Modul Sabo

Laporan Analisa Sabodam

Ringkasan laporan teknis hasil analisa sabodam, mulai dari data dasar, pradesain hidrolik, gaya-momen, stabilitas, quantity, dan RAB.

Status Laporan

  • Tahapan Gaya & Momen
  • Stabilitas Tidak Aman
  • Quantity Belum Ada
  • RAB Belum Ada
Catatan: Laporan ini merupakan hasil otomatis modul. Setiap hasil perhitungan tetap perlu diperiksa oleh tenaga ahli sebelum digunakan sebagai dokumen desain final.

1. Identitas Pekerjaan

Kode Analisa SABO-20260822-0001
Nama Analisa Perhitungan Sabo Dam SNI
Nama Pekerjaan Contoh Perhitungan Lampiran D SNI
Nama Sungai Sungai Contoh
DAS / Sub-DAS DAS Contoh
Lokasi -, -, Kabupaten Contoh, Provinsi Contoh
Tahun Desain 2026
Jenis Kegiatan Desain Baru
Tanggal Dibuat 22-08-2026 22:06
Update Terakhir 22-08-2026 22:21
Catatan Awal:
Sabo dam direncanakan untuk menahan sedimen, aliran sungai tipikal aliran debris

2. Rekomendasi dan Tipe Desain

Rekomendasi

Sabodam Tipe Tertutup

Tipe Desain

Sabodam Tipe Tertutup

Skor Tertutup
34
Skor Terbuka
21
Keyakinan
Tinggi

Alasan Teknis

- Apa fungsi utama sabodam pada lokasi ini?: Menampung sedimen secara tetap atau sementara
- Bagaimana karakter aliran sedimen/debris di lokasi?: Didominasi pasir, kerikil, atau kerakal kecil
- Bagaimana ukuran material besar/boulder yang dijumpai?: Umumnya kurang dari 0,5 m
- Apakah tersedia ruang tampungan sedimen di hulu rencana sabodam?: Tersedia luas dan tidak mengganggu aset penting
- Bagaimana posisi lokasi rencana terhadap alur sungai?: Ruas sungai relatif lurus
- Apakah sebagian sedimen perlu tetap diloloskan ke hilir?: Perlu sebagian tetap lewat
- Bagaimana potensi penyumbatan oleh kayu hanyut atau material campuran?: Sedang
- Bagaimana kondisi geologi atau fondasi awal lokasi rencana?: Sedang
- Apakah terdapat kondisi khusus yang memerlukan kajian hidrolik lebih rinci?: Tidak ada kondisi khusus yang dominan
- Seberapa lengkap data awal yang tersedia?: Cukup lengkap untuk pradesain

Data yang Perlu Dilengkapi

- Saboplan untuk menentukan kebutuhan jumlah sabodam dan kapasitas tampungan.
- Investigasi geoteknik dan parameter fondasi.
- Kajian sedimen, gradasi material, D50, D95, dan diameter boulder maksimum.

3. Data Teknis Minimal

Kemiringan Dasar Sungai, I 0.287000
Sudut Dasar Sungai, θ 16.013°
Lebar Sungai, B 20.000 m
Tinggi Dam Rencana, h 5.000 m
Tinggi Sedimen, hs 3.000 m
Tinggi Total Dam, H 8.000 m
Debit Banjir Rencana, Qp 20.000 m³/s
D50 75.000 mm
D95 0.500 m
Sudut Geser Sedimen, φ 35.000°
Daya Dukung Tanah Izin 200.000 kPa

Parameter Material dan Hidrolik

ρ Campuran 1.2000
σ Sedimen 2.3400
C* 0.6000
Cs 0.5000
γc Beton 22.540 kN/m³
γs Sedimen 14.700 kN/m³
γw Air 9.800 kN/m³
Koefisien Pelimpahan, C 0.6000
n Manning Debris 0.1000

4. Hasil Pradesain Hidrolik

Debit dan Debris

Cd Hitung0.731
Cd Desain0.540
Qp20.000 m³/s
Qd30.800 m³/s
Qsp200.000 m³/s
B Debris16.000 m
hd1.900 m
Vdf6.990 m/s

Dimensi Utama

B116.000 m
B217.100 m
h31.100 m
F0.600 m
b23.000 m
m / n0.500 / 0.200
b2'8.600 m
L Apron15.000 m

Sketsa Dimensi Pelimpah

B1 = 16.00 m B2 = 17.10 m h3 = 1.10 m 1 0.5 Pelimpah

Sketsa Memanjang Apron dan Subdam

Sketsa Memanjang Dam Utama - Apron / Kolam Olak - Subdam Garis dasar sungai / fondasi Muka air hulu Apron / Kolam Olak Subdam fondasi / gerusan Dam Utama mercu b2 = 3.00 m H = 8.00 m h3 = 1.10 m F = 0.60 m L apron = 15.00 m t = 1.00 m h2 = 2.40 m h1' = 1.40 m H2 = 5.00 m Dh2 = 2.21 m lw = 1.74 m x = 9.52 m Referensi pelimpah: B1 = 16.00 m ; B2 = 17.10 m Kemiringan tubuh: m = 0.50 ; n = 0.20 arah aliran

Gambar D.2 — Sketsa memanjang hasil pradesain: dam utama, apron/kolam olak, dan subdam.

5. Uraian Perhitungan Pradesain Hidrolik

Data yang Digunakan

Kemiringan dasar sungai, I = 0.287
Sudut dasar sungai, θ = 16.013°
Lebar sungai, B = 20.000 m
Tinggi dam rencana dari dasar sungai, h = 5.000 m
Tinggi sedimen, hs = 3.000 m
Tinggi total dam, H = 8.000 m
Debit banjir, Qp = 20.000 m³/s
D50 = 75.000 mm
D95 = 0.500 m
Sudut geser dalam sedimen, φ = 35.000°
ρ = 1.200
σ = 2.340
C* = 0.600
Cs = 0.500
γc = 22.540 kN/m³
γs = 14.700 kN/m³
γw = 9.800 kN/m³

Rumus

Data dasar digunakan sebagai input untuk seluruh tahapan pradesain.

Substitusi

-

Hasil

Data dasar telah dibaca dari input data teknis minimal.

Kesimpulan

Perhitungan pradesain dilanjutkan dengan analisis debit desain dan debit puncak aliran debris.

Data yang Digunakan

ρ = 1.200
σ = 2.340
θ = 16.013°
φ = 35.000°
C* = 0.600

Rumus

Cd = ρ tan θ / ((σ − ρ) × (tan φ − tan θ))
Jika Cd ≥ 0.9 × C*, maka Cd = 0.9 × C*

Substitusi

Cd hitung = 0.731
0.9 × C* = 0.9 × 0.600 = 0.540

Hasil

Cd desain = 0.540

Kesimpulan

Konsentrasi sedimen desain yang digunakan adalah Cd = 0.540.

Data yang Digunakan

Qp = 20.000 m³/s
Cd = 0.540

Rumus

Qd = (1 + Cd) × Qp

Substitusi

Qd = (1 + 0.540) × 20.000

Hasil

Qd = 30.800 m³/s

Kesimpulan

Debit desain untuk perhitungan pelimpah adalah Qd = 30.800 m³/s.

Data yang Digunakan

C* = 0.600
Cd = 0.540
Qp = 20.000 m³/s

Rumus

Qsp = C* / (C* − Cd) × Qp

Substitusi

Qsp = 0.600 / (0.600 − 0.540) × 20.000

Hasil

Qsp = 200.000 m³/s

Kesimpulan

Debit puncak aliran debris adalah Qsp = 200.000 m³/s.

Data yang Digunakan

Lebar sungai, B = 20.000 m
Faktor lebar aliran debris = 0.800

Rumus

Bdebris = 80% × B

Substitusi

Bdebris = 0.800 × 20.000

Hasil

Bdebris = 16.000 m

Kesimpulan

Lebar aliran debris yang digunakan adalah 16.000 m.

Data yang Digunakan

Qsp = 200.000 m³/s
Bdebris = 16.000 m
n Manning = 0.100
θ = 16.013°

Rumus

Qsp = hd × Bdebris × Vdf
Vdf = (1/n) × R^(2/3) × (sin θ)^(1/2)
R = (hd × Bdebris) / (Bdebris + 2hd)

Substitusi

Perhitungan dilakukan dengan trial and error/iterasi terhadap hd sampai Q hitung mendekati Qsp.
R hasil = 1.535 m
Q check = 212.500 m³/s

Hasil

hd = 1.900 m
Vdf = 6.990 m/s

Kesimpulan

Tinggi dan kecepatan aliran debris digunakan untuk perhitungan gaya akibat aliran debris.

Data yang Digunakan

B = 20.000 m
Faktor B1 = 0.800
C = 0.600
Qd = 30.800 m³/s

Rumus

B1 = 80% × B
Qd = 2/15 × C × √(2g) × (3B1 + 2B2) × h3^(3/2)
B2 = B1 + 2 × m2 × h3

Substitusi

B1 = 0.800 × 20.000 = 16.000 m
h3 dihitung dengan iterasi terhadap Qd.

Hasil

B1 = 16.000 m
h3 = 1.100 m
B2 = 17.100 m
F = 0.600 m

Kesimpulan

Dimensi pelimpah awal telah dihitung berdasarkan debit desain.

Data yang Digunakan

Tipe sedimen dan sifat hidraulik aliran dipertimbangkan dalam pemilihan lebar mercu.

Rumus

Lebar mercu ditentukan berdasarkan ketentuan tabel desain dan karakter sedimen.

Substitusi

Untuk kondisi sedimen berupa batu-batu besar dan aliran kolektif, digunakan lebar mercu awal.

Hasil

b2 = 3.000 m

Kesimpulan

Lebar mercu pelimpah yang digunakan adalah b2 = 3.000 m.

Data yang Digunakan

H = 8.000 m
h3 = 1.100 m
F = 0.600 m
b2 rekomendasi = 3.000 m
b2 manual = 3.000 m
b2 dipakai = 3.000 m
γc = 22.540 kN/m³
γw = 9.800 kN/m³

Rumus

α = (h3 + F) / H
β = b2 / H
γ = γc / γw
(1 + α)m² + [2(n + β) + n(4α + γ) + 2αβ]m − ... = 0
b2' = mH + nH + b2

Substitusi

α = 0.213
β = 0.375
γ = 2.300
m rekomendasi = 0.500
m manual = 0.500
n rekomendasi = 0.200
n manual = 0.200

Hasil

m hitung = 0.270
m dipakai = 0.500
n dipakai = 0.200
b2 dipakai = 3.000 m
b2' = 8.600 m

Kesimpulan

Kemiringan tubuh dam utama dan lebar dasar dam dihitung dengan mempertimbangkan rekomendasi otomatis dan input manual jika tersedia.

Data yang Digunakan

H = 8.000 m
h3 = 1.100 m

Rumus

Dengan kolam olak:
t = 0.1 × (0.6H1 + 3h3 − 1.0), H1 = H − t

Tanpa kolam olak:
t = 0.2 × (0.6H1 + 3h3 − 1.0), H1 = H − t

Substitusi

Perhitungan dilakukan untuk dua kondisi, yaitu dengan kolam olak dan tanpa kolam olak.

Hasil

t dengan kolam olak = 0.670 m
H1 dengan kolam olak = 7.330 m
t tanpa kolam olak = 1.268 m
H1 tanpa kolam olak = 6.732 m
t desain = 1.000 m

Kesimpulan

Tebal apron desain diambil berdasarkan kondisi dengan kolam olak dan pembulatan konstruktif.

Data yang Digunakan

Qd = 30.800 m³/s
B1 = 16.000 m
B2 = 17.100 m
h3 = 1.100 m
β loncatan = 4.500

Rumus

L = b1 + x + lw
v1 = √(2g(H1 + h3))
q1 = Qd / (0.5 × (B1 + B2))
h1'' = q1 / v1
F1 = v1 / √(g × h1'')
hj = h1''/2 × (√(1 + 8F1²) − 1)
x = β × hj
q0 = Qd / B
v0 = q0 / h3
lw = v0 × √(2(H1 + 0.5h3) / g)

Substitusi

Perhitungan dilakukan berurutan dari kecepatan jatuh, debit per meter, Froude, tinggi loncatan, panjang olakan, dan panjang terjunan.

Hasil

b1 subdam = 3.000 m
v1 = 12.606 m/s
q1 = 1.861 m³/s/m
h1'' = 0.148 m
F1 = 10.476
hj = 2.114 m
x = 9.515 m
q0 = 1.540 m³/s/m
v0 = 1.400 m/s
lw = 1.737 m
L hidrolik = 14.252 m
L empiris = 14.175 m
L desain = 15.000 m

Kesimpulan

Panjang apron desain diambil dari nilai yang lebih konservatif antara perhitungan hidrolik dan empiris.

Data yang Digunakan

H = 8.000 m
t apron = 1.000 m
D50 = 75.000 mm

Rumus

h2 = 1/4H sampai 1/3H
h1' = h2 − t
H2 = h2 + Dh2

Substitusi

h2 minimum = 1/4 × H
h2 maksimum = 1/3 × H
Dh2 diambil sebagai pendekatan awal terhadap potensi scouring.

Hasil

h2 minimum = 2.000 m
h2 maksimum = 2.667 m
h2 desain = 2.400 m
h1' = 1.400 m
Dh2 = 2.210 m
H2 = 5.000 m

Kesimpulan

Dimensi awal subdam telah dihitung. Nilai Dh2 perlu diverifikasi dengan analisis gerusan lokal.

6. Gaya dan Momen

Kondisi Banjir Air

Beban Notasi V
kN
H
kN
Lengan
m
Mp
kNm
Mg
kNm
Berat Sendiri
Berat tubuh hilir
W1 144.256 - 7.533 1,086.729 -
Berat Sendiri
Berat tubuh tengah
W2 540.960 - 5.500 2,975.280 -
Berat Sendiri
Berat tubuh hulu
W3 360.640 - 2.667 961.707 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air 1
Pv1 156.800 - 1.333 209.067 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air 2
Pv2 75.460 - 3.500 264.110 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 1
Ph1 - 313.600 2.667 - 836.267
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 2
Ph2 - 86.240 4.000 - 344.960
Σ 1,278.116 399.840 5,496.892 1,181.227

Kondisi Banjir Debris

Beban Notasi V
kN
H
kN
Lengan
m
Mp
kNm
Mg
kNm
Berat Sendiri
Berat tubuh hilir
W1 144.256 - 7.533 1,086.729 -
Berat Sendiri
Berat tubuh tengah
W2 540.960 - 5.500 2,975.280 -
Berat Sendiri
Berat tubuh hulu
W3 360.640 - 2.667 961.707 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen vertikal tekanan air
Pv1 156.800 - 1.333 209.067 -
Tekanan Sedimen
Komponen vertikal tekanan sedimen
Psv 33.075 - 0.500 16.538 -
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 1
Ph1 - 44.100 2.667 - 117.600
Tekanan Hidrostatik
Komponen horizontal tekanan air 2
Ph2 - 32.340 4.000 - 129.360
Tekanan Tanah / Sedimen
Tekanan sedimen 1
Psh1 - 33.075 1.000 - 33.075
Tekanan Tanah / Sedimen
Tekanan sedimen 2
Psh2 - 60.083 1.500 - 90.124
Tekanan Aliran Debris
Gaya akibat aliran debris
F - 320.254 5.500 - 1,761.395
Σ 1,235.731 489.852 5,249.319 2,131.555

7. Pemeriksaan Stabilitas Detail

Status akhir stabilitas: Tidak Aman.
Kondisi FK Guling FK Geser e q max q min Status
Kondisi Banjir Air 2.781
min 2.000
1.351
min 1.200
1.627 m
batas 1.433 m
376.908 kPa -23.835 kPa Tidak Aman
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.200.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 1.433 m.
q min bernilai negatif, menunjukkan resultan berada di luar inti tengah. Dimensi dasar perlu diperiksa kembali.
q max melebihi daya dukung izin fondasi.
Kondisi Banjir Debris 0.033
min 2.000
0.026
min 1.200
128.060 m
batas 1.433 m
12,981.541 kPa -12,694.162 kPa Tidak Aman
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.200.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 1.433 m.
q min bernilai negatif, menunjukkan resultan berada di luar inti tengah. Dimensi dasar perlu diperiksa kembali.
q max melebihi daya dukung izin fondasi.

8. Uraian Perhitungan Stabilitas

Data yang Digunakan

ΣV = 1,518.216 kN
ΣH = 674.240 kN
ΣM penahan = 6,337.242 kNm
ΣM pengguling = 2,278.827 kNm
q izin = 200.000 kPa

Rumus

FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling
FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH
e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV
q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')

Substitusi

FK guling = 6,337.242 / 2,278.827
FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal.
e = 1.627 m

Hasil

FK guling = 2.781 → AMAN
FK geser = 1.351 → AMAN
e = 1.627 m; batas = 1.433 m
q max = 376.908 kPa
q min = -23.835 kPa
Status daya dukung = TIDAK AMAN

Kesimpulan

Status stabilitas pada kondisi banjir air adalah TIDAK AMAN.

Data yang Digunakan

ΣV = 1,235.731 kN
ΣH = 28,891.014 kN
ΣM penahan = 5,249.319 kNm
ΣM pengguling = 158,183.595 kNm
q izin = 200.000 kPa

Rumus

FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling
FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH
e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV
q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')

Substitusi

FK guling = 5,249.319 / 158,183.595
FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal.
e = 128.060 m

Hasil

FK guling = 0.033 → TIDAK AMAN
FK geser = 0.026 → TIDAK AMAN
e = 128.060 m; batas = 1.433 m
q max = 12,981.541 kPa
q min = -12,694.162 kPa
Status daya dukung = TIDAK AMAN

Kesimpulan

Status stabilitas pada kondisi banjir debris adalah TIDAK AMAN.

9. Panjang Lintasan Kritis dan Tembok Tepi

Lintasan Kritis

Perhitungan lintasan kritis belum tersedia.

Stabilitas Tembok Tepi

Perhitungan stabilitas tembok tepi belum tersedia.
Bagian lintasan kritis dan stabilitas tembok tepi merupakan tahapan lanjutan yang perlu dilengkapi agar laporan semakin mendekati contoh perhitungan Lampiran D.

10. Quantity Pekerjaan

Quantity belum tersedia.

11. Rencana Anggaran Biaya

RAB belum tersedia.

12. Kesimpulan dan Catatan

Berdasarkan data yang tersedia, analisa sabodam telah disusun dengan tipe desain Sabodam Tipe Tertutup. Proses perhitungan meliputi input data teknis minimal, pradesain hidrolik, gaya dan momen, serta pemeriksaan stabilitas detail.

Hasil pemeriksaan stabilitas menunjukkan status tidak aman. Dimensi, gaya-gaya, parameter material, atau kondisi fondasi perlu diperiksa kembali.
Peringatan teknis: laporan ini merupakan keluaran otomatis modul. Perhitungan, gambar, quantity, dan RAB harus diperiksa kembali oleh tenaga ahli sebelum digunakan sebagai dokumen desain final.