Wonogiri - Jawa Tengah
Analisa HHMT, uji data, curah hujan rancangan, dan distribusi terbaik sementara mengacu SNI 2415:2026.
Data HHMT memiliki panjang 1 tahun, rata-rata 101,00 mm, dan nilai maksimum 101,00 mm pada tahun 1976. Distribusi terbaik sementara berdasarkan uji otomatis adalah -.
Status uji data: Perlu Review. Hasil curah hujan rancangan perlu diperlakukan sebagai hasil sementara karena terdapat indikasi pencilan, seri data tidak homogen, terdapat tren signifikan, seri data tidak independen. Verifikasi data dan review teknis disarankan sebelum hasil digunakan sebagai dasar desain final.
| Nama Stasiun | Giriwoyo | Periode Data | 1976 s.d. 1976 |
|---|---|---|---|
| Lokasi | Desa Giriwoyo, Kec. Giriwoyo, WONOGIRI | Provinsi | JAWA TENGAH |
| Wilayah Sungai | Bengawan Solo | Koordinat | -8.026094, 110.947632 |
| Pengelola | BBWS Bengawan Solo | ||
Stasiun Hujan Giriwoyo berlokasi di Desa Giriwoyo, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Koordinat: latitude -8.026094, longitude 110.947632.
| No. | Stasiun Hujan Terdekat | Lokasi | Jarak (km) | Panjang Data | Periode Data |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Waduk Nawangan | Giriwoyo, Wonogiri | 5,76 | 45 tahun | 1975–2019 |
| 2 | Baturetno | Baturetno, Wonogiri | 6,03 | 0 tahun | - |
| 3 | Batuwarno | Batuwarno, Wonogiri | 7,94 | 0 tahun | - |
| Jumlah data HHMT | 1 tahun | Tahun kosong | 0 tahun |
|---|---|---|---|
| Data HHMT < 50 mm | 0 data | Status uji data | Ditampilkan lengkap pada bagian Uji Data HHMT. |
Data berikut adalah seri Curah Hujan Harian Maksimum Tahunan (HHMT) yang menjadi dasar uji data, statistik deskriptif, dan analisa curah hujan rancangan.
| No. | Tahun | HHMT (mm) | Tanggal | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 1976 | 101,00 | 03-12-1976 | OK |
Grafik deret waktu Curah Hujan Harian Maksimum Tahunan untuk melihat pola perubahan dan indikasi nilai ekstrem.
| Tahun | HHMT | Batas Bawah | Batas Atas | Status |
|---|---|---|---|---|
| Tidak ada data pencilan berdasarkan uji yang digunakan. | ||||
| Uji Data | Status | Keterangan |
|---|---|---|
| Uji Pencilan | Tidak Dapat Dihitung | Jumlah data kurang dari 3. |
| Uji Tren | Tidak Dapat Dihitung | Jumlah data kurang dari 4. |
| Uji Homogenitas | Tidak Dapat Dihitung | Jumlah data kurang dari 6. |
| Uji Independensi | Tidak Dapat Dihitung | Jumlah data kurang dari 5. |
| Uji | Parameter | Nilai |
|---|---|---|
| Uji Pencilan | Kn | - |
| Uji Pencilan | Batas bawah | - mm |
| Uji Pencilan | Batas atas | - mm |
| Uji Pencilan | Jumlah pencilan | 0 |
| Uji Tren | r Spearman | - |
| Uji Tren | t hitung | - |
| Uji Tren | t kritis | - |
| Uji Tren | Arah | - |
| Uji Homogenitas | F hitung | - |
| Uji Homogenitas | F kritis | - |
| Uji Homogenitas | Varian kelompok awal | - |
| Uji Homogenitas | Varian kelompok akhir | - |
| Uji Independensi | r1 lag-1 | - |
| Uji Independensi | Batas bawah | - |
| Uji Independensi | Batas atas | - |
| Jumlah data | 1 tahun |
|---|---|
| Minimum | 101,00 mm |
| Maksimum | 101,00 mm |
| Rata-rata | 101,00 mm |
| Median | 101,00 mm |
| Standar deviasi sampel | - mm |
| Koefisien variasi | - |
| Skewness sampel | - |
| Excess kurtosis | - |
Interpretasi statistik belum tersedia.
Analisa curah hujan rancangan dihitung dengan distribusi Gumbel, Log Normal, Log Pearson III, dan GEV.
| Kala Ulang | Gumbel | Log Normal | Log Pearson III | GEV |
|---|---|---|---|---|
| 2 | - | - | - | - |
| 5 | - | - | - | - |
| 10 | - | - | - | - |
| 20 | - | - | - | - |
| 25 | - | - | - | - |
| 50 | - | - | - | - |
| 100 | - | - | - | - |
| 200 | - | - | - | - |
| 1.000 | - | - | - | - |
Grafik perbandingan hasil hujan rancangan untuk distribusi Gumbel, Log Normal, Log Pearson III, dan GEV pada berbagai kala ulang.
| Distribusi | Dmax | D kritis | K-S | Chi hitung | Chi kritis | Chi | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uji distribusi belum tersedia. | |||||||
| Distribusi | Parameter | Simbol | Nilai | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Parameter distribusi tidak tersedia. | ||||
Catatan kelayakan: Hasil curah hujan rancangan perlu diperlakukan sebagai hasil sementara karena terdapat indikasi pencilan, seri data tidak homogen, terdapat tren signifikan, seri data tidak independen. Verifikasi data dan review teknis disarankan sebelum hasil digunakan sebagai dasar desain final.
Hasil curah hujan rancangan pada halaman ini merupakan dasar awal untuk analisa lanjutan. Untuk debit banjir rencana, tahapan berikutnya adalah hujan wilayah, distribusi hujan rencana, hujan efektif, transformasi hujan-limpasan dengan HSS/metode lain, serta kalibrasi dan validasi apabila data observasi tersedia.