Dokumen ini menampilkan spesifikasi teknis awal hasil analisa trial untuk membantu penyusunan konsep sistem pompa, kelistrikan, perpipaan, grounding, dan estimasi awal bangunan rumah pompa.
Status Dokumen: Trial - update 8 April 2026| Komponen | Spesifikasi Awal | Keterangan Teknis |
|---|---|---|
| Jenis pompa | Axial Flow Pump | Rekomendasi tipe mengacu pada hasil analisa awal dan tetap perlu verifikasi kurva pompa serta kondisi sistem. |
| Jumlah pompa operasi | 3 unit | Unit operasi bekerja untuk memenuhi debit banjir rencana. |
| Jumlah pompa standby | 1 unit | Unit standby disediakan untuk meningkatkan keandalan sistem. |
| Total unit terpasang | 4 unit | Total unit merupakan penjumlahan antara pompa operasi dan pompa standby. |
| Kapasitas pompa per unit | 1,50 m³/det | Kapasitas per unit didasarkan pada debit total dibagi jumlah pompa operasi. |
| Head total rencana | 5,00 m | Perlu diverifikasi lebih lanjut terhadap beda elevasi dan kehilangan energi sistem. |
| Efisiensi pompa | 80,0 % | Nilai efisiensi merupakan asumsi/input analisa awal. |
| Komponen | Spesifikasi Awal | Keterangan Teknis |
|---|---|---|
| Penggerak utama | Motor listrik atau diesel engine | Pemilihan akhir disesuaikan dengan sumber tenaga dan strategi operasi. |
| Daya motor per unit | 110,00 kW | Diambil dari rating motor rekomendasi hasil analisa, atau dihitung pendekatan bila belum tersedia. |
| Daya total operasi | 299,90 kW | Daya total operasi dihitung dari daya motor per unit dikalikan jumlah pompa operasi. |
| Efisiensi motor | 92,0 % | Dipakai sebagai dasar estimasi kebutuhan daya bila diperlukan fallback perhitungan. |
| Komponen | Spesifikasi Awal | Keterangan Teknis |
|---|---|---|
| Sumber daya utama | PLN sebagai sumber daya utama, genset sebagai cadangan. | Sumber daya utama mengikuti hasil rekomendasi analisa trial. |
| Trafo rekomendasi | 630,00 kVA | Mengacu pada hasil rekomendasi analisa awal untuk kebutuhan catu daya listrik. |
| Kapasitas genset awal | 500,00 kVA | Mengacu pada hasil rekomendasi analisa atau dihitung dari kebutuhan daya total operasi. |
| Konsumsi BBM genset | 0,24 liter/jam | Sumber nilai: Input manual. Untuk tahap final sebaiknya menggunakan data vendor. |
| Komponen | Spesifikasi Awal | Keterangan Teknis |
|---|---|---|
| Jenis panel | Panel distribusi dan kontrol pompa | Panel berfungsi untuk distribusi daya, pengendalian operasi pompa, monitoring, dan proteksi sistem. |
| Konfigurasi panel | Main panel + sub panel unit pompa sesuai kebutuhan | Konfigurasi akhir disesuaikan dengan jumlah pompa, sumber daya, strategi operasi, dan layout ruang panel. |
| Mode operasi | Manual / semi otomatis / otomatis | Mode otomatis dapat dikembangkan berbasis level air, timer, atau logika kontrol lainnya. |
| Mode kendali | Local / remote (opsional) | Kendali remote dapat dikembangkan pada tahap lanjutan melalui SCADA, telemetry, atau sistem monitoring jarak jauh. |
| Selektor operasi pompa | Selector switch pada tiap unit pompa | Digunakan untuk memilih status off, manual, atau otomatis pada masing-masing unit pompa. |
| Sequencing operasi | Pengoperasian bertahap antar unit pompa | Diperlukan untuk mengatur urutan start-stop pompa agar operasi sistem lebih stabil dan pembebanan lebih terkontrol. |
| Duty alternation | Disiapkan untuk pergiliran unit operasi | Berguna untuk meratakan jam operasi antar unit pompa dan mendukung keandalan sistem. |
| Proteksi utama | Overload, short circuit, under/over voltage, emergency stop, motor protection relay | Proteksi utama diperlukan untuk menjaga keselamatan peralatan dan kontinuitas operasi. |
| Proteksi tambahan | Phase failure, phase imbalance, earth fault (bila diperlukan) | Proteksi tambahan disesuaikan dengan kapasitas sistem, kualitas suplai listrik, dan standar kelistrikan yang diterapkan. |
| Indikator operasi | Lampu indikator run, stop, trip/fault, dan power available, alarm umum | Indikator membantu operator memantau status panel, status sumber daya, dan kondisi tiap unit pompa. |
| Metering | Voltmeter, ammeter, power meter, frequency meter | Metering digunakan untuk pemantauan performa sistem, evaluasi konsumsi daya, dan kebutuhan troubleshooting. |
| Alarm | Alarm gangguan unit dan alarm umum, buzzer dan indikator visual | Alarm dapat dikembangkan menjadi notifikasi ke sistem monitoring pada tahap lanjutan. |
| Input sensor | Level switch / level sensor / float switch | Sensor muka air dapat digunakan sebagai dasar operasi otomatis pompa banjir. |
| Interlock sumber daya | Interlock antara sumber PLN dan genset | Diperlukan agar perpindahan sumber daya berjalan aman dan menghindari backfeed. |
| Integrasi ATS/AMF | Disiapkan untuk sistem dengan genset cadangan | ATS/AMF memudahkan perpindahan otomatis antara sumber utama dan sumber cadangan. |
| Monitoring genset | Status genset run, fail to start, available, dan fault | Monitoring genset penting agar operator mengetahui kesiapan sumber daya cadangan. |
| Tipe enclosure | Indoor floor standing panel | Tipe enclosure final mengikuti layout ruang panel, akses operasi, dan kebutuhan maintenance. |
| Derajat proteksi enclosure | Minimum IP54 / IP55 | Disarankan karena lingkungan rumah pompa berpotensi lembab, berdebu, dan terkena percikan air. |
| Material panel | Plat baja dengan finishing powder coating | Ketebalan material dan finishing mengikuti standar pabrikan serta lingkungan pemasangan. |
| Sistem kabel | Kabel daya dan kabel kontrol dipisahkan sesuai kebutuhan | Pemisahan jalur kabel membantu keselamatan, kemudahan troubleshooting, dan kerapian instalasi. |
| Ruang cadangan pengembangan | Disediakan spare space seperlunya | Berguna untuk penambahan sensor, integrasi kontrol lanjutan, atau pengembangan unit pompa. |
| Komponen | Spesifikasi Awal | Keterangan Teknis |
|---|---|---|
| Sistem grounding | Grounding sistem tenaga dan peralatan listrik | Seluruh panel, motor, genset, trafo, dan bagian logam utama rumah pompa harus dihubungkan ke sistem grounding untuk keselamatan personel dan proteksi peralatan. |
| Elektroda grounding | Ground rod tembaga / copper bonded rod | Jumlah, panjang, dan konfigurasi elektroda ditentukan berdasarkan tahanan jenis tanah dan target tahanan grounding. |
| Konduktor grounding | BC / NYY grounding conductor sesuai kapasitas sistem | Ukuran konduktor grounding ditentukan berdasarkan kapasitas hubung singkat, rating peralatan, dan standar instalasi listrik yang diterapkan. |
| Grounding panel | Semua enclosure panel dibumikan | Panel utama, panel distribusi, panel pompa, ATS/AMF, dan panel genset harus terhubung ke grounding grid. |
| Grounding motor pompa | 4 unit body motor dibonding ke grounding system | Seluruh body motor dan rangka pompa harus dihubungkan ke grounding untuk menghindari bahaya tegangan sentuh saat terjadi gangguan isolasi. |
| Grounding genset dan trafo | Grounding body dan netral sesuai konfigurasi sistem | Skema grounding genset dan trafo harus disesuaikan dengan sistem distribusi tenaga, termasuk kebutuhan netral grounding dan koordinasi proteksi. |
| Equipotential bonding | Bonding bagian logam utama | Struktur logam, railing, cover, cable tray, support pipa logam, dan bagian konduktif lainnya perlu dibonding untuk menyamakan potensial. |
| Target tahanan grounding | Diupayakan serendah mungkin sesuai standar dan kondisi lokasi | Nilai akhir tahanan grounding harus dibuktikan melalui pengukuran lapangan setelah instalasi. |
| Integrasi proteksi petir dan surge | Disiapkan bila risiko lokasi memerlukan | Jika rumah pompa berada pada area terbuka dan memiliki risiko sambaran, grounding tenaga perlu dikoordinasikan dengan sistem penangkal petir dan surge protection. |
| Komponen | Spesifikasi Awal | Keterangan Teknis |
|---|---|---|
| Pipa suction | Disediakan sesuai konfigurasi intake dan tipe pompa | Untuk pompa axial flow, konfigurasi suction harus menjaga aliran masuk tetap seragam, mengurangi turbulensi, dan menghindari kondisi hisap yang merugikan. |
| Diameter suction indikatif | 1.300 mm | Diameter indikatif awal dihitung dari debit per unit dengan asumsi kecepatan suction sekitar 1,20 m/det. Diameter final harus diverifikasi terhadap layout, NPSH, dan kehilangan energi. |
| Pipa discharge | Disediakan pada tiap unit pompa menuju sistem pembuangan/header | Karena terdapat lebih dari satu pompa operasi, konfigurasi header discharge dan cabang tiap unit perlu direncanakan agar distribusi aliran, isolasi unit, dan maintenance dapat dilakukan dengan baik. |
| Diameter discharge indikatif | 1.050 mm | Diameter indikatif awal dihitung dari debit per unit dengan asumsi kecepatan discharge sekitar 1,80 m/det. Diameter final harus dicek lagi terhadap headloss, transien, dan ukuran nominal pasar. |
| Diameter pipa | Ditentukan berdasarkan debit rencana dan kecepatan aliran yang diizinkan | Untuk debit per unit yang relatif besar, diameter pipa cenderung menjadi signifikan dan perlu ditetapkan secara hati-hati agar headloss tetap terkendali. |
| Kecepatan aliran rencana | Suction ± 1,20 m/det ; discharge ± 1,80 m/det | Kecepatan aliran pada debit besar perlu dibatasi agar rugi-rugi energi, getaran, dan potensi transien tidak menjadi terlalu besar. |
| Material pipa | Steel pipe / HDPE / ductile iron | Material akhir dipilih berdasarkan tekanan kerja, metode pemasangan, umur rencana, dan pertimbangan biaya. |
| Pressure class pipa | Ditentukan berdasarkan tekanan kerja dan tekanan transien | Pressure class pipa dan valve harus ditentukan berdasarkan tekanan kerja, tekanan maksimum, dan kemungkinan tekanan transien. |
| Header discharge | Disiapkan untuk menggabungkan aliran dari beberapa unit pompa | Konfigurasi header perlu memperhatikan distribusi aliran, kerugian energi, dan kemudahan isolasi tiap unit. |
| Check valve | Ukuran indikatif 1.050 mm | Berfungsi mencegah aliran balik saat pompa berhenti dan melindungi sistem dari kondisi operasi yang tidak diinginkan. |
| Isolation valve | Gate valve / butterfly valve ukuran indikatif 1.050 mm | Diperlukan untuk memudahkan isolasi unit saat operasi, perawatan, atau penggantian komponen. |
| Flexible joint / dismantling joint | Ukuran indikatif 1.050 mm | Digunakan untuk meredam getaran, memudahkan pemasangan, dan membantu pembongkaran peralatan saat maintenance. |
| Air valve | Ukuran indikatif 150 mm | Berfungsi untuk melepaskan udara yang terjebak dan menjaga performa hidrolis sistem perpipaan. |
| Drain valve | Ukuran indikatif 100 mm | Berguna untuk pengosongan pipa saat inspeksi, maintenance, atau kondisi penghentian operasi. |
| Support dan anchor | Pipe support, saddle, dan anchor block sesuai kebutuhan | Sistem penyangga dan anchor harus direncanakan untuk menahan beban pipa, fluida, getaran, dan gaya akibat transien. |
| Sambungan pipa | Flanged / welded / mechanical joint sesuai material dan konfigurasi | Jenis sambungan dipilih berdasarkan material pipa, tekanan kerja, dan kemudahan pemasangan. |
| Proteksi korosi | Coating / lining / proteksi tambahan sesuai lingkungan | Proteksi korosi perlu direncanakan untuk menjaga umur layanan pipa dan komponen valve. |
| Pertimbangan transien | Evaluasi water hammer disarankan bila sistem signifikan | Untuk kapasitas besar, pipa panjang, atau start-stop cepat, evaluasi transien perlu dipertimbangkan dalam tahap desain lebih rinci. |
| Komponen | Spesifikasi Awal | Keterangan Teknis |
|---|---|---|
| Rumah pompa | Bangunan pelindung, area operasi, dan area maintenance | Dimensi final mengikuti layout unit pompa, panel, genset, akses bongkar-pasang, dan keselamatan kerja. |
| Layout rumah pompa | Layout linear | Layout dipilih secara otomatis berdasarkan jumlah unit pompa untuk estimasi awal kebutuhan ruang. |
| Panjang bangunan awal | 28,00 m | Merupakan estimasi panjang total rumah pompa awal termasuk area peralatan utama dan clearance dasar. |
| Lebar bangunan awal | 19,00 m | Lebar bangunan awal memperhitungkan area pompa, panel, genset/trafo, serta ruang pendukung utama. |
| Tinggi minimum bangunan | 4,50 m | Tinggi minimum bangunan merupakan estimasi awal dan masih perlu ditinjau kembali bila ada kebutuhan lifting equipment. |
| Luas bangunan awal | 532,00 m² | Luas bangunan awal digunakan sebagai dasar penyusunan konsep tata ruang dan kebutuhan area bangunan. |
Halaman ini menampilkan hasil generator spesifikasi teknis awal dari Kalkulator Pompa Banjir. Susunan dokumen dirancang agar dapat dipakai sebagai bahan diskusi teknis, review internal, dan pengembangan desain lanjutan.
Dokumen ini masih berstatus draft awal / trial. Seluruh spesifikasi yang tampil belum dimaksudkan sebagai dokumen final pengadaan atau dokumen IFC.
Verifikasi tetap diperlukan terhadap data vendor, headloss sistem, layout aktual, konfigurasi intake-discharge, sistem kontrol, grounding aktual lapangan, dan kebutuhan operasi-maintenance.