO_PIPA_SULING_SULING Pasangan pipa suling-suling
Rumus: Diisi berdasarkan gambar pasangan, perlindungan hilir, dan sistem drainase.
Item ini sangat bergantung pada kondisi tebing, gerusan, dan desain proteksi lokal.
m 0.000 Manual
36 SABO_BATU_200_300_KG Pasangan batu 200 kg – 300 kg / riprap pelindung
Rumus: Diisi berdasarkan gambar pasangan, perlindungan hilir, dan sistem drainase.
Item ini sangat bergantung pada kondisi tebing, gerusan, dan desain proteksi lokal.
m3 0.000 Manual
37 SABO_RAILING_TANGGA_HANDRAIL Pembuatan dan pemasangan railing tangga/ramp dan hand rail
Rumus: Diisi berdasarkan gambar detail dan kondisi eksisting.
Item lain-lain perlu dikonfirmasi berdasarkan kebutuhan konstruksi dan kondisi lapangan.
m 0.000 Manual
38 SABO_PVC_DOWEL_BAR Pekerjaan PVC dowel bar
Rumus: Diisi berdasarkan gambar detail dan kondisi eksisting.
Item lain-lain perlu dikonfirmasi berdasarkan kebutuhan konstruksi dan kondisi lapangan.
m 0.000 Manual
39 SABO_DOWEL_BAR Pekerjaan dowel bar
Rumus: Diisi berdasarkan gambar detail dan kondisi eksisting.
Item lain-lain perlu dikonfirmasi berdasarkan kebutuhan konstruksi dan kondisi lapangan.
kg 0.000 Manual
40 SABO_PINTU_SORONG_BAJA Pemasangan pintu sorong baja dengan roda gigi
Rumus: Diisi berdasarkan gambar detail dan kondisi eksisting.
Item lain-lain perlu dikonfirmasi berdasarkan kebutuhan konstruksi dan kondisi lapangan.
buah 0.000 Manual
41 SABO_TRASHRACK_BESI Pekerjaan trashrack besi
Rumus: Diisi berdasarkan gambar detail dan kondisi eksisting.
Item lain-lain perlu dikonfirmasi berdasarkan kebutuhan konstruksi dan kondisi lapangan.
buah 0.000 Manual
42 SABO_PEMBONGKARAN_BETON Pembongkaran beton eksisting
Rumus: Diisi berdasarkan gambar detail dan kondisi eksisting.
Item lain-lain perlu dikonfirmasi berdasarkan kebutuhan konstruksi dan kondisi lapangan.
m3 0.000 Manual
43 SABO_JALAN_BETON_FC15 Beton ready mixed fc 15 MPa untuk jalan inspeksi
Rumus: Diisi berdasarkan panjang, lebar, tebal, dan tipe perkerasan jalan inspeksi.
Pekerjaan jalan inspeksi sebaiknya dihitung dari layout akses konstruksi dan kebutuhan pemeliharaan.
m3 0.000 Manual
44 SABO_JALAN_BETON_FC10 Beton ready mixed fc 10 MPa untuk jalan inspeksi
Rumus: Diisi berdasarkan panjang, lebar, tebal, dan tipe perkerasan jalan inspeksi.
Pekerjaan jalan inspeksi sebaiknya dihitung dari layout akses konstruksi dan kebutuhan pemeliharaan.
m3 0.000 Manual
45 SABO_JALAN_BEKISTING Bekisting dinding beton jalan inspeksi
Rumus: Diisi berdasarkan panjang, lebar, tebal, dan tipe perkerasan jalan inspeksi.
Pekerjaan jalan inspeksi sebaiknya dihitung dari layout akses konstruksi dan kebutuhan pemeliharaan.
m2 0.000 Manual
46 SABO_JALAN_PENULANGAN Penulangan slab jalan inspeksi BjTP/BjTS diameter ≥ 12 mm
Rumus: Diisi berdasarkan panjang, lebar, tebal, dan tipe perkerasan jalan inspeksi.
Pekerjaan jalan inspeksi sebaiknya dihitung dari layout akses konstruksi dan kebutuhan pemeliharaan.
kg 0.000 Manual
47 SABO_JALAN_LAPIS_PEREKAT Lapis perekat aspal cair/emulsi
Rumus: Diisi berdasarkan panjang, lebar, tebal, dan tipe perkerasan jalan inspeksi.
Pekerjaan jalan inspeksi sebaiknya dihitung dari layout akses konstruksi dan kebutuhan pemeliharaan.
liter 0.000 Manual
48 SABO_JALAN_LASTON_ACWC Laston lapis aus AC-WC
Rumus: Diisi berdasarkan panjang, lebar, tebal, dan tipe perkerasan jalan inspeksi.
Pekerjaan jalan inspeksi sebaiknya dihitung dari layout akses konstruksi dan kebutuhan pemeliharaan.
ton 0.000 Manual
Total volume otomatis: 3,750.800 m³
Total volume manual: 6,332.000 m³

11. Rencana Anggaran Biaya

No Kode Item Uraian Item Satuan Volume Harga Satuan Jumlah Harga Sumber
1 SABO_MOBILISASI_DEMOBILISASI Mobilisasi dan demobilisasi peralatan ls 1.000 Rp 120,000,000 Rp 120,000,000 Manual
2 SABO_DIREKSIKEET_LOS_GUDANG
AHSP: 1.1.2.4
Pembuatan direksikeet, kantor, los kerja, gudang, dan meubelair ls 1.000 Rp 235,000,000 Rp 235,000,000 Manual
3 SABO_SMKK_DOKUMEN Penyiapan dokumen penerapan SMKK ls 1.000 Rp 5,000,000 Rp 5,000,000 Manual
4 SABO_SMKK_SOSIALISASI_PELATIHAN Sosialisasi, promosi, dan pelatihan keselamatan konstruksi ls 1.000 Rp 95,000,000 Rp 95,000,000 Manual
5 SABO_SMKK_APD_APK Alat pelindung diri dan alat pelindung kerja ls 1.000 Rp 35,000,000 Rp 35,000,000 Manual
6 SABO_SMKK_ASURANSI_PERIZINAN Asuransi dan perizinan terkait keselamatan kerja ls 1.000 Rp 30,000,000 Rp 30,000,000 Manual
7 SABO_SMKK_PERSONIL_K3 Personil K3 konstruksi OB 3.000 Rp 195,000,000 Rp 585,000,000 Manual
8 SABO_SMKK_FASILITAS_KESEHATAN Fasilitas sarana kesehatan kerja ls 1.000 Rp 25,000,000 Rp 25,000,000 Manual
9 SABO_SMKK_RAMBU_RAMBU Rambu-rambu keselamatan konstruksi ls 1.000 Rp 25,000,000 Rp 25,000,000 Manual
10 SABO_SMKK_LAIN_LAIN_K3 Lain-lain terkait risiko K3 ls 1.000 Rp 17,500,000 Rp 17,500,000 Manual
11 SABO_SMKK_KONSULTASI_AHLI Konsultasi ahli terkait keselamatan konstruksi OJ/OK 20.000 Rp 500,000 Rp 10,000,000 Manual
12 SABO_BETON_DAM_UTAMA
AHSP: A.1.03.1b.2
Beton / pasangan tubuh dam utama sabodam m3 870.400 Rp 1,433,534 Rp 1,247,747,689 AHSP
13 SABO_BETON_APRON
AHSP: A.1.03.1b.2
Beton / pasangan apron atau lantai olak m3 320.000 Rp 1,433,534 Rp 458,730,768 AHSP
14 SABO_BETON_SUBDAM
AHSP: A.1.03.1b.2
Beton / pasangan subdam m3 300.000 Rp 1,433,534 Rp 430,060,095 AHSP
15 SABO_BETON_TEMBOK_TEPI
AHSP: A.1.03.1b.2
Beton / pasangan tembok tepi kiri dan kanan m3 385.000 Rp 1,433,534 Rp 551,910,455 AHSP
16 SABO_PEMADATAN_BETON_VIBRATOR Pemadatan beton pada saat pengecoran dengan vibrator m3 1,875.400 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
17 SABO_DEWATERING_POMPA
AHSP: A.1.04.5
Pengoperasian pompa dewatering Jam 3,500.000 Rp 75,000 Rp 262,500,000 Manual
18 SABO_KISTDAM_KARUNG_TANAH
AHSP: A.1.04.1b
Kistdam pasir/tanah dibungkus karung plastik/bagor/goni atau terpal buah 2,800.000 Rp 95,000 Rp 266,000,000 Manual
19 SABO_GALIAN_TANAH_0_40_DM
AHSP: A.3.01.1f.1
Galian cadas/tanah keras kedalaman 0–40% Dm m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
20 SABO_GALIAN_TANAH_40_75_DM
AHSP: A.3.01.1f.2
Galian cadas/tanah keras kedalaman 40–75% Dm m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
21 SABO_GALIAN_TANAH_75_100_DM
AHSP: A.3.01.1f.3
Galian cadas/tanah keras kedalaman 75–100% Dm m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
22 SABO_TIMBUNAN_BIASA_HASIL_GALIAN Timbunan biasa dari hasil galian dengan pemadatan seperlunya m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
23 SABO_MUAT_ANGKUT_HASIL_GALIAN
AHSP: A.3.01.1g.3.a
Memuat dan mengangkut hasil galian m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
24 SABO_PEMADATAN_TANAH_RINGAN
AHSP: A.3.02.1d.2
Penghamparan, perataan, dan pemadatan tanah ringan m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
25 SABO_BETON_READYMIX_FC20
AHSP: A.1.03.1b.2
Beton ready mixed fc 20 MPa m3 0.000 Rp 1,433,534 Rp 0 AHSP
26 SABO_BETON_READYMIX_FC15
AHSP: A.1.03.1a.2
Beton ready mixed fc 15 MPa m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
27 SABO_BETON_SITE_MIX_FC20 Pembuatan dan pengecoran beton mutu sedang fc 20 MPa m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
28 SABO_BETON_SITE_MIX_FC15 Pembuatan dan pengecoran beton mutu rendah fc 15 MPa m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
29 SABO_PENULANGAN_BAJA_D12_UP
AHSP: 2.2.1.1.2a
Penulangan slab BjTP/BjTS diameter ≥ 12 mm kg 0.000 Rp 17,675 Rp 0 AHSP
30 SABO_BEKISTING_DINDING_BETON
AHSP: A.1.03.2b.1
Bekisting biasa dinding beton dengan multiflex 12 mm atau 18 mm m2 0.000 Rp 138,530 Rp 0 AHSP
31 SABO_PERAWATAN_BETON_KARUNG_GONI Penyiraman permukaan beton menggunakan media karung goni selama 4 hari m2 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
32 SABO_PASANGAN_BATU_BELAH_MORTAR_S
AHSP: A.3.11.1b.2.a
Pasangan batu belah dengan mortar tipe S m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
33 SABO_PLESTERAN_MORTAR_S
AHSP: A.1.02.3b.8
Plesteran tebal 1,5 cm dengan mortar tipe S m2 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
34 SABO_SIARAN_MORTAR_PC_PP
AHSP: A.1.02.3a.1
Siaran dengan mortar PC-PP tipe M pada dinding pasangan m2 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
35 SABO_PIPA_SULING_SULING
AHSP: A.1.02.5d.3
Pasangan pipa suling-suling m 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
36 SABO_BATU_200_300_KG
AHSP: A.3.07.2b.20
Pasangan batu 200 kg – 300 kg / riprap pelindung m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
37 SABO_RAILING_TANGGA_HANDRAIL Pembuatan dan pemasangan railing tangga/ramp dan hand rail m 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
38 SABO_PVC_DOWEL_BAR Pekerjaan PVC dowel bar m 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
39 SABO_DOWEL_BAR Pekerjaan dowel bar kg 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
40 SABO_PINTU_SORONG_BAJA
AHSP: A.3.10.1.c
Pemasangan pintu sorong baja dengan roda gigi buah 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
41 SABO_TRASHRACK_BESI
AHSP: A.2.02.5c.1
Pekerjaan trashrack besi buah 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
42 SABO_PEMBONGKARAN_BETON
AHSP: 1.6.5
Pembongkaran beton eksisting m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
43 SABO_JALAN_BETON_FC15 Beton ready mixed fc 15 MPa untuk jalan inspeksi m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
44 SABO_JALAN_BETON_FC10 Beton ready mixed fc 10 MPa untuk jalan inspeksi m3 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
45 SABO_JALAN_BEKISTING Bekisting dinding beton jalan inspeksi m2 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
46 SABO_JALAN_PENULANGAN
AHSP: 2.2.1.1.2a
Penulangan slab jalan inspeksi BjTP/BjTS diameter ≥ 12 mm kg 0.000 Rp 17,675 Rp 0 AHSP
47 SABO_JALAN_LAPIS_PEREKAT Lapis perekat aspal cair/emulsi liter 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
48 SABO_JALAN_LASTON_ACWC Laston lapis aus AC-WC ton 0.000 Rp 0 Rp 0 Belum Diisi
Subtotal Rp 4,399,449,007
PPN 11.00% Rp 483,939,391
Total Rp 4,883,388,398

12. Kesimpulan dan Catatan

Berdasarkan data yang tersedia, analisa sabodam telah disusun dengan tipe desain Sabodam Tipe Tertutup. Proses perhitungan meliputi input data teknis minimal, pradesain hidrolik, gaya dan momen, serta pemeriksaan stabilitas detail.

Hasil pemeriksaan stabilitas menunjukkan status aman untuk kondisi yang telah dihitung. Quantity dan RAB dapat digunakan sebagai estimasi awal, dengan tetap memerlukan validasi desain rinci.
Peringatan teknis: laporan ini merupakan keluaran otomatis modul. Perhitungan, gambar, quantity, dan RAB harus diperiksa kembali oleh tenaga ahli sebelum digunakan sebagai dokumen desain final.