Modul Sabo

Laporan Analisa Sabodam

Ringkasan laporan teknis hasil analisa sabodam, mulai dari data dasar, pradesain hidrolik, gaya-momen, stabilitas, quantity, dan RAB.

Status Laporan

  • Tahapan Stabilitas
  • Stabilitas Tidak Aman
  • Quantity Belum Ada
  • RAB Belum Ada
Catatan: Laporan ini merupakan hasil otomatis modul. Setiap hasil perhitungan tetap perlu diperiksa oleh tenaga ahli sebelum digunakan sebagai dokumen desain final.

1. Identitas Pekerjaan

Kode Analisa SABO-20260502-0001
Nama Analisa Perhitungan Sabo Dam SD08
Nama Pekerjaan Perencanaan Sabo DAM SD08
Nama Sungai Sungai Kampili
DAS / Sub-DAS DAS Kampili
Lokasi Kampili, Gowa, Gowa, Sulsel
Tahun Desain 2026
Jenis Kegiatan Desain Baru
Tanggal Dibuat 02-05-2026 12:10
Update Terakhir 18-05-2026 06:59
Catatan Awal:
Tidaka ada catatan

2. Rekomendasi dan Tipe Desain

Rekomendasi

Sabodam Tipe Tertutup

Tipe Desain

Sabodam Tipe Tertutup

Skor Tertutup
22
Skor Terbuka
18
Keyakinan
Sedang

Alasan Teknis

- Apa fungsi utama sabodam pada lokasi ini?: Mengendalikan stabilitas morfologi sungai
- Bagaimana karakter aliran sedimen/debris di lokasi?: Campuran pasir, kerikil, kerakal, dan batu besar
- Bagaimana ukuran material besar/boulder yang dijumpai?: Sekitar 0,5 m sampai 1,0 m
- Apakah tersedia ruang tampungan sedimen di hulu rencana sabodam?: Terbatas
- Bagaimana posisi lokasi rencana terhadap alur sungai?: Ruas sungai relatif lurus
- Apakah sebagian sedimen perlu tetap diloloskan ke hilir?: Perlu sebagian tetap lewat
- Bagaimana potensi penyumbatan oleh kayu hanyut atau material campuran?: Tinggi
- Bagaimana kondisi geologi atau fondasi awal lokasi rencana?: Alluvial tebal / lemah / permeabel
- Apakah terdapat kondisi khusus yang memerlukan kajian hidrolik lebih rinci?: Belum diketahui
- Seberapa lengkap data awal yang tersedia?: Cukup lengkap untuk pradesain

Data yang Perlu Dilengkapi

- Saboplan untuk menentukan kebutuhan jumlah sabodam dan kapasitas tampungan.
- Investigasi geoteknik dan parameter fondasi.
- Kajian sedimen, gradasi material, D50, D95, dan diameter boulder maksimum.

3. Data Teknis Minimal

Kemiringan Dasar Sungai, I 0.287000
Sudut Dasar Sungai, θ 16.013°
Lebar Sungai, B 50.000 m
Tinggi Dam Rencana, h 6.000 m
Tinggi Sedimen, hs 3.000 m
Tinggi Total Dam, H 9.000 m
Debit Banjir Rencana, Qp 400.000 m³/s
D50 10.000 mm
D95 0.200 m
Sudut Geser Sedimen, φ 35.000°
Daya Dukung Tanah Izin 60.000 kPa

Parameter Material dan Hidrolik

ρ Campuran 1.2000
σ Sedimen 2.3400
C* 0.6000
Cs 0.5000
γc Beton 22.540 kN/m³
γs Sedimen 14.700 kN/m³
γw Air 9.800 kN/m³
Koefisien Pelimpahan, C 0.6000
n Manning Debris 0.1000

4. Hasil Pradesain Hidrolik

Debit dan Debris

Cd Hitung0.731
Cd Desain0.540
Qp400.000 m³/s
Qd616.000 m³/s
Qsp4,000.000 m³/s
B Debris40.000 m
hd6.600 m
Vdf15.281 m/s

Dimensi Utama

B140.000 m
B244.200 m
h34.200 m
F1.000 m
b220.000 m
m / n0.500 / 0.200
b2'26.300 m
L Apron52.000 m

Sketsa Dimensi Pelimpah

B1 = 40.00 m B2 = 44.20 m h3 = 4.20 m 1 0.5 Pelimpah

Sketsa Memanjang Apron dan Subdam

Sketsa Memanjang Dam Utama - Apron / Kolam Olak - Subdam Garis dasar sungai / fondasi Muka air hulu Apron / Kolam Olak Subdam fondasi / gerusan Dam Utama mercu b2 = 20.00 m H = 9.00 m h3 = 4.20 m F = 1.00 m L apron = 52.00 m t = 2.00 m h2 = 2.70 m h1' = 0.70 m H2 = 5.50 m Dh2 = 2.49 m lw = 4.00 m x = 27.79 m Referensi pelimpah: B1 = 40.00 m ; B2 = 44.20 m Kemiringan tubuh: m = 0.50 ; n = 0.20 arah aliran

Gambar D.2 — Sketsa memanjang hasil pradesain: dam utama, apron/kolam olak, dan subdam.

5. Uraian Perhitungan Pradesain Hidrolik

Data yang Digunakan

Kemiringan dasar sungai, I = 0.287
Sudut dasar sungai, θ = 16.013°
Lebar sungai, B = 50.000 m
Tinggi dam rencana dari dasar sungai, h = 6.000 m
Tinggi sedimen, hs = 3.000 m
Tinggi total dam, H = 9.000 m
Debit banjir, Qp = 400.000 m³/s
D50 = 10.000 mm
D95 = 0.200 m
Sudut geser dalam sedimen, φ = 35.000°
ρ = 1.200
σ = 2.340
C* = 0.600
Cs = 0.500
γc = 22.540 kN/m³
γs = 14.700 kN/m³
γw = 9.800 kN/m³

Rumus

Data dasar digunakan sebagai input untuk seluruh tahapan pradesain.

Substitusi

-

Hasil

Data dasar telah dibaca dari input data teknis minimal.

Kesimpulan

Perhitungan pradesain dilanjutkan dengan analisis debit desain dan debit puncak aliran debris.

Data yang Digunakan

ρ = 1.200
σ = 2.340
θ = 16.013°
φ = 35.000°
C* = 0.600

Rumus

Cd = ρ tan θ / ((σ − ρ) × (tan φ − tan θ))
Jika Cd ≥ 0.9 × C*, maka Cd = 0.9 × C*

Substitusi

Cd hitung = 0.731
0.9 × C* = 0.9 × 0.600 = 0.540

Hasil

Cd desain = 0.540

Kesimpulan

Konsentrasi sedimen desain yang digunakan adalah Cd = 0.540.

Data yang Digunakan

Qp = 400.000 m³/s
Cd = 0.540

Rumus

Qd = (1 + Cd) × Qp

Substitusi

Qd = (1 + 0.540) × 400.000

Hasil

Qd = 616.000 m³/s

Kesimpulan

Debit desain untuk perhitungan pelimpah adalah Qd = 616.000 m³/s.

Data yang Digunakan

C* = 0.600
Cd = 0.540
Qp = 400.000 m³/s

Rumus

Qsp = C* / (C* − Cd) × Qp

Substitusi

Qsp = 0.600 / (0.600 − 0.540) × 400.000

Hasil

Qsp = 4,000.000 m³/s

Kesimpulan

Debit puncak aliran debris adalah Qsp = 4,000.000 m³/s.

Data yang Digunakan

Lebar sungai, B = 50.000 m
Faktor lebar aliran debris = 0.800

Rumus

Bdebris = 80% × B

Substitusi

Bdebris = 0.800 × 50.000

Hasil

Bdebris = 40.000 m

Kesimpulan

Lebar aliran debris yang digunakan adalah 40.000 m.

Data yang Digunakan

Qsp = 4,000.000 m³/s
Bdebris = 40.000 m
n Manning = 0.100
θ = 16.013°

Rumus

Qsp = hd × Bdebris × Vdf
Vdf = (1/n) × R^(2/3) × (sin θ)^(1/2)
R = (hd × Bdebris) / (Bdebris + 2hd)

Substitusi

Perhitungan dilakukan dengan trial and error/iterasi terhadap hd sampai Q hitung mendekati Qsp.
R hasil = 4.962 m
Q check = 4,034.093 m³/s

Hasil

hd = 6.600 m
Vdf = 15.281 m/s

Kesimpulan

Tinggi dan kecepatan aliran debris digunakan untuk perhitungan gaya akibat aliran debris.

Data yang Digunakan

B = 50.000 m
Faktor B1 = 0.800
C = 0.600
Qd = 616.000 m³/s

Rumus

B1 = 80% × B
Qd = 2/15 × C × √(2g) × (3B1 + 2B2) × h3^(3/2)
B2 = B1 + 2 × m2 × h3

Substitusi

B1 = 0.800 × 50.000 = 40.000 m
h3 dihitung dengan iterasi terhadap Qd.

Hasil

B1 = 40.000 m
h3 = 4.200 m
B2 = 44.200 m
F = 1.000 m

Kesimpulan

Dimensi pelimpah awal telah dihitung berdasarkan debit desain.

Data yang Digunakan

Tipe sedimen dan sifat hidraulik aliran dipertimbangkan dalam pemilihan lebar mercu.

Rumus

Lebar mercu ditentukan berdasarkan ketentuan tabel desain dan karakter sedimen.

Substitusi

Untuk kondisi sedimen berupa batu-batu besar dan aliran kolektif, digunakan lebar mercu awal.

Hasil

b2 = 20.000 m

Kesimpulan

Lebar mercu pelimpah yang digunakan adalah b2 = 20.000 m.

Data yang Digunakan

H = 9.000 m
h3 = 4.200 m
F = 1.000 m
b2 rekomendasi = 3.000 m
b2 manual = 20.000 m
b2 dipakai = 20.000 m
γc = 22.540 kN/m³
γw = 9.800 kN/m³

Rumus

α = (h3 + F) / H
β = b2 / H
γ = γc / γw
(1 + α)m² + [2(n + β) + n(4α + γ) + 2αβ]m − ... = 0
b2' = mH + nH + b2

Substitusi

α = 0.578
β = 2.222
γ = 2.300
m rekomendasi = 0.500
m manual = 0.500
n rekomendasi = 0.200
n manual = 0.200

Hasil

m hitung = -
m dipakai = 0.500
n dipakai = 0.200
b2 dipakai = 20.000 m
b2' = 26.300 m

Kesimpulan

Kemiringan tubuh dam utama dan lebar dasar dam dihitung dengan mempertimbangkan rekomendasi otomatis dan input manual jika tersedia.

Data yang Digunakan

H = 9.000 m
h3 = 4.200 m

Rumus

Dengan kolam olak:
t = 0.1 × (0.6H1 + 3h3 − 1.0), H1 = H − t

Tanpa kolam olak:
t = 0.2 × (0.6H1 + 3h3 − 1.0), H1 = H − t

Substitusi

Perhitungan dilakukan untuk dua kondisi, yaitu dengan kolam olak dan tanpa kolam olak.

Hasil

t dengan kolam olak = 1.604 m
H1 dengan kolam olak = 7.396 m
t tanpa kolam olak = 3.036 m
H1 tanpa kolam olak = 5.964 m
t desain = 2.000 m

Kesimpulan

Tebal apron desain diambil berdasarkan kondisi dengan kolam olak dan pembulatan konstruktif.

Data yang Digunakan

Qd = 616.000 m³/s
B1 = 40.000 m
B2 = 44.200 m
h3 = 4.200 m
β loncatan = 4.500

Rumus

L = b1 + x + lw
v1 = √(2g(H1 + h3))
q1 = Qd / (0.5 × (B1 + B2))
h1'' = q1 / v1
F1 = v1 / √(g × h1'')
hj = h1''/2 × (√(1 + 8F1²) − 1)
x = β × hj
q0 = Qd / B
v0 = q0 / h3
lw = v0 × √(2(H1 + 0.5h3) / g)

Substitusi

Perhitungan dilakukan berurutan dari kecepatan jatuh, debit per meter, Froude, tinggi loncatan, panjang olakan, dan panjang terjunan.

Hasil

b1 subdam = 20.000 m
v1 = 14.824 m/s
q1 = 14.632 m³/s/m
h1'' = 0.987 m
F1 = 4.764
hj = 6.175 m
x = 27.786 m
q0 = 12.320 m³/s/m
v0 = 2.933 m/s
lw = 3.995 m
L hidrolik = 51.781 m
L empiris = 19.600 m
L desain = 52.000 m

Kesimpulan

Panjang apron desain diambil dari nilai yang lebih konservatif antara perhitungan hidrolik dan empiris.

Data yang Digunakan

H = 9.000 m
t apron = 2.000 m
D50 = 10.000 mm

Rumus

h2 = 1/4H sampai 1/3H
h1' = h2 − t
H2 = h2 + Dh2

Substitusi

h2 minimum = 1/4 × H
h2 maksimum = 1/3 × H
Dh2 diambil sebagai pendekatan awal terhadap potensi scouring.

Hasil

h2 minimum = 2.250 m
h2 maksimum = 3.000 m
h2 desain = 2.700 m
h1' = 0.700 m
Dh2 = 2.486 m
H2 = 5.500 m

Kesimpulan

Dimensi awal subdam telah dihitung. Nilai Dh2 perlu diverifikasi dengan analisis gerusan lokal.

6. Gaya dan Momen

Kondisi Banjir Air

Beban Notasi V
kN
H
kN
Lengan
m
Mp
kNm
Mg
kNm
Berat Sendiri
Berat tubuh hilir
W1 182.574 - 25.100 4,582.607 -
Berat Sendiri
Berat tubuh tengah
W2 4,057.200 - 14.500 58,829.400 -
Berat Sendiri
Berat tubuh hulu
W3 456.435 - 3.000 1,369.305 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air 1
Pv1 198.450 - 1.500 297.675 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air 2
Pv2 1,008.420 - 12.250 12,353.145 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 1
Ph1 - 396.900 3.000 - 1,190.700
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 2
Ph2 - 370.440 4.500 - 1,666.980
Σ 5,903.079 767.340 77,432.132 2,857.680

Kondisi Banjir Debris

Beban Notasi V
kN
H
kN
Lengan
m
Mp
kNm
Mg
kNm
Berat Sendiri
Berat tubuh hilir
W1 182.574 - 25.100 4,582.607 -
Berat Sendiri
Berat tubuh tengah
W2 4,057.200 - 14.500 58,829.400 -
Berat Sendiri
Berat tubuh hulu
W3 456.435 - 3.000 1,369.305 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air
Pv1 198.450 - 1.500 297.675 -
Tekanan Sedimen
Komponen vertikal tekanan sedimen
Psv 33.075 - 0.500 16.538 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 1
Ph1 - 44.100 3.000 - 132.300
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 2
Ph2 - 123.480 4.500 - 555.660
Tekanan Tanah / Sedimen
Tekanan sedimen 1
Psh1 - 33.075 1.000 - 33.075
Tekanan Tanah / Sedimen
Tekanan sedimen 2
Psh2 - 72.099 1.500 - 108.149
Tekanan Aliran Debris
Gaya akibat aliran debris
F - 18,466.923 6.000 - 110,801.540
Σ 4,927.734 18,739.678 65,095.525 111,630.724

7. Pemeriksaan Stabilitas Detail

Status akhir stabilitas: Tidak Aman.
Kondisi FK Guling FK Geser e q max q min Status
Kondisi Banjir Air 27.096
min 2.000
4.633
min 1.200
0.517 m
batas 4.383 m
250.918 kPa 197.986 kPa Tidak Aman
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.200.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 4.383 m.
q max melebihi daya dukung izin fondasi.
Kondisi Banjir Debris 0.583
min 2.000
0.159
min 1.200
22.594 m
batas 4.383 m
1,153.131 kPa -778.398 kPa Tidak Aman
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.200.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 4.383 m.
q min bernilai negatif, menunjukkan resultan berada di luar inti tengah. Dimensi dasar perlu diperiksa kembali.
q max melebihi daya dukung izin fondasi.

8. Uraian Perhitungan Stabilitas

Data yang Digunakan

ΣV = 5,903.079 kN
ΣH = 767.340 kN
ΣM penahan = 77,432.132 kNm
ΣM pengguling = 2,857.680 kNm
q izin = 60.000 kPa

Rumus

FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling
FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH
e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV
q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')

Substitusi

FK guling = 77,432.132 / 2,857.680
FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal.
e = 0.517 m

Hasil

FK guling = 27.096 → AMAN
FK geser = 4.633 → AMAN
e = 0.517 m; batas = 4.383 m
q max = 250.918 kPa
q min = 197.986 kPa
Status daya dukung = TIDAK AMAN

Kesimpulan

Status stabilitas pada kondisi banjir air adalah TIDAK AMAN.

Data yang Digunakan

ΣV = 4,927.734 kN
ΣH = 18,739.678 kN
ΣM penahan = 65,095.525 kNm
ΣM pengguling = 111,630.724 kNm
q izin = 60.000 kPa

Rumus

FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling
FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH
e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV
q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')

Substitusi

FK guling = 65,095.525 / 111,630.724
FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal.
e = 22.594 m

Hasil

FK guling = 0.583 → TIDAK AMAN
FK geser = 0.158 → TIDAK AMAN
e = 22.594 m; batas = 4.383 m
q max = 1,153.130 kPa
q min = -778.398 kPa
Status daya dukung = TIDAK AMAN

Kesimpulan

Status stabilitas pada kondisi banjir debris adalah TIDAK AMAN.

9. Panjang Lintasan Kritis dan Tembok Tepi

Lintasan Kritis

Perhitungan lintasan kritis belum tersedia.

Stabilitas Tembok Tepi

Perhitungan stabilitas tembok tepi belum tersedia.
Bagian lintasan kritis dan stabilitas tembok tepi merupakan tahapan lanjutan yang perlu dilengkapi agar laporan semakin mendekati contoh perhitungan Lampiran D.

10. Quantity Pekerjaan

Quantity belum tersedia.

11. Rencana Anggaran Biaya

RAB belum tersedia.

12. Kesimpulan dan Catatan

Berdasarkan data yang tersedia, analisa sabodam telah disusun dengan tipe desain Sabodam Tipe Tertutup. Proses perhitungan meliputi input data teknis minimal, pradesain hidrolik, gaya dan momen, serta pemeriksaan stabilitas detail.

Hasil pemeriksaan stabilitas menunjukkan status tidak aman. Dimensi, gaya-gaya, parameter material, atau kondisi fondasi perlu diperiksa kembali.
Peringatan teknis: laporan ini merupakan keluaran otomatis modul. Perhitungan, gambar, quantity, dan RAB harus diperiksa kembali oleh tenaga ahli sebelum digunakan sebagai dokumen desain final.