Modul Sabo

Stabilitas Detail Sabodam

Pemeriksaan stabilitas terhadap guling, geser, eksentrisitas, tekanan dasar fondasi, dan daya dukung tanah berdasarkan tabel gaya dan momen.

Informasi Analisa

  • Kode Analisa
    SABO-20260623-0002
  • Nama Analisa
    Perencanaan Sabo Dam Opa
  • Nama Pekerjaan
    Sabo Dam Opak
  • Tipe Desain
    Sabodam Tipe Tertutup
  • Status Stabilitas
    Tidak Aman

Data Dimensi Utama

H 20.000 m
h 15.000 m
hs 5.000 m
h3 1.400 m
b2 5.000 m
b2' 21.000 m
m / n 0.600 / 0.200
rc 1.000

Ringkasan Gaya

Kondisi ΣV ΣH
Kondisi Banjir Air 7,269.640 2,234.400
Kondisi Banjir Debris 7,047.425 227.578
Catatan: Jika stabilitas tidak aman, dimensi pradesain, parameter fondasi, atau gaya-gaya yang bekerja perlu diperiksa kembali sebelum lintasan kritis, quantity, dan RAB.

Hitung Stabilitas Detail

Sistem menghitung faktor keamanan guling, geser, eksentrisitas, tekanan dasar fondasi, dan daya dukung untuk kondisi banjir air dan banjir debris.

Status akhir stabilitas: Tidak Aman. Dimensi dan/atau parameter desain perlu diperiksa kembali sebelum dilanjutkan.
Kondisi ΣV
kN
ΣH
kN
ΣMp
kNm
ΣMg
kNm
FK Guling FK Geser Status
Kondisi Banjir Air 7,269.640 2,234.400 77,537.273 15,810.667 4.904
min 2.000
OK
1.953
min 1.500
OK
Tidak Aman
Kondisi Banjir Debris 7,047.425 227.578 75,565.758 1,724.915 43.808
min 2.000
OK
18.590
min 1.500
OK
Tidak Aman

Detail Eksentrisitas dan Daya Dukung

Kondisi e
m
Batas e
m
q max
kPa
q min
kPa
q izin
kPa
Status Daya Dukung
Kondisi Banjir Air 2.009 3.500 544.876 147.471 30.000 Tidak OK
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.500.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 3.500 m.
q max melebihi daya dukung izin fondasi.
Kondisi Banjir Debris 0.022 3.500 337.729 333.454 30.000 Tidak OK
FK guling minimum = 2.000.
FK geser minimum = 1.500.
Batas eksentrisitas = b2'/6 = 3.500 m.
q max melebihi daya dukung izin fondasi.

Rekomendasi Penyesuaian Dimensi

Stabilitas tidak aman. Quantity dan RAB tidak boleh dilanjutkan sebelum dimensi atau parameter desain diperbaiki dan stabilitas dihitung ulang.

Kondisi Banjir Air

Tekanan dasar fondasi tidak memenuhi syarat

Masalah: q max melebihi daya dukung izin atau distribusi tekanan dasar tidak memenuhi kriteria.

Rekomendasi tindakan:

  • Perbesar lebar dasar fondasi b2′ untuk menurunkan tekanan kontak maksimum.
  • Perbaiki fondasi atau pindahkan dasar fondasi ke lapisan tanah/batuan yang lebih baik.
  • Lakukan evaluasi geoteknik detail untuk mendapatkan q izin yang lebih representatif.
  • Pertimbangkan lantai kerja, dental concrete, grouting, atau perkuatan fondasi sesuai kondisi lapangan.

Kondisi Banjir Debris

Tekanan dasar fondasi tidak memenuhi syarat

Masalah: q max melebihi daya dukung izin atau distribusi tekanan dasar tidak memenuhi kriteria.

Rekomendasi tindakan:

  • Perbesar lebar dasar fondasi b2′ untuk menurunkan tekanan kontak maksimum.
  • Perbaiki fondasi atau pindahkan dasar fondasi ke lapisan tanah/batuan yang lebih baik.
  • Lakukan evaluasi geoteknik detail untuk mendapatkan q izin yang lebih representatif.
  • Pertimbangkan lantai kerja, dental concrete, grouting, atau perkuatan fondasi sesuai kondisi lapangan.

Kondisi banjir debris menjadi kondisi kritis

Masalah: Gaya debris, tekanan sedimen, dan tekanan air dapat memperbesar momen pengguling dan gaya geser.

Rekomendasi tindakan:

  • Verifikasi kembali data sedimen, D50, D95, Cd, hd, dan Vdf.
  • Periksa apakah subdam dan apron sudah cukup meredam energi aliran.
  • Pertimbangkan perpanjangan apron, peningkatan tinggi subdam, atau bangunan sabo seri bila energi aliran masih besar.
Alur perbaikan yang disarankan:
1. Revisi parameter pada Data Teknis atau Pradesain Hidrolik.
2. Hitung ulang Pradesain Hidrolik.
3. Hitung ulang Gaya dan Momen.
4. Hitung ulang Stabilitas Detail.
5. Lanjut ke Lintasan Kritis hanya jika stabilitas sudah aman.

Uraian Perhitungan Stabilitas

Data yang Digunakan

ΣV = 7,269.640 kN
ΣH = 2,234.400 kN
ΣM penahan = 77,537.273 kNm
ΣM pengguling = 15,810.667 kNm
q izin = 30.000 kPa

Rumus

FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling
FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH
e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV
q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')

Substitusi

FK guling = 77,537.273 / 15,810.667
FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal.
e = 2.009 m

Hasil

FK guling = 4.904 → AMAN
FK geser = 1.953 → AMAN
e = 2.009 m; batas = 3.500 m
q max = 544.876 kPa
q min = 147.471 kPa
Status daya dukung = TIDAK AMAN

Kesimpulan

Status stabilitas pada kondisi banjir air adalah TIDAK AMAN.

Data yang Digunakan

ΣV = 7,047.425 kN
ΣH = 227.578 kN
ΣM penahan = 75,565.758 kNm
ΣM pengguling = 1,724.915 kNm
q izin = 30.000 kPa

Rumus

FK guling = ΣM penahan / ΣM pengguling
FK geser = (f × ΣV + c × b2') / ΣH
e = b2'/2 - X, dengan X = (ΣM penahan - ΣM pengguling) / ΣV
q max/min = ΣV / b2' × (1 ± 6e / b2')

Substitusi

FK guling = 75,565.758 / 1,724.915
FK geser = hasil perhitungan berdasarkan koefisien geser fondasi dan jumlah gaya horizontal.
e = 0.022 m

Hasil

FK guling = 43.808 → AMAN
FK geser = 18.589 → AMAN
e = 0.022 m; batas = 3.500 m
q max = 337.729 kPa
q min = 333.454 kPa
Status daya dukung = TIDAK AMAN

Kesimpulan

Status stabilitas pada kondisi banjir debris adalah TIDAK AMAN.