Desain Bendung Irigasi

Kolam Olak Bendung Kedungrejo - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Sali

Perhitungan kolam olak bendung dengan pendekatan KP-02, klasifikasi USBR Type I–IV, tinggi dinding, tebal lantai, perlindungan hilir, penyimpanan hasil, dan quantity.

Data Dasar

Nama Proyek Perencanaan Bendung DI Kedungrejo - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan -
Nama Bendung Bendung Kedungrejo - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Salinan - Sali
Nama Sungai Sungai Sumberarum
Q25 180,0000 m³/det
Q50 220,0000 m³/det
Q100 260,0000 m³/det
Elevasi Dasar Sungai 85,000 m
Elevasi Mercu 88,000 m
Debit Rencana Mercu 2.623,7340 m³/det
H1 Mercu 1,919 m
Lebar Efektif Mercu 2,500 m
Data mercu tersedia: debit = 2.623,7340 m³/det, H1 = 1,919 m, lebar efektif = 2,500 m.

Input Parameter Kolam Olak

Aktif jika pilihan debit adalah manual.
H1 = tinggi energi di atas mercu.
Dipakai dalam v1 = √(2g(0,5H1 + z)).
Gunakan 1,00 untuk rumus tanpa reduksi.
Faktor koreksi panjang kolam olak.
Untuk kedalaman kolam rencana.
Sistem akan menghitung rekomendasi tebal rencana.
Isi 0 untuk otomatis = 0,25 y2, minimum 0,20 m.
Isi 0 untuk otomatis = 2n, minimum 0,50 m.
Pilih otomatis jika ingin sistem merekomendasikan berdasarkan Fr1 dan v1.
Digunakan untuk koreksi tebal lantai kolam olak.
Digunakan untuk rekomendasi riprap/filter hilir.
Isi 0 untuk otomatis.
Reset Default

Debit/m

1.049,494

m³/det/m

Froude

0,258

Fr1

Tailwater

1,00
Memadai

Tipe USBR

Belum Terbentuk Loncatan Hidrolis
Perlu Penyesuaian

Dinding

17,00

m dari lantai

Tebal Lantai

2,10

m rencana

Hasil Perhitungan Hidrolika Kolam Olak

Parameter Nilai Satuan Keterangan
Debit Rencana Terpilih 2.623,7340 m³/det Debit Rencana Mercu
Lebar Efektif 2,500 m Lebar efektif aliran.
Debit per Meter 1.049,4936 m³/det/m q = Q / B
Kedalaman Kritis hc 48,243 m hc = (q²/g)^(1/3)
Kecepatan Awal v1 8,814 m/det v1 = Cv√(2g(0,5H1 + z))
Kedalaman Awal y1 119,072 m y1 = q / v1
Bilangan Froude Fr1 0,258 - Fr1 = v1 / √(g y1)
Kedalaman Konjugasi y2 14,155 m y2 = 0,5 y1 (√(1+8Fr1²)-1)
Kedalaman Tailwater Input 2,214 m Kedalaman tailwater terhadap dasar sungai/lantai referensi.
Kedalaman Tailwater Efektif 14,155 m Tailwater input + penurunan lantai kolam.
Rasio Tailwater / y2 1,000 - Status: memadai
Kehilangan Energi 0,000 m Selisih energi spesifik sebelum dan sesudah loncatan.
Kecepatan Setelah Loncatan 74,142 m/det v2 = q / y2
Status tailwater: Tailwater efektif berada pada rentang yang mendukung pembentukan loncatan hidrolik di dalam kolam olak.

Rekomendasi Dimensi Kolam Olak

Komponen Nilai Satuan Catatan
Tipe Kolam USBR Belum Terbentuk Loncatan Hidrolis - Aliran belum menunjukkan kondisi superkritis yang kuat. Periksa kembali H1, z, debit, lebar efektif, dan tailwater.
Tipe Otomatis Belum Terbentuk Loncatan Hidrolis - Tipe dipilih otomatis berdasarkan Fr1, debit satuan, dan kecepatan awal.
Komponen Rekomendasi Belum direkomendasikan sebagai kolam olak USBR tanpa evaluasi ulang hidrolika. - Komponen utama sesuai tipe kolam olak.
Debit Satuan q 1.049,494 m³/det/m Parameter penting untuk membedakan Type II dan Type III.
Kecepatan Awal v1 8,814 m/det Parameter pemilihan Type II/III dan ukuran blok.
Bilangan Froude Fr1 0,258 - Dasar utama pemilihan tipe USBR.
Kedalaman Awal D1 / y1 119,072 m Kedalaman aliran superkritis sebelum loncatan.
Kedalaman Konjugasi D2 / y2 14,155 m Kedalaman setelah loncatan hidrolik.
Tinggi Ambang Ujung n 3,539 m Perlu evaluasi
Lebar Ambang Ujung 7,078 m Lebar ambang dalam arah memanjang aliran.
Panjang Loncatan 88,470 m Lj = 5(n + y2)
Panjang Kolam Hidrolik 88,470 m Lj × faktor panjang apron.
Panjang Kolam USBR 84,931 m Koefisien tipe USBR × y2.
Panjang Kolam Olak Rencana 88,50 m Nilai maksimum dan dibulatkan ke atas.
Kedalaman Kolam Rencana 14,70 m y2 + freeboard kolam.
Elevasi Lantai Kolam 73,058 m Metode: otomatis
Penurunan Lantai Kolam 11,942 m Terhadap elevasi dasar sungai.
Tebal Lantai Input 0,984 m Nilai input awal dari form.
Tebal Lantai Rekomendasi 2,100 m Sudah dikoreksi berdasarkan tipe USBR, energi aliran, dan pondasi.
Jenis Pondasi Pasir padat - Faktor koreksi = 1,20
Tinggi Muka Air Kontrol Dinding 14,155 m max(y2, tailwater efektif)
Freeboard Dinding 2,831 m Mode: otomatis
Tinggi Dinding Kolam 17,000 m Dari lantai kolam sampai puncak dinding.
Elevasi Puncak Dinding 90,058 m Elevasi lantai + tinggi dinding.
Tebal Dinding Kolam 0,300 m Untuk estimasi volume beton dinding.

Evaluasi Tipe Kolam Olak

Hasil rekomendasi menunjukkan kondisi yang belum dapat langsung diklasifikasikan sebagai Type I, II, III, atau IV secara aman.

Tipe Rekomendasi Belum Terbentuk Loncatan Hidrolis
Fr1 0,258
Debit Satuan q 1.049,494 m³/det/m
Kecepatan Awal v1 8,814 m/det
Catatan Tipe kolam olak berada pada zona evaluasi. Tentukan manual apakah lebih sesuai Type II atau Type III berdasarkan debit satuan, kecepatan awal, tinggi energi, tailwater, serta kondisi bangunan.
Rekomendasi: pilih tipe secara manual apabila terdapat dasar teknis yang memadai, atau lakukan evaluasi hidrolika lebih lanjut termasuk profil muka air hilir, tailwater, energi aliran, dan kondisi geometri bangunan.
Catatan umum: Dimensi chute block, baffle block, gigi pemencar, dan ambang akhir pada modul ini masih bersifat pradesain untuk kebutuhan estimasi awal dan quantity. Desain final perlu diverifikasi terhadap grafik/detail USBR/KP-02, kondisi tailwater, kondisi pondasi, gerusan hilir, serta stabilitas struktur beton bertulang.
Catatan pondasi: Pondasi pasir padat memerlukan pengecekan uplift, piping, dan perlindungan hilir.
Catatan tebal lantai: Tebal lantai dihitung sebagai nilai maksimum dari tebal input, tebal minimum berdasarkan tipe USBR, pendekatan energi aliran, lalu dikoreksi dengan faktor pondasi. Perhitungan ini masih bersifat pradesain dan perlu dicek terhadap uplift, piping, dan struktur beton bertulang.
Catatan blok USBR: Tipe kolam olak berada pada zona evaluasi. Tentukan manual apakah lebih sesuai Type II atau Type III berdasarkan debit satuan, kecepatan awal, tinggi energi, tailwater, serta kondisi bangunan.

Perlindungan Hilir / Riprap

Komponen Nilai Satuan Catatan
Material Dasar Sungai Hilir Pasir kasar - Disarankan apron hilir, riprap bergradasi, filter layer/geotekstil, serta monitoring potensi degradasi dasar sungai.
Kecepatan Setelah Loncatan 74,142 m/det Indikator awal kebutuhan tebal riprap.
Faktor Panjang Riprap 4,00 × y2 Faktor berdasarkan material dasar sungai hilir.
Panjang Riprap Hilir 56,70 m Panjang perlindungan setelah kolam olak.
Tebal Riprap 0,75 m Preliminary sizing.
Tebal Filter Granular 0,20 m Lapisan filter di bawah riprap.
Kebutuhan Geotekstil Ya - Direkomendasikan sebagai separator/filter.
Catatan: Dimensi riprap masih preliminary. Desain final memerlukan pengecekan ukuran batu, tegangan geser, berat jenis batu, kemiringan, dan gradasi filter.

Quantity Kolam Olak

Tipe kolam olak: Belum Terbentuk Loncatan Hidrolis
Quantity dihitung berdasarkan hasil pradesain kolam olak.
Item Quantity Volume Satuan Rumus / Catatan
Lantai Kolam Olak 464,625 Panjang kolam × lebar efektif × tebal lantai.
88,50 m × 2,50 m × 2,10 m
Dinding Kolam Olak 902,700 2 × panjang kolam × tinggi dinding × tebal dinding.
2 × 88,50 m × 17,00 m × 0,30 m
Bekisting Dinding Kolam 6.018,000 4 × panjang kolam × tinggi dinding.
Bekisting dua sisi untuk dua dinding kolam olak.
Pembesian Lantai Kolam 46.462,500 kg Volume beton lantai × rasio pembesian lantai.
Rasio pembesian dapat disesuaikan dari input form.
Pembesian Dinding Kolam 90.270,000 kg Volume beton dinding × rasio pembesian dinding.
Ambang Ujung / End Sill 62,616 Lebar efektif × tinggi ambang ujung × lebar ambang ujung.
Tipe ambang akhir: Perlu Evaluasi.
Gigi Pemencar / Chute Block - Tidak digenerate karena volume = 0.
Baffle Block / Gigi Benturan - Tidak digenerate karena volume = 0. Baffle block umumnya hanya digunakan pada Type III.
Riprap Hilir 106,313 Panjang riprap × lebar efektif × tebal riprap.
56,70 m × 2,50 m × 0,75 m
Filter Granular 28,350 Panjang riprap × lebar efektif × tebal filter.
Tebal filter = 0,20 m.
Geotekstil 141,750 Panjang riprap × lebar efektif.
Digunakan jika material dasar membutuhkan separator/filter tambahan.
Catatan: Quantity ini masih bersifat pradesain. Volume gigi pemencar, baffle block, dan ambang akhir perlu diverifikasi lagi setelah dimensi final mengikuti detail USBR/KP-02.

Status Mapping AHSP Kolam Olak

Kode Kebutuhan Nama Kebutuhan Volume Satuan Kode Item AHSP Nama Item AHSP HSP Status
BENDUNG_KOLAM_OLAK_LANTAI Beton lantai kolam olak 464,625 m3 A.3.04.1c.1 Pembuatan s.d. pengecoran 1 m3 campuran beton mutu sedang fc' 30 MPa Rp 1.184.894 Siap RAB
2026 / default
BENDUNG_KOLAM_OLAK_DINDING Beton dinding kolam olak 902,700 m3 A.3.04.1c.1 Pembuatan s.d. pengecoran 1 m3 campuran beton mutu sedang fc' 30 MPa Rp 1.184.894 Siap RAB
2026 / default
BENDUNG_KOLAM_OLAK_BEKISTING_DINDING Bekisting dinding kolam olak 6.018,000 m2 A.1.03.2f.1 Bekisting biasa dinding beton dengan multiflex 12 mm atau 18 mm Rp 150.795 Siap RAB
2026 / default
BENDUNG_KOLAM_OLAK_PEMBESIAN_LANTAI Pembesian lantai kolam olak 46.462,500 kg 2.2.1.1.2a Penulangan slab untuk BjTS diameter ≥ 12 mm, cara semi mekanis (untuk bangunan gedung) Rp 17.675 Siap RAB
2026 / default
BENDUNG_KOLAM_OLAK_PEMBESIAN_DINDING Pembesian dinding kolam olak 90.270,000 kg 2.2.1.1.4.a Penulangan kolom, balok, ring balk, sloof, dan shearwall untuk BjTS diameter ≥ 12 mm, cara semi mekanis (untuk bangunan gedung) Rp 18.731 Siap RAB
2026 / default
BENDUNG_KOLAM_OLAK_AMBANG_UJUNG Ambang Ujung / End Sill 62,616 m3 A.3.04.1c.1 Pembuatan s.d. pengecoran 1 m3 campuran beton mutu sedang fc' 30 MPa Rp 1.184.894 Siap RAB
2026 / default
BENDUNG_KOLAM_OLAK_CHUTE_BLOCK Gigi Pemencar / Chute Block 0,000 m3 A.3.04.1c.1 Pembuatan s.d. pengecoran 1 m3 campuran beton mutu sedang fc' 30 MPa Rp 1.184.894 Siap RAB
2026 / default
BENDUNG_KOLAM_OLAK_BAFFLE_BLOCK Baffle Block / Gigi Benturan 0,000 m3 A.3.04.1c.1 Pembuatan s.d. pengecoran 1 m3 campuran beton mutu sedang fc' 30 MPa Rp 1.184.894 Siap RAB
2026 / default
BENDUNG_KOLAM_OLAK_RIPRAP Riprap hilir kolam olak 106,313 m3 A.1.02.4a.1.a Pasangan batu kosong yang teratur dan padat-sedikit rongga, beda tinggi > 0 s.d. 1 m Rp 542.487 Siap RAB
2026 / default
BENDUNG_KOLAM_OLAK_FILTER Filter granular bawah riprap 28,350 m3 1.3.2.2 Timbunan dan pemadatan sirtu secara manual Rp 331.417 Siap RAB
2026 / default
BENDUNG_KOLAM_OLAK_GEOTEKSTIL Geotekstil separator/filter bawah riprap 141,750 m2 A.1.02.5b.2 Pasangan geotekstil, tebal sedang (> 400 s.d. < 800 gr/m2), secara manual Rp 36.296 Siap RAB
2026 / default
Mapping lengkap: Semua item kolam olak sudah memiliki mapping AHSP dan HSP, sehingga siap masuk ke RAB.

Rekomendasi Teknis Awal

Kesimpulan Awal Perlu Penyesuaian: Parameter kolam olak perlu penyesuaian. Perhatikan tailwater, Froude, pemilihan tipe USBR, elevasi lantai, ambang ujung, tebal lantai, blok peredam, dan perlindungan hilir.

Ringkasan Hidrolika

q 1.049,494 m³/det/m
v1 8,814 m/det
Fr1 0,258 -
y1 119,072 m
y2 14,155 m
TW/y2 1,000 -

Tipe Kolam

Tipe terpilih: Belum Terbentuk Loncatan Hidrolis

Elemen gigi: Perlu evaluasi

Jumlah gigi: 0 unit

Baffle: Perlu evaluasi

Jumlah baffle: 0 unit

Dimensi Kritis

L kolam 88,50 m
Tebal lantai 2,10 m
H dinding 17,00 m
Freeboard dinding 2,83 m
Riprap 56,70 m
Tebal riprap 0,75 m

Interpretasi Tipe Belum Terbentuk Loncatan Hidrolis

Hasil perhitungan menunjukkan loncatan hidrolik belum terbentuk dengan baik. Periksa kembali debit rencana, lebar efektif, tinggi energi H1, tinggi jatuh z, dan tailwater.

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Evaluasi ulang asumsi H1 dan z.
  • Pastikan aliran yang masuk kolam cukup superkritis.
  • Jangan langsung menggunakan tipe USBR tanpa validasi ulang kondisi hidrolika.

Froude Belum Superkritis

  • Periksa kembali H1 dan z.
  • Pastikan debit dan lebar efektif realistis.
  • Periksa ulang asumsi koefisien kecepatan.
  • Evaluasi apakah kolam olak USBR masih relevan untuk kondisi tersebut.

Perlindungan Hilir

Material dasar sungai hilir: Pasir kasar.

Panjang riprap: 56,70 m, tebal riprap: 0,75 m.

Disarankan apron hilir, riprap bergradasi, filter layer/geotekstil, serta monitoring potensi degradasi dasar sungai.

Pemeriksaan Lanjut

  • Cek uplift dan tekanan air bawah lantai.
  • Cek piping dan exit gradient.
  • Cek daya dukung dan penurunan pondasi.
  • Cek stabilitas dinding kolam.
  • Cek desain tulangan lantai, dinding, gigi pemencar, dan baffle block.
  • Cek gerusan lokal di ujung kolam dan zona riprap.
Catatan tailwater: Tailwater efektif berada pada rentang yang mendukung pembentukan loncatan hidrolik di dalam kolam olak.
Catatan tebal lantai: Tebal lantai dihitung sebagai nilai maksimum dari tebal input, tebal minimum berdasarkan tipe USBR, pendekatan energi aliran, lalu dikoreksi dengan faktor pondasi. Perhitungan ini masih bersifat pradesain dan perlu dicek terhadap uplift, piping, dan struktur beton bertulang.
Catatan blok USBR: Tipe kolam olak berada pada zona evaluasi. Tentukan manual apakah lebih sesuai Type II atau Type III berdasarkan debit satuan, kecepatan awal, tinggi energi, tailwater, serta kondisi bangunan.
Urutan desain lanjut: validasi debit dan H1/z, cek tailwater, tetapkan tipe USBR, verifikasi dimensi gigi pemencar/baffle/end sill, desain perlindungan hilir, lalu cek stabilitas lantai, uplift, piping, dan desain struktur beton bertulang.

Skema Potongan Memanjang Kolam Olak

Kolam Olak - Belum Terbentuk Loncatan Hidrolis Loncatan hidrolik belum terbentuk kuat Beton fc' 30 MPa Lantai Kerja t=10cm Dinding Kolam Olak (El. +90,058 m) Zona loncatan hidrolik Tailwater End sill Riprap Filter granular Geotekstil L kolam = 88,50 m Riprap = 56,70 m t lantai = 2,10 m y2 = 14,16 m TW = 14,16 m n = 3,54 m Elev. lantai kolam = 73,058 m Elev. dasar sungai = 85,000 m Elev. mercu = 88,000 m
Catatan: Gambar ini adalah skema teknis potongan memanjang untuk membantu pembacaan hasil pradesain. Bentuk gigi pemencar, baffle block, dan ambang akhir ditampilkan berbeda untuk Type I, II, III, dan IV, tetapi desain final tetap perlu mengikuti detail USBR/KP-02 dan gambar kerja struktur.

Skema Denah Kolam Olak

Denah Kolam Olak - Belum Terbentuk Loncatan Hidrolis Loncatan hidrolik belum terbentuk kuat Arah aliran Mercu End sill Riprap hilir L kolam = 88,50 m Riprap = 56,70 m B = 2,50 m
Catatan: Denah ini membantu membaca posisi elemen peredam energi dalam arah melintang dan memanjang. Aturan chute/gigi pemencar yang dipakai: W = lebar = panjang chute, jarak bersih chute ke dinding = 2W, jarak bersih antar chute = 2,5W, dan jarak as-ke-as = 3,5W.

Navigasi Analisa

Tahap aktif: Kolam Olak

Daftar Analisa
Catatan teknis: Perencanaan bendung dilakukan bertahap mulai dari data dasar, mercu, lantai hulu, pengambilan dan pembilas, kantong lumpur, kolam olak, stabilitas, quantity, RAB, hingga laporan teknis.