Spesifikasi Teknis Pompa Banjir

Dokumen ini menampilkan spesifikasi teknis awal hasil analisa trial untuk membantu penyusunan konsep sistem pompa, kelistrikan, perpipaan, grounding, dan estimasi awal bangunan rumah pompa.

Status Dokumen: Trial - update 15 April 2026
Informasi Analisa
Kode Analisa
TRIAL-13
Judul Analisa
Pompa Banjir Sungai Bagau Kalimantan Selatan
Lokasi
-
Ringkasan Hasil Utama
Debit Total Rencana
8,83 m³/det
Pompa Operasi
4 unit
Pompa Standby
1 unit
Total Unit Pompa
5 unit
Kapasitas per Unit Hasil Analisa
2,21 m³/det
Kapasitas per Unit Terpilih
2,25 m³/det
Head Total
6,00 m
Efisiensi Pompa
80,0 %
Efisiensi Motor
92,0 %
Faktor Daya
0,85
Motor Minimum per Unit
176,54 kW
Motor Terpilih per Unit
200,00 kW
Daya Total Operasi
706,16 kW
Trafo Minimum
941,18 kVA
Trafo Terpilih
1.250,00 kVA
Genset Minimum
1.129,41 kVA
Genset Terpilih
1.250,00 kVA
Konsumsi BBM Genset
0,24 liter/jam
Diameter Suction Indikatif
1.550 mm
Diameter Discharge Indikatif
1.200 mm
Panjang Rumah Pompa
21,50 m
Lebar Rumah Pompa
24,00 m
Tinggi Minimum
6,00 m
Luas Bangunan Awal
516,00 m²
Sumber Daya Utama
PLN sebagai sumber daya utama, genset sebagai cadangan.
Draft ini bersifat konseptual untuk modul trial. Nilai, ukuran, rating, dan susunan peralatan masih perlu diverifikasi lebih lanjut pada tahap desain rinci, review vendor, serta koordinasi multidisiplin mekanikal, elektrikal, dan sipil.

Spesifikasi Pompa

Komponen Spesifikasi Awal Keterangan Teknis
Jenis / family pompa Mixed Flow Pump Jenis pompa yang direkomendasikan pada tahap ini merupakan hasil interpretasi awal terhadap kombinasi debit rencana, head total, dan kebutuhan operasi sistem.
Tipe pompa terpilih Mixed Flow Pump Tipe pompa terpilih digunakan sebagai dasar penyusunan spesifikasi teknis dan sinkronisasi dengan RAB.
Konfigurasi unit 4 operasi + 1 standby (5 unit terpasang) Konfigurasi unit disusun untuk memenuhi debit banjir rencana sekaligus menyediakan tingkat keandalan operasi yang memadai.
Kapasitas pompa per unit hasil analisa 2,21 m³/det Nilai ini merupakan hasil hitungan murni berdasarkan debit total dibagi jumlah pompa operasi.
Kapasitas pompa per unit terpilih 2,25 m³/det Nilai ini adalah kapasitas yang dipakai untuk pemilihan teknis, spesifikasi, dan RAB.
Kapasitas total terpasang 11,25 m³/det Kapasitas total terpasang menggambarkan kapasitas maksimum seluruh unit yang tersedia, termasuk unit standby.
Head total rencana 6,00 m Head total pada tahap ini masih merupakan head rencana awal yang perlu dikonfirmasi kembali.
Efisiensi pompa 80,0 % Efisiensi pompa dipakai sebagai asumsi awal dalam analisa kebutuhan daya.
Putaran indikatif 490–980 rpm Putaran indikatif diberikan sebagai gambaran kelas peralatan yang mungkin digunakan.
Orientasi pompa Vertikal / submersible mixed flow Orientasi pompa mempengaruhi layout rumah pompa, konfigurasi struktur pendukung, dan metode instalasi.
Jenis impeller Mixed flow impeller Jenis impeller harus sesuai dengan kombinasi debit-head dan karakteristik air yang dipompa.
Diameter suction indikatif 1.550 mm Diameter suction indikatif merupakan pendekatan awal dari debit unit terpilih.
Diameter discharge indikatif 1.200 mm Diameter discharge indikatif digunakan sebagai dasar awal konsep perpipaan dan valve.
Material casing Cast iron heavy duty / fabricated steel dengan coating protektif Material casing dipilih dengan mempertimbangkan tekanan kerja, korosi, dan lingkungan basah.
Material impeller Mixed flow impeller, cast steel / stainless steel / bronze sesuai kualitas air Material impeller harus memadai terhadap tuntutan hidrolis, abrasi, dan korosi.
Material shaft Stainless steel Shaft direncanakan menggunakan material dengan ketahanan korosi dan kekuatan mekanis yang memadai.
Sistem sealing Mechanical seal / sistem sealing sesuai tipe pompa Sistem sealing harus dipilih sesuai tipe pompa dan cara instalasi.
Metode instalasi Vertical / submersible mixed flow installation dengan discharge arrangement sesuai layout Metode instalasi akan mempengaruhi bentuk wet well dan kebutuhan struktur sipil.
Perlengkapan instalasi Column / discharge bend / support frame sesuai konfigurasi final Perlengkapan instalasi mencakup elemen pendukung untuk pemasangan dan maintenance.
Minimum submergence / kondisi hisap Mengikuti rekomendasi vendor dan evaluasi aliran masuk Kondisi hisap minimum harus dijaga untuk menghindari vortex dan entrainment udara.
Mode operasi sistem Operasi paralel dengan unit standby Strategi operasi sistem harus mempertimbangkan urutan start-stop dan pembagian beban antar unit.
Kebutuhan handling / maintenance Hoist / monorail / lifting arrangement disiapkan Sistem handling diperlukan agar inspeksi dan penggantian unit dapat dilakukan dengan aman.

Spesifikasi Motor / Penggerak

Komponen Spesifikasi Awal Keterangan Teknis
Jenis penggerak utama Motor listrik induksi 3 fasa Motor listrik digunakan sebagai penggerak utama pompa.
Daya motor minimum per unit 176,54 kW Nilai ini merupakan kebutuhan minimum hasil analisa/perhitungan.
Daya motor terpilih per unit 200,00 kW Nilai ini adalah rating motor final yang dipakai untuk spesifikasi dan RAB.
Daya total operasi 706,16 kW Daya total operasi menunjukkan total kebutuhan daya saat seluruh pompa operasi utama bekerja simultan.
Tegangan dan sistem daya 400 V, 3 fasa, 50 Hz Tegangan kerja motor harus dipilih agar sesuai dengan kelas daya motor dan sistem distribusi listrik.
Faktor daya 0,85 Faktor daya digunakan dalam penentuan kapasitas peralatan listrik.
Efisiensi motor 92,0 % Efisiensi motor pada tahap ini masih berupa asumsi atau hasil input analisa awal.
Putaran motor 490–980 rpm Putaran motor harus disesuaikan dengan karakter hidrolis pompa.
Metode starting Soft starter / VFD sesuai studi starting current dan sistem tenaga Metode starting dipilih untuk mengendalikan arus start dan menjaga keandalan operasi.
Derajat proteksi motor Minimum IP68 untuk unit submersible Derajat proteksi motor harus sesuai dengan kondisi lingkungan rumah pompa.
Kelas isolasi Class F minimum / setara vendor Kelas isolasi final perlu ditetapkan berdasarkan temperatur operasi dan rekomendasi pabrikan.
Metode pendinginan Pendinginan mengikuti desain motor submersible, dibantu media cair / jacket sesuai vendor Metode pendinginan motor harus konsisten dengan tipe pompa dan konfigurasi instalasi.
Sensor proteksi motor Sensor temperatur winding, moisture detector / leakage sensor, bearing temperature monitoring Sensor proteksi diperlukan untuk deteksi dini gangguan.
Proteksi kelistrikan motor Overload, short circuit, phase failure, earth fault, under/over voltage sesuai kebutuhan Skema proteksi harus dikoordinasikan dengan MCC, relay, dan sistem distribusi daya.
Sistem kontrol motor MCC / soft starter based control Sistem kontrol motor harus mendukung operasi manual, local, remote, dan otomatis.
Kabel daya motor Ukuran kabel final mengikuti arus nominal, panjang jalur, metode instalasi, dan voltage drop yang diizinkan Ukuran kabel daya harus dihitung detail.
Kabel kontrol / instrument Disiapkan untuk kontrol, proteksi, alarm, dan monitoring Kabel kontrol dan instrument harus direncanakan terpisah dari kabel daya.

Spesifikasi Genset dan Sumber Daya

Komponen Spesifikasi Awal Keterangan Teknis
Filosofi sumber daya Genset sebagai sumber utama / prime power, dengan utilitas lain sebagai cadangan bila tersedia Filosofi sumber daya menjadi dasar penentuan apakah genset berfungsi sebagai sumber utama atau cadangan.
Sumber daya utama PLN sebagai sumber daya utama, genset sebagai cadangan. Sumber daya utama mengikuti hasil rekomendasi analisa.
Kapasitas trafo minimum 941,18 kVA Nilai ini merupakan kebutuhan minimum hasil analisa.
Kapasitas trafo terpilih 1.250,00 kVA Nilai ini adalah rating trafo final yang dipakai untuk spesifikasi dan RAB.
Kapasitas genset minimum 1.129,41 kVA Nilai ini merupakan kebutuhan minimum hasil analisa.
Kapasitas genset terpilih 1.250,00 kVA Nilai ini adalah rating genset final yang dipakai untuk spesifikasi dan RAB.
Kelas rating genset Prime power / continuous duty sesuai pola operasi Kelas rating genset harus mengikuti pola penggunaan aktual.
Tegangan output genset 400 V, 3 fasa, 50 Hz / mengikuti sistem final Tegangan output genset harus sinkron dengan sistem distribusi daya rumah pompa.
Faktor daya genset 0,8 Faktor daya genset digunakan sebagai acuan umum rating kVA.
Skema transfer sumber ATS/AMF otomatis dengan interlock sumber utama dan cadangan Skema transfer daya harus menjamin perpindahan sumber yang aman dan terkoordinasi.
Panel ATS / AMF Disiapkan ATS/AMF diperlukan agar perpindahan antara sumber utama dan genset dapat dilakukan otomatis.
Konsumsi BBM genset 0,24 liter/jam Nilai konsumsi BBM pada tahap ini masih bersifat indikatif.
Tangki harian genset 50 liter Kapasitas tangki harian dihitung dari konsumsi BBM dan target durasi backup minimum.
Durasi backup minimum Minimum 8–12 jam operasi kontinu Durasi backup minimum harus mengacu pada target pelayanan banjir.
Sistem starting genset Electric starting, baterai 24 VDC / setara Sistem starting genset harus dirancang agar tetap andal saat terjadi pemadaman.
Jenis enclosure genset Open type / silent canopy / weatherproof enclosure sesuai lokasi Pemilihan tipe enclosure harus mempertimbangkan lokasi penempatan dan kebutuhan ventilasi.
Sistem pendingin genset Radiator cooled / sesuai paket genset vendor Sistem pendingin genset harus memadai terhadap temperatur ruang dan pola operasi.
Strategi urutan operasi Start genset → verifikasi sumber stabil → start pompa bertahap / sequencing Urutan operasi bertahap diperlukan untuk mengurangi lonjakan beban sesaat.
Integrasi monitoring Monitoring lokal dengan opsi ekspansi remote Monitoring sumber daya sebaiknya mencakup status run, available, dan fault.

Spesifikasi Panel Kontrol

Komponen Spesifikasi Awal Keterangan Teknis
Jenis panel Panel distribusi dan kontrol pompa Panel berfungsi untuk distribusi daya, pengendalian operasi pompa, monitoring, dan proteksi sistem.
Konfigurasi panel Main panel + sub panel unit pompa sesuai kebutuhan Konfigurasi akhir disesuaikan dengan jumlah pompa, sumber daya, strategi operasi, dan layout ruang panel.
Mode operasi Manual / semi otomatis / otomatis Mode otomatis dapat dikembangkan berbasis level air, timer, atau logika kontrol lainnya.
Mode kendali Local / remote (opsional) Kendali remote dapat dikembangkan pada tahap lanjutan melalui SCADA, telemetry, atau sistem monitoring jarak jauh.
Selektor operasi pompa Selector switch pada tiap unit pompa Digunakan untuk memilih status off, manual, atau otomatis pada masing-masing unit pompa.
Sequencing operasi Pengoperasian bertahap antar unit pompa Diperlukan untuk mengatur urutan start-stop pompa agar operasi sistem lebih stabil dan pembebanan lebih terkontrol.
Duty alternation Disiapkan untuk pergiliran unit operasi Berguna untuk meratakan jam operasi antar unit pompa dan mendukung keandalan sistem.
Proteksi utama Overload, short circuit, under/over voltage, emergency stop, motor protection relay Proteksi utama diperlukan untuk menjaga keselamatan peralatan dan kontinuitas operasi.
Proteksi tambahan Phase failure, phase imbalance, earth fault (bila diperlukan) Proteksi tambahan disesuaikan dengan kapasitas sistem, kualitas suplai listrik, dan standar kelistrikan yang diterapkan.
Indikator operasi Lampu indikator run, stop, trip/fault, dan power available, alarm umum Indikator membantu operator memantau status panel, status sumber daya, dan kondisi tiap unit pompa.
Metering Voltmeter, ammeter, power meter, frequency meter Metering digunakan untuk pemantauan performa sistem, evaluasi konsumsi daya, dan kebutuhan troubleshooting.
Alarm Alarm gangguan unit dan alarm umum, buzzer dan indikator visual Alarm dapat dikembangkan menjadi notifikasi ke sistem monitoring pada tahap lanjutan.
Input sensor Level switch / level sensor / float switch Sensor muka air dapat digunakan sebagai dasar operasi otomatis pompa banjir.
Interlock sumber daya Interlock antara sumber PLN dan genset Diperlukan agar perpindahan sumber daya berjalan aman dan menghindari backfeed.
Integrasi ATS/AMF Disiapkan untuk sistem dengan genset cadangan ATS/AMF memudahkan perpindahan otomatis antara sumber utama dan sumber cadangan.
Monitoring genset Status genset run, fail to start, available, dan fault Monitoring genset penting agar operator mengetahui kesiapan sumber daya cadangan.
Tipe enclosure Indoor floor standing panel Tipe enclosure final mengikuti layout ruang panel, akses operasi, dan kebutuhan maintenance.
Derajat proteksi enclosure Minimum IP54 / IP55 Disarankan karena lingkungan rumah pompa berpotensi lembab, berdebu, dan terkena percikan air.
Material panel Plat baja dengan finishing powder coating Ketebalan material dan finishing mengikuti standar pabrikan serta lingkungan pemasangan.
Sistem kabel Kabel daya dan kabel kontrol dipisahkan sesuai kebutuhan Pemisahan jalur kabel membantu keselamatan, kemudahan troubleshooting, dan kerapian instalasi.
Ruang cadangan pengembangan Disediakan spare space seperlunya Berguna untuk penambahan sensor, integrasi kontrol lanjutan, atau pengembangan unit pompa.

Spesifikasi Bar Screen / Trash Rack

Komponen Spesifikasi Awal Keterangan Teknis
Bar screen / trash rack Bar screen / trash rack dengan opsi mechanical rake Bar screen/trash rack diperlukan pada sisi masuk untuk menahan sampah, debris, dan material terapung agar tidak masuk ke wet well maupun impeller pompa.
Fungsi bar screen Penyaring awal sampah dan material terapung Komponen ini melindungi pompa, mengurangi risiko penyumbatan, dan membantu menjaga keandalan operasi sistem pemompaan.
Spasi bersih antar batang 50 mm Spasi antar batang ditentukan berdasarkan karakter sampah, jenis pompa, serta strategi pembersihan. Nilai final tetap harus disesuaikan dengan karakter intake aktual.
Kecepatan pendekatan rencana 0,60 m/det Kecepatan pendekatan dijaga agar tidak terlalu tinggi, sehingga kehilangan energi dan risiko sampah tertarik terlalu kuat ke screen dapat dikendalikan.
Luas bersih minimum screen 14,72 m² Luas bersih minimum merupakan pendekatan awal dari debit total dibagi kecepatan pendekatan. Nilai ini masih perlu diverifikasi terhadap geometri intake dan kondisi muka air.
Lebar efektif indikatif 5,89 m Lebar efektif indikatif dihitung secara pendekatan dan harus disesuaikan lagi dengan tinggi aliran, freeboard, dan konfigurasi saluran masuk.
Kemiringan screen 70°–80° terhadap horizontal Kemiringan screen mempengaruhi kemudahan pembersihan, panjang bidang screen, dan headloss pada intake.
Material screen Baja galvanis / stainless steel sesuai lingkungan Material screen harus memiliki ketahanan yang cukup terhadap korosi, benturan sampah, dan lingkungan basah pada rumah pompa.
Metode pembersihan Disarankan mechanical cleaning / rake assisted Metode pembersihan dipilih berdasarkan debit, intensitas sampah, kemudahan operasi, dan kebutuhan keandalan sistem selama kejadian banjir.
Headloss screen saat kotor 0,40–0,80 m (indikatif) Headloss screen pada kondisi kotor perlu diperhitungkan dalam evaluasi head sistem, khususnya bila penumpukan sampah berpotensi signifikan.
Akses operasi dan maintenance Platform / akses pembersihan disiapkan Area screen harus mudah diakses untuk pengangkatan sampah, inspeksi, dan pekerjaan maintenance tanpa mengganggu keselamatan operator.
Bypass / emergency handling Dipertimbangkan sesuai konfigurasi intake Pada sistem tertentu, bypass atau jalur penanganan darurat perlu dipertimbangkan agar pembersihan screen dapat dilakukan tanpa menghentikan sistem secara total.
Catatan operasi Perlu inspeksi dan pembersihan rutin Untuk debit besar, sistem pembersihan mekanis lebih disarankan agar kehilangan tinggi akibat penumpukan sampah dapat dikendalikan.

Spesifikasi Pipa dan Valve

Komponen Spesifikasi Awal Keterangan Teknis
Pipa suction Disediakan sesuai konfigurasi intake dan tipe pompa Untuk pompa mixed flow, geometri suction perlu dijaga agar distribusi aliran masuk tetap baik dan kerugian hisap minimum.
Diameter suction indikatif 1.550 mm Diameter indikatif awal dihitung dari debit per unit dengan asumsi kecepatan suction sekitar 1,20 m/det. Diameter final harus diverifikasi terhadap layout, NPSH, dan kehilangan energi.
Pipa discharge Disediakan pada tiap unit pompa menuju sistem pembuangan/header Karena terdapat lebih dari satu pompa operasi, konfigurasi header discharge dan cabang tiap unit perlu direncanakan agar distribusi aliran, isolasi unit, dan maintenance dapat dilakukan dengan baik.
Diameter discharge indikatif 1.200 mm Diameter indikatif awal dihitung dari debit per unit dengan asumsi kecepatan discharge sekitar 2,00 m/det. Diameter final harus dicek lagi terhadap headloss, transien, dan ukuran nominal pasar.
Diameter pipa Ditentukan berdasarkan debit rencana dan kecepatan aliran yang diizinkan Untuk debit per unit yang relatif besar, diameter pipa cenderung menjadi signifikan dan perlu ditetapkan secara hati-hati agar headloss tetap terkendali.
Kecepatan aliran rencana Suction ± 1,20 m/det ; discharge ± 2,00 m/det Kecepatan aliran pada debit besar perlu dibatasi agar rugi-rugi energi, getaran, dan potensi transien tidak menjadi terlalu besar.
Material pipa Steel pipe / HDPE / ductile iron Material akhir dipilih berdasarkan tekanan kerja, metode pemasangan, umur rencana, dan pertimbangan biaya.
Pressure class pipa Ditentukan berdasarkan tekanan kerja dan tekanan transien Pressure class pipa dan valve harus ditentukan berdasarkan tekanan kerja, tekanan maksimum, dan kemungkinan tekanan transien.
Header discharge Disiapkan untuk menggabungkan aliran dari beberapa unit pompa Konfigurasi header perlu memperhatikan distribusi aliran, kerugian energi, dan kemudahan isolasi tiap unit.
Check valve Ukuran indikatif 1.200 mm Berfungsi mencegah aliran balik saat pompa berhenti dan melindungi sistem dari kondisi operasi yang tidak diinginkan.
Isolation valve Gate valve / butterfly valve ukuran indikatif 1.200 mm Diperlukan untuk memudahkan isolasi unit saat operasi, perawatan, atau penggantian komponen.
Flexible joint / dismantling joint Ukuran indikatif 1.200 mm Digunakan untuk meredam getaran, memudahkan pemasangan, dan membantu pembongkaran peralatan saat maintenance.
Air valve Ukuran indikatif 150 mm Berfungsi untuk melepaskan udara yang terjebak dan menjaga performa hidrolis sistem perpipaan.
Drain valve Ukuran indikatif 100 mm Berguna untuk pengosongan pipa saat inspeksi, maintenance, atau kondisi penghentian operasi.
Support dan anchor Pipe support, saddle, dan anchor block sesuai kebutuhan Sistem penyangga dan anchor harus direncanakan untuk menahan beban pipa, fluida, getaran, dan gaya akibat transien.
Sambungan pipa Flanged / welded / mechanical joint sesuai material dan konfigurasi Jenis sambungan dipilih berdasarkan material pipa, tekanan kerja, dan kemudahan pemasangan.
Proteksi korosi Coating / lining / proteksi tambahan sesuai lingkungan Proteksi korosi perlu direncanakan untuk menjaga umur layanan pipa dan komponen valve.
Pertimbangan transien Evaluasi water hammer disarankan bila sistem signifikan Untuk kapasitas besar, pipa panjang, atau start-stop cepat, evaluasi transien perlu dipertimbangkan dalam tahap desain lebih rinci.

Spesifikasi Grounding dan Bonding

Komponen Spesifikasi Awal Keterangan Teknis
Sistem grounding Grounding sistem tenaga dan peralatan listrik Seluruh panel, motor, genset, trafo, dan bagian logam utama rumah pompa harus dihubungkan ke sistem grounding untuk keselamatan personel dan proteksi peralatan.
Elektroda grounding Ground rod tembaga / copper bonded rod Jumlah, panjang, dan konfigurasi elektroda ditentukan berdasarkan tahanan jenis tanah dan target tahanan grounding.
Konduktor grounding BC / NYY grounding conductor sesuai kapasitas sistem Ukuran konduktor grounding ditentukan berdasarkan kapasitas hubung singkat, rating peralatan, dan standar instalasi listrik yang diterapkan.
Grounding panel Semua enclosure panel dibumikan Panel utama, panel distribusi, panel pompa, ATS/AMF, dan panel genset harus terhubung ke grounding grid.
Grounding motor pompa 5 unit body motor dibonding ke grounding system Seluruh body motor dan rangka pompa harus dihubungkan ke grounding untuk menghindari bahaya tegangan sentuh saat terjadi gangguan isolasi.
Grounding genset dan trafo Grounding body dan netral sesuai konfigurasi sistem Skema grounding genset dan trafo harus disesuaikan dengan sistem distribusi tenaga, termasuk kebutuhan netral grounding dan koordinasi proteksi.
Equipotential bonding Bonding bagian logam utama Struktur logam, railing, cover, cable tray, support pipa logam, dan bagian konduktif lainnya perlu dibonding untuk menyamakan potensial.
Target tahanan grounding Direncanakan konservatif dengan target tahanan grounding rendah sesuai standar dan risiko instalasi Nilai akhir tahanan grounding harus dibuktikan melalui pengukuran lapangan setelah instalasi.
Integrasi proteksi petir dan surge Disiapkan bila risiko lokasi memerlukan Jika rumah pompa berada pada area terbuka dan memiliki risiko sambaran, grounding tenaga perlu dikoordinasikan dengan sistem penangkal petir dan surge protection.

Spesifikasi Pekerjaan Sipil dan Bangunan

Komponen Spesifikasi Awal Keterangan Teknis
Bar screen / trash rack Bar screen / trash rack dengan opsi mechanical rake Bar screen/trash rack diperlukan pada sisi masuk untuk menahan sampah, debris, dan material terapung agar tidak masuk ke wet well maupun impeller pompa.
Fungsi bar screen Penyaring awal sampah dan material terapung Komponen ini melindungi pompa, mengurangi risiko penyumbatan, dan membantu menjaga keandalan operasi sistem pemompaan.
Spasi bersih antar batang 50 mm Spasi antar batang ditentukan berdasarkan karakter sampah, jenis pompa, serta strategi pembersihan. Nilai final tetap harus disesuaikan dengan karakter intake aktual.
Kecepatan pendekatan rencana 0,60 m/det Kecepatan pendekatan dijaga agar tidak terlalu tinggi, sehingga kehilangan energi dan risiko sampah tertarik terlalu kuat ke screen dapat dikendalikan.
Luas bersih minimum screen 14,72 m² Luas bersih minimum merupakan pendekatan awal dari debit total dibagi kecepatan pendekatan. Nilai ini masih perlu diverifikasi terhadap geometri intake dan kondisi muka air.
Lebar efektif indikatif 5,89 m Lebar efektif indikatif dihitung secara pendekatan dan harus disesuaikan lagi dengan tinggi aliran, freeboard, dan konfigurasi saluran masuk.
Kemiringan screen 70°–80° terhadap horizontal Kemiringan screen mempengaruhi kemudahan pembersihan, panjang bidang screen, dan headloss pada intake.
Material screen Baja galvanis / stainless steel sesuai lingkungan Material screen harus memiliki ketahanan yang cukup terhadap korosi, benturan sampah, dan lingkungan basah pada rumah pompa.
Metode pembersihan Disarankan mechanical cleaning / rake assisted Metode pembersihan dipilih berdasarkan debit, intensitas sampah, kemudahan operasi, dan kebutuhan keandalan sistem selama kejadian banjir.
Headloss screen saat kotor 0,40–0,80 m (indikatif) Headloss screen pada kondisi kotor perlu diperhitungkan dalam evaluasi head sistem, khususnya bila penumpukan sampah berpotensi signifikan.
Akses operasi dan maintenance Platform / akses pembersihan disiapkan Area screen harus mudah diakses untuk pengangkatan sampah, inspeksi, dan pekerjaan maintenance tanpa mengganggu keselamatan operator.
Bypass / emergency handling Dipertimbangkan sesuai konfigurasi intake Pada sistem tertentu, bypass atau jalur penanganan darurat perlu dipertimbangkan agar pembersihan screen dapat dilakukan tanpa menghentikan sistem secara total.
Catatan operasi Perlu inspeksi dan pembersihan rutin Untuk debit besar, sistem pembersihan mekanis lebih disarankan agar kehilangan tinggi akibat penumpukan sampah dapat dikendalikan.
Konsep bangunan rumah pompa Bangunan rumah pompa beton bertulang dengan area pompa, ruang panel, dan ruang peralatan pendukung terpisah Rumah pompa direncanakan sebagai ruang kerja teknis yang mengakomodasi pompa, panel, akses operator, dan maintenance.
Layout rumah pompa Layout dua baris Layout awal disusun berdasarkan jumlah unit pompa dan kebutuhan ruang bebas.
Panjang bangunan awal 21,50 m Panjang bangunan awal merupakan estimasi konseptual.
Lebar bangunan awal 24,00 m Lebar bangunan awal memperhitungkan area peralatan utama dan ruang operasional minimum.
Tinggi minimum bangunan 6,00 m Tinggi minimum bangunan pada tahap ini merupakan pendekatan awal.
Luas bangunan awal 516,00 m² Luas bangunan awal digunakan sebagai dasar penyusunan konsep tata ruang.
Mode maintenance bangunan Roof hatch + mobile crane / heavy lifting arrangement Mode maintenance mempengaruhi kebutuhan hatch, lifting beam, dan clearance area servis.
Sistem pengangkatan pompa Monorail / beam hoist / hatch lifting system, dengan kemungkinan bantuan mobile crane Sistem pengangkatan diperlukan agar pembongkaran dan penggantian unit pompa dapat dilakukan dengan aman.
Wet well / sump pit Disiapkan sebagai bagian utama bangunan bawah rumah pompa Wet well / sump direncanakan agar distribusi aliran masuk ke pompa tetap stabil dan kerugian hidrolis minimum.
Kedalaman struktur bawah Mengikuti kebutuhan wet well, lantai kerja, slab dasar, dan elevasi operasi Kedalaman struktur bawah bergantung pada elevasi muka air dan kebutuhan submergence.
Struktur utama bangunan Beton bertulang untuk elemen utama Struktur utama rumah pompa pada umumnya menggunakan beton bertulang.
Struktur bawah / slab dasar Slab dasar dan dinding struktur bawah beton bertulang Elemen struktur bawah harus direncanakan untuk menahan tekanan tanah dan air.
Pondasi peralatan Pedestal / fondasi peralatan disiapkan untuk pompa, panel, dan peralatan pendukung Fondasi peralatan harus direncanakan agar cukup kaku, stabil, dan sesuai terhadap beban peralatan.
Dinding bangunan Dinding pengisi / non-struktur sesuai konsep bangunan Dinding bangunan harus mempertimbangkan kelembaban ruang dan ventilasi.
Atap bangunan Atap ringan / sistem penutup atap sesuai kebutuhan hatch dan ventilasi Sistem atap harus mempertimbangkan kebutuhan maintenance pompa.
Lantai area operasi Finishing lantai epoxy / floor hardener anti-slip pada area operasi Lantai area operasi perlu tahan terhadap air, lumpur, dan aktivitas maintenance.
Drainase lantai dan area basah Disiapkan floor drain / trench drain sesuai kebutuhan Sistem drainase internal diperlukan agar area panel tidak tergenang.
Ventilasi bangunan Ventilasi alami dan/atau mekanis sesuai konfigurasi peralatan Ventilasi bangunan harus mampu mengendalikan kelembaban dan panas.
Akses operator dan maintenance Disiapkan tangga, handrail, platform, dan ruang servis minimum Akses internal dan eksternal bangunan harus memadai untuk operator dan maintenance.
Area panel dan utilitas Ruang panel dipisahkan atau diintegrasikan sesuai layout final Area panel harus dijaga aman dari genangan dan memenuhi clearance panel.
Area genset / trafo Disediakan sesuai kebutuhan sumber daya dan strategi kelistrikan Ruang, ventilasi, fondasi, dan akses maintenance harus diperhitungkan sejak tahap awal.
Ketahanan lingkungan bangunan Bangunan direncanakan tahan terhadap lingkungan lembab dan kondisi operasi banjir Material dan detail bangunan harus mempertimbangkan lingkungan agresif dan kebutuhan durabilitas.

Maintenance dan Envelope Pengangkatan

Komponen Spesifikasi Awal Keterangan Teknis
Mode maintenance roof_hatch_mobile_crane Mode maintenance digunakan sebagai dasar penentuan tinggi bangunan dan kebutuhan ruang pengangkatan pompa.
Family pompa axial_propeller_column Family pompa hasil rule-based dipakai untuk pendekatan geometri rumah pompa, estimasi dimensi unit, dan kebutuhan maintenance.
Diameter nominal pompa 1.100 mm Diameter nominal digunakan sebagai pendekatan awal untuk menentukan kelas pompa, ruang wet well, dan kebutuhan ruang instalasi.
Tinggi pompa estimasi 3,25 m Tinggi fisik pompa estimasi dipakai sebagai bagian dari envelope pengangkatan saat maintenance.
Berat pompa estimasi 3.000 kg Berat pompa estimasi dipakai sebagai dasar awal pertimbangan alat angkat dan sistem handling maintenance.
Envelope pengangkatan Tinggi dinding 5,50 m | Tinggi total 6,30 m Tinggi bangunan mempertimbangkan envelope operasi dan maintenance, termasuk kebutuhan pengangkatan pompa untuk penggantian/pemeliharaan. Pengangkatan utama diasumsikan melalui hatch atap dengan bantuan mobile crane, sehingga tinggi dinding dapat dioptimalkan.

Geometri Rumah Pompa Estimasi

Komponen Spesifikasi Awal Keterangan Teknis
Panjang bangunan 25,20 m Panjang bangunan merupakan hasil estimasi rule-based dari jumlah pompa terpasang, kebutuhan area servis, dan ruang panel/genset bila aktif.
Lebar bangunan 10,18 m Lebar bangunan memperhitungkan ruang operasional minimum, area wet well, dan koridor servis awal.
Tinggi dinding 5,50 m Tinggi dinding tidak hanya mengikuti ruang operasional, tetapi juga kebutuhan maintenance pompa.
Tinggi total bangunan 6,30 m Tinggi total bangunan mencakup allowance struktur atas/atap di atas tinggi bersih ruang dalam.
Panjang wet well 15,20 m Panjang wet well disusun berdasarkan jumlah pompa, dimensi indikatif unit, dan ruang bebas antar pompa.
Lebar wet well 4,18 m Lebar wet well dipakai sebagai pendekatan awal untuk ruang hisap/pemasangan unit submersible.
Kedalaman wet well 4,50 m Kedalaman wet well dipakai sebagai dasar travel angkat pompa, volume galian, dan volume struktur bawah.
Jumlah kolom 12 Jumlah kolom merupakan estimasi grid awal bangunan untuk kebutuhan quantity struktur atas.
Panjang total balok 116,32 m Panjang total balok merupakan estimasi awal dari grid bangunan dan menjadi dasar quantity beton serta bekisting balok.
Daya motor estimasi per unit 200,00 kW Daya motor estimasi dipakai sebagai acuan awal untuk klasifikasi unit dan konsistensi dengan hasil analisa pompa.

Ringkasan Quantity Rumah Pompa

Komponen Spesifikasi Awal Keterangan Teknis
Total beton 164,86 m3 Merupakan akumulasi awal volume beton struktur bawah dan struktur atas rumah pompa.
Total tulangan 21.849,50 kg Tulangan masih berupa pendekatan berbasis rasio kg/m3 dan perlu disempurnakan pada tahap desain rinci.
Total tulangan (ton) 21,85 ton Disajikan juga dalam satuan ton untuk memudahkan pembacaan cepat kebutuhan pembesian total.
Total bekisting 628,78 m2 Bekisting dihitung secara pendekatan dari elemen-elemen utama beton yang dicetak.
Total dinding non-struktur 369,18 m2 Luas dinding non-struktur digunakan sebagai dasar pendekatan pekerjaan pasangan, plesteran, dan acian.

Tentang Dokumen Ini

Halaman ini menampilkan hasil generator spesifikasi teknis awal dari Kalkulator Pompa Banjir. Susunan dokumen dirancang agar dapat dipakai sebagai bahan diskusi teknis, review internal, dan pengembangan desain lanjutan.

Cakupan Informasi

  • Parameter utama pompa, motor, trafo, dan genset
  • Panel kontrol dan logika operasi dasar
  • Grounding, bonding, dan kebutuhan pembumian instalasi
  • Pipa, valve, serta ukuran indikatif awal
  • Estimasi awal rumah pompa dan kebutuhan ruang bangunan
  • Envelope maintenance dan kebutuhan pengangkatan pompa
  • Ringkasan quantity awal untuk dasar pengembangan analisa biaya

Catatan Penting

  • Dokumen ini merupakan draft spesifikasi teknis awal untuk versi trial Kalkulator Pompa Banjir.
  • Kapasitas pompa per unit hasil analisa adalah nilai hitungan murni.
  • Kapasitas pompa per unit terpilih adalah nilai yang dipakai untuk spesifikasi dan RAB.
  • Jumlah unit terpasang merupakan penjumlahan antara pompa operasi dan pompa standby.
  • Motor minimum adalah kebutuhan minimum hasil analisa, sedangkan motor terpilih adalah rating final yang dipakai.
  • Trafo minimum dan genset minimum adalah kebutuhan minimum hasil analisa.
  • Trafo terpilih dan genset terpilih adalah rating final yang dipakai untuk spesifikasi dan RAB.
  • Diameter pipa dan ukuran valve yang ditampilkan masih bersifat indikatif awal dan harus diverifikasi pada tahap desain rinci.
  • Estimasi dimensi rumah pompa pada modul trial bersifat konseptual dan tidak menggantikan layout desain rinci.
  • Spesifikasi final tetap memerlukan verifikasi desain rinci, data vendor, dan review teknis multidisiplin.
  • Estimasi rumah pompa pada halaman ini telah diselaraskan dengan engine quantity rumah pompa.
  • Tinggi dinding dan tinggi total bangunan telah mempertimbangkan kebutuhan maintenance/pengangkatan pompa.
  • Ringkasan quantity masih merupakan tahap awal berbasis rule engine dan belum menggantikan desain rinci atau shop drawing.

Status Dokumen

Dokumen ini masih berstatus draft awal / trial. Seluruh spesifikasi yang tampil belum dimaksudkan sebagai dokumen final pengadaan atau dokumen IFC.

Verifikasi tetap diperlukan terhadap data vendor, headloss sistem, layout aktual, konfigurasi intake-discharge, sistem kontrol, grounding aktual lapangan, kebutuhan operasi-maintenance, serta detail dimensi rumah pompa.