Panduan Modul Sabo

Panduan Mengoperasikan Modul Sabo

Panduan alur kerja Modul Sabo mulai dari pembuatan analisa, pemilihan tipe, data teknis, pradesain hidrolik, gaya-momen, stabilitas tubuh utama, stabilitas tembok tepi, lintasan kritis, quantity, RAB, laporan, hingga cetak.

Peringatan teknis: Modul ini merupakan alat bantu pradesain dan penyusunan estimasi awal. Hasil akhir tetap harus diverifikasi oleh tenaga ahli hidraulika, struktur, geoteknik, dan estimator sebelum digunakan sebagai dokumen desain final.
Prinsip alur: Quantity dan RAB hanya dianggap layak dilanjutkan setelah stabilitas tubuh utama, stabilitas tembok tepi, dan lintasan kritis dinyatakan aman.

1. Alur Utama Modul Sabo

Modul Sabo disusun sebagai alur kerja bertahap. Setiap tahapan membaca data dari tahapan sebelumnya agar perhitungan, quantity, dan RAB tetap konsisten. Dengan pola ini, perubahan pada data teknis atau dimensi desain harus diikuti dengan perhitungan ulang pada tahapan hilir.

No Tahapan Tujuan Halaman
1 Buat Analisa Input informasi pekerjaan, sungai, DAS, lokasi, tahun desain, dan jenis kegiatan. /modules/sungai/sabo/buat-analisa
2 Pemilihan Tipe Sabodam Menentukan rekomendasi awal sabodam tipe tertutup atau tipe terbuka melalui wizard. /modules/sungai/sabo/tipe-sabodam/{id}
3 Data Teknis Input parameter hidraulika, sedimen, fondasi, material, dan jumlah bangunan. /modules/sungai/sabo/data-teknis/{id}
4 Pradesain Hidrolik Menghitung debit desain, pelimpah, slit, apron, subdam, dan dimensi awal. /modules/sungai/sabo/pradesain-hidrolik/{id}
5 Gaya dan Momen Menyusun gaya vertikal, gaya horizontal, momen penahan, dan momen pengguling. /modules/sungai/sabo/gaya-momen/{id}
6 Stabilitas Detail Tubuh Utama Memeriksa FK guling, FK geser, eksentrisitas, q max, q min, dan daya dukung tubuh utama. /modules/sungai/sabo/stabilitas-detail/{id}
7 Stabilitas Tembok Tepi Memeriksa tembok tepi/sayap sabodam terhadap guling, geser, dan tekanan tanah dasar. /modules/sungai/sabo/stabilitas-tembok-tepi/{id}
8 Lintasan Kritis Memeriksa keamanan rembesan/piping dengan panjang lintasan vertikal dan horizontal. /modules/sungai/sabo/lintasan-kritis/{id}
9 Quantity Generate volume pekerjaan dari pradesain, stabilitas tembok tepi, dan item manual BOQ Sabo. /modules/sungai/sabo/quantity/{id}
10 RAB Menyusun RAB dari quantity, harga manual, atau harga AHSP dari tabel ahsp_item_hsp. /modules/sungai/sabo/rab/{id}
11 Laporan dan Cetak Membuat laporan teknis dan cetak ringkasan hasil analisa. /modules/sungai/sabo/laporan/{id}
Prinsip utama: Quantity baru dapat dibuat setelah stabilitas tubuh utama, stabilitas tembok tepi, dan lintasan kritis aman. Jika salah satu belum aman, dimensi desain harus ditinjau ulang.

2. Konsep Perhitungan dalam Modul

Modul Sabo tidak hanya menyimpan data input, tetapi juga menyusun alur perhitungan yang dapat ditelusuri. Hasil perhitungan pada beberapa halaman ditampilkan dalam format data, rumus, substitusi, hasil, dan kesimpulan agar dapat dibaca sebagai bahan laporan teknis.

Kelompok Perhitungan Isi Utama Output yang Digunakan Tahap Berikutnya
Pradesain Hidrolik Debit desain, geometri pelimpah, apron, subdam, dan dimensi awal. Volume struktur utama, apron, subdam, dan dasar pengecekan gaya.
Gaya dan Momen Berat sendiri, tekanan air, tekanan sedimen/tanah, gaya horizontal, gaya vertikal, dan momen. Input untuk stabilitas tubuh utama.
Stabilitas Detail FK guling, FK geser, eksentrisitas, q max, q min, dan status daya dukung. Menentukan apakah desain utama dapat dilanjutkan.
Stabilitas Tembok Tepi Dimensi tembok tepi, tekanan tanah aktif, gaya vertikal, momen, q max, q min, dan volume tembok tepi. Menentukan keamanan tembok tepi dan volume beton/pasangan tembok tepi.
Lintasan Kritis Panjang lintasan rembesan horizontal dan vertikal, ΔH, dan angka keamanan lintasan. Menentukan keamanan piping/rembesan sebelum quantity dibuat.
Quantity Volume otomatis dan manual berdasarkan template BOQ Sabo. Input utama untuk RAB.
RAB Volume, harga satuan, jumlah harga, sumber harga, dan kode AHSP. Estimasi biaya pekerjaan.
Catatan: Apabila data teknis atau pradesain diubah, maka gaya-momen, stabilitas, lintasan kritis, quantity, dan RAB perlu diperbarui agar tetap konsisten.

3. Input Data Teknis

Form data teknis digunakan untuk memasukkan parameter inti yang dibutuhkan oleh pradesain hidrolik, stabilitas, dan quantity. Pada tahap awal, pengguna dapat memakai nilai default untuk parameter yang belum tersedia, tetapi untuk desain final semua parameter harus diverifikasi berdasarkan survei dan data pendukung.

A. Parameter Utama

Kelompok Input Simbol Keterangan Contoh
Geometri Sungai Kemiringan dasar sungai I Digunakan untuk sudut dasar sungai dan perhitungan debit/debris. 0.287
Lebar sungai B Digunakan untuk lebar pelimpah, apron, subdam, dan volume awal. 20.000 m
Desain Awal Tinggi dam rencana dari dasar sungai h Tinggi efektif tubuh sabodam. 5.000 m
Tinggi sedimen hs Digunakan untuk tinggi total dan tekanan sedimen/tanah. 3.000 m
Debit banjir rencana Qp Debit input untuk perhitungan debit desain. 20.000 m³/s
Sedimen Diameter butiran D50 D50 Parameter sedimen untuk desain sabodam. 75.000 mm
Diameter material besar D95 D95 Penting untuk tipe terbuka/slit sabodam. 1.200 m
Sudut geser dalam sedimen/tanah φ Digunakan pada tekanan tanah aktif dan stabilitas. 35.000°
Fondasi dan Material Daya dukung tanah izin q izin Digunakan untuk kontrol q max. 647.200 kPa
Koefisien geser fondasi f Digunakan untuk kontrol geser. 0.600
Berat volume beton/pasangan γc Digunakan untuk berat sendiri struktur. 22.540 kN/m³
Jumlah Bangunan Jumlah unit sabodam n unit Digunakan untuk mengalikan volume quantity otomatis. 1 unit

B. Parameter Default

Parameter Simbol Default Awal Catatan
Kerapatan massa campuranρ1.2000Dapat disesuaikan bila ada data debris flow.
Kerapatan massa sedimenσ2.3400Perlu verifikasi material setempat.
Konsentrasi volumetrik sedimenC*0.6000Dipakai dalam pendekatan debit debris.
Koefisien tanah endapanCs0.5000Disesuaikan dengan karakter material.
Kohesic0.0000 kPaUmumnya konservatif jika tidak digunakan.
Koefisien geser fondasif0.6000Perlu mengikuti kondisi pondasi.
Berat volume betonγc22.5400 kN/m³Dapat disesuaikan untuk beton massa/pasangan.
Berat volume airγw9.8000 kN/m³Umumnya 9,81 kN/m³.
Koefisien pelimpahanC0.6000Perlu dikaji sesuai bentuk pelimpah.
Koefisien Manning debrisn0.1000Digunakan pada pendekatan aliran debris.
Catatan: Sudut dasar sungai dihitung otomatis dari θ = atan(I) × 180 / π. Tinggi total dam dihitung dari kombinasi tinggi rencana dan tinggi sedimen sesuai struktur fungsi yang digunakan pada modul.

4. Stabilitas Tembok Tepi

Stabilitas tembok tepi digunakan untuk memeriksa keamanan tembok tepi atau sayap sabodam yang menahan tanah/sedimen di sisi bangunan. Pemeriksaan ini dipisahkan dari stabilitas tubuh utama agar analisa lebih jelas dan tidak mencampur gaya tubuh dam dengan gaya tembok tepi.

A. Input Utama Tembok Tepi

Input Simbol Fungsi Contoh Awal
Tinggi tembok H Tinggi struktur tembok tepi yang dianalisa. tinggi sabodam + 0.50 m
Lebar atas ta Lebar bagian atas tembok tepi. 0.50 m
Lebar bawah tb Lebar dasar tembok tepi. Jika kosong, dapat dihitung dari ta, m, n, dan H. 0.60 H
Kemiringan sisi dalam m Kemiringan horizontal terhadap vertikal sisi dalam. 0.20
Kemiringan sisi luar n Kemiringan horizontal terhadap vertikal sisi tanah/backfill. 0.30
Panjang tembok tepi kiri L kiri Dipakai untuk menghitung volume tembok tepi kiri. 12.00 m
Panjang tembok tepi kanan L kanan Dipakai untuk menghitung volume tembok tepi kanan. 12.00 m
Jumlah bangunan N Volume total dikalikan jumlah unit sabodam. 1 unit

B. Pemeriksaan Stabilitas

Kontrol Rumus Umum Kriteria Awal
Tekanan tanah aktif Pa = 0.5 × Ka × γ × H² Ka dihitung otomatis jika tidak diinput manual.
Guling FK = M penahan / M pengguling FK ≥ 2.00
Geser FK = f × ΣV / ΣH FK ≥ 1.50
Eksentrisitas e = B/2 - x |e| ≤ B/6
Tekanan dasar q = ΣV/B × (1 ± 6e/B) qmax ≤ q izin dan qmin ≥ 0

C. Volume Tembok Tepi

Selain memeriksa stabilitas, halaman stabilitas tembok tepi juga menjadi sumber data untuk volume tembok tepi di Quantity. Volume otomatis dapat dihitung jika panjang tembok kiri dan kanan diisi.

A tembok = ((ta + tb) / 2) × H
L total  = L kiri + L kanan
V/unit   = A tembok × L total
V total  = V/unit × jumlah bangunan
Contoh: H = 4.50 m, ta = 0.50 m, tb = 2.75 m, L kiri = 12.00 m, L kanan = 12.00 m, jumlah bangunan = 1 unit. Maka volume total tembok tepi = 175.50 m³.

5. Lintasan Kritis

Lintasan kritis digunakan untuk memeriksa potensi rembesan/piping di bawah bangunan. Tahapan ini menjadi syarat sebelum Quantity karena dimensi lantai, cutoff, dan perlindungan dasar dapat berubah apabila lintasan belum aman.

Input/Keluaran Keterangan
Panjang lintasan horizontal Panjang aliran rembesan sepanjang lantai dan elemen horizontal.
Panjang lintasan vertikal Panjang aliran rembesan sepanjang cutoff, sheet pile, atau elemen vertikal.
Perbedaan tinggi energi Perbedaan elevasi muka air hulu dan hilir yang menyebabkan rembesan.
Status lintasan Menentukan apakah desain aman atau perlu tambahan cutoff/perpanjangan lantai.
Catatan: Jika lintasan kritis tidak aman, Quantity belum dapat dibuat. Perbaikan desain dapat berupa penambahan panjang lantai, cutoff wall, sheet pile, atau pengaturan ulang elevasi dasar.

6. Quantity dan RAB

A. Quantity

Quantity dibuat setelah stabilitas tubuh utama, stabilitas tembok tepi, dan lintasan kritis aman. Item quantity dibagi menjadi item otomatis dan item manual. Item otomatis dihitung dari pradesain dan stabilitas tembok tepi, sedangkan item manual diisi berdasarkan gambar teknis, metode pelaksanaan, dan kondisi lapangan.

Kelompok Contoh Item Status
Persiapan Mobilisasi-demobilisasi, direksikeet, los kerja, gudang. Manual
SMKK Dokumen SMKK, APD/APK, personil K3, rambu, fasilitas kesehatan. Manual/template
Kistdam dan Dewatering Pompa dewatering, kistdam karung tanah/pasir. Manual
Pekerjaan Tanah Galian, timbunan, muat-angkut, pemadatan. Manual sampai data galian tersedia.
Pekerjaan Beton/Struktur Dam utama, apron, subdam, tembok tepi, pemadatan beton. Otomatis sebagian.
Pasangan dan Drainase Pasangan batu, plesteran, siaran, pipa suling-suling, riprap. Manual.
Pekerjaan Lain-lain Railing, dowel bar, pintu sorong, trashrack, pembongkaran beton. Manual.
Jalan Inspeksi Beton jalan, bekisting, penulangan, lapis perekat, AC-WC. Manual.

B. RAB

RAB dibuat dari daftar quantity. Pada halaman RAB, pengguna dapat mengisi harga satuan manual atau mengisi kode_item_internal AHSP. Jika kode AHSP diisi dan ditemukan pada tabel ahsp_item_hsp, sistem mengambil harga_satuan secara otomatis.

Kondisi Perilaku Sistem Sumber Harga
Kode AHSP kosong Harga satuan diisi manual oleh pengguna. manual
Kode AHSP diisi dan ditemukan Harga satuan diambil dari ahsp_item_hsp.harga_satuan. ahsp
Kode AHSP diisi tetapi tidak ditemukan Jika harga manual diisi, sistem memakai harga manual. Jika kosong, harga dianggap belum diisi. manual atau belum_diisi

C. Struktur Tabel AHSP yang Dibaca

ahsp_item_hsp
- kode_item_internal
- periode_harga
- wilayah
- nilai_tenaga
- nilai_bahan
- nilai_alat
- overhead_profit_persen
- harga_satuan
- catatan_perhitungan
- updated_at
Catatan: Default periode harga yang digunakan pada pengembangan saat ini adalah 2026 dan wilayah default. Ke depan dapat ditambahkan filter periode dan wilayah pada halaman RAB.

7. Langkah Penggunaan Modul

Buka halaman buat-analisa, lalu isi informasi dasar: nama analisa, nama pekerjaan, nama sungai, DAS/Sub-DAS, lokasi, tahun desain, jenis kegiatan, dan catatan awal.

Setelah disimpan, sistem mengarahkan pengguna ke halaman pemilihan tipe sabodam atau dashboard analisa sesuai alur yang sedang digunakan.

Jawab pertanyaan wizard. Sistem menghitung skor kecenderungan ke tipe tertutup atau tipe terbuka. Hasil wizard bersifat rekomendasi awal dan masih dapat dikaji ulang oleh perencana.

Isi parameter hidraulika, sedimen, fondasi, material, dan jumlah bangunan. Data jumlah bangunan penting untuk mengalikan quantity otomatis seperti dam utama, apron, subdam, dan tembok tepi.

Klik Hitung Pradesain. Sistem menghitung debit desain, geometri pelimpah, slit untuk tipe terbuka, apron, dan subdam.

Sistem menyusun tabel beban, gaya vertikal, gaya horizontal, lengan momen, momen penahan, dan momen pengguling untuk digunakan pada stabilitas tubuh utama.

Periksa FK guling, FK geser, eksentrisitas, q max, q min, dan daya dukung. Jika tidak aman, lakukan koreksi dimensi tubuh utama, lebar dasar, kemiringan, atau parameter desain.

Input H, ta, tb, kemiringan sisi, panjang tembok kiri, panjang tembok kanan, dan jumlah bangunan. Sistem memeriksa stabilitas serta menghitung volume tembok tepi untuk Quantity.

Pastikan panjang lintasan rembesan aman. Jika belum aman, tambahkan cutoff, perpanjang lantai, atau sesuaikan konfigurasi fondasi.

Klik Generate Quantity. Sistem membuat item otomatis dan template manual berdasarkan BOQ pekerjaan sabodam. Item manual dapat disesuaikan pada halaman Quantity.

Klik Generate RAB dari Quantity. Isi harga satuan manual atau isi kode AHSP/kode item internal. Jika kode ditemukan pada ahsp_item_hsp, harga satuan otomatis diambil dari tabel AHSP.

8. Contoh Pengisian

Catatan: Contoh berikut digunakan untuk simulasi pengoperasian modul. Angka harus disesuaikan dengan data survei, desain, dan hasil perhitungan proyek aktual.

A. Informasi Pekerjaan

Nama AnalisaContoh Pembangunan Sabodam
Nama PekerjaanPembangunan Sabodam pada Sungai Contoh
SungaiSungai Contoh
DAS / Sub-DASDAS Contoh
LokasiLokasi Contoh
Tahun Desain2026
Jenis KegiatanDesain Baru

B. Data Teknis

Input Simbol Contoh
Kemiringan dasar sungaiI0.287
Lebar sungaiB20.000 m
Tinggi dam rencanah5.000 m
Tinggi sedimenhs3.000 m
Debit banjir rencanaQp20.000 m³/s
D50D5075.000 mm
D95D951.200 m
Sudut geser sedimenφ35.000°
Daya dukung tanah izinq izin647.200 kPa
Jumlah bangunanN1 unit

C. Stabilitas Tembok Tepi

Input Simbol Contoh
Tinggi tembokH4.500 m
Lebar atasta0.500 m
Lebar bawahtb2.750 m
Kemiringan dalamm0.200
Kemiringan luarn0.300
Panjang tembok kiriL kiri12.000 m
Panjang tembok kananL kanan12.000 m
Jumlah bangunanN1 unit

D. Contoh Hasil Quantity Tembok Tepi

A = ((ta + tb) / 2) × H
A = ((0.50 + 2.75) / 2) × 4.50
A = 7.3125 m²

L total = 12.00 + 12.00
L total = 24.00 m

V per unit = 7.3125 × 24.00
V per unit = 175.50 m³

V total = 175.50 × 1
V total = 175.50 m³

E. Contoh Pengisian RAB AHSP

Item RAB Kode AHSP / Kode Item Internal Perilaku Sistem
Beton / pasangan tubuh dam utama [kode AHSP sesuai database] Jika kode ditemukan, harga satuan otomatis dari ahsp_item_hsp.
Mobilisasi dan demobilisasi Kosong Harga satuan diisi manual.
SMKK Kosong atau kode AHSP jika tersedia Dapat memakai harga manual atau mapping AHSP.

9. Status Tahapan pada Dashboard

Tahapan Status Keterangan
Informasi Pekerjaan Selesai Analisa sudah dibuat.
Pemilihan Tipe Selesai / Belum Selesai setelah wizard diproses.
Data Teknis Selesai / Belum Selesai setelah parameter dasar disimpan.
Pradesain Hidrolik Selesai / Perlu Diisi Selesai setelah pradesain dihitung.
Gaya dan Momen Selesai / Perlu Diisi Selesai setelah tabel gaya dibuat.
Stabilitas Detail Aman / Tidak Aman Menentukan keamanan tubuh utama sabodam.
Stabilitas Tembok Tepi Aman / Tidak Aman Menentukan keamanan tembok tepi dan volume tembok tepi.
Lintasan Kritis Aman / Tidak Aman Menentukan keamanan rembesan/piping.
Quantity Siap Dibuat / Terkunci Aktif setelah stabilitas detail, tembok tepi, dan lintasan kritis aman.
RAB Siap Dibuat / Terkunci Aktif setelah Quantity selesai.
Laporan dan Cetak Siap Membaca data dari seluruh tahapan yang sudah tersedia.
Catatan: Status “Aman” pada modul adalah hasil pemeriksaan berdasarkan parameter yang diinput. Status tersebut belum menggantikan persetujuan teknis dari tenaga ahli.

10. Catatan Teknis Penggunaan

1. Input minimal bukan data final.
Input minimal digunakan agar proses perhitungan dapat dimulai. Untuk desain final, data harus diverifikasi melalui survei topografi, hidrologi, sedimen, geologi, geoteknik, dan inspeksi lapangan.
2. Pradesain hidrolik adalah tahap awal.
Hasil pradesain perlu diperiksa ulang, terutama bila lokasi berada pada tikungan, alur sungai tidak stabil, perubahan elevasi ekstrem, daerah permukiman padat, atau memiliki risiko debris flow tinggi.
3. Stabilitas tubuh utama dan tembok tepi harus dipisahkan.
Stabilitas tubuh utama memeriksa bangunan utama sabodam, sedangkan stabilitas tembok tepi memeriksa struktur penahan tanah/sedimen di sisi bangunan.
4. Lintasan kritis menjadi syarat Quantity.
Jika lintasan kritis tidak aman, volume pekerjaan dapat berubah karena adanya tambahan cutoff, lantai, sheet pile, atau elemen pengaman rembesan.
5. Quantity otomatis adalah estimasi awal.
Volume otomatis membantu mempercepat estimasi, tetapi item manual seperti galian, kistdam, dewatering, SMKK, jalan inspeksi, pembongkaran, pintu, trashrack, dan perlindungan tebing tetap harus divalidasi berdasarkan gambar teknis dan metode pelaksanaan.
6. RAB masih perlu validasi harga.
Harga satuan dapat berasal dari input manual atau AHSP melalui tabel ahsp_item_hsp. Harga final harus mengikuti sumber harga yang sah, periode harga yang relevan, wilayah pekerjaan, serta ketentuan kontrak yang berlaku.